TULISANKU
Cantik dengan Kepompong
Rate This Article:
1
ABOUT THE AUTHOR (Reader)


Siapa yang tidak tahu kepompong?, tempat pembungkus ulat

sebelum menetas menjadi kupu-kupu. Bagi sebagian orang, mungkin

kepompong bukanlah sesuatu yang berguna untuk dipakai.

Namun, ditangan seorang ibu Iwa, yakni pengrajin kepompong ulat

sutera dari Citeureup, Bogor, Jawa Barat, kepompong ulat sutera dapat

menjadi barang-barang kerajinan tangan yang sangat menarik.

Usahanya berawal dari pengrajin bunga kering, kemudian saat melihat

keindahan kepompong, maka ia memutuskan untuk membuat kerajinan

tangan dari kepompong tersebut.

Ada beberapa jenis yang dihasilkan dari kepompong ulat sutera, seperti

aksesoris dan sulaman. Jenis kepompong yang dipakai pun beragam,

dari jenis kepompong keket, sampai yang menarik adalah kepompong

liar berwarna keemasan, dari pohon kedondong atau alpukat. Kisaran

harganyapun terjangkau, mulai dari Rp.20.000 hingga Rp.1.000.000.

Usaha yang dirintis sejak tahun dua ribuan ini telah menghasilkan

produk kerajianan tangan yang diminati sampai ke mancanegara,

seperti Malaysia, Amerika Serikat, Singapura dan Brunei Darusalam.

Pemilihan kepompong sebagai bahan baku utama dimulai dari sekedar

coba-coba. Berbagai jenis kepompong ulat dicobanya.

Biasanya, dia memilih untuk mempertahankan warna asli kepompong

dalam setiap produknya meskipun kadang bereksperimen untuk

mengganti warna aslinya. Hasilnya, kepompong warna kuning emas

atau putih ini disulap menjadi berbagai aksesoris seperti aksesori baju

serta jepitan rambut, Atau ibu Iwa menyulamkan kepompong sebagai

hiasan di baju ataupun selendang. Kreasi tersebut dibuat menyesuaikan

selera pasar.

Teknik pembuatan kepompong hingga menjadi barang kerajian tidak

begitu sulit, seperti yang dia jelaskan berikut ini:

“Mula-mula karena liar dipungut lalu ketika kosong tinggal sarangnya

saja, seperti kain lembut kemudian dikupas. Diluarnya ada sisa-sisa

benang sutera yang sudah putus-putus tidak terpakai, saya buang

dan kupas sedemikian rupa, kemudian dipola berbentuk bunga atau

bisa juga dilipat seperti kain. Nah itulah aplikasi yang ditempelkan di

bahan apa saja, dibahan sutera, belacu, tenunan. Jadi menghasilkan

satu motif.”

Selain itu, ada manfaat lain dari kerajinan kepompong ulat yang dibuat

ibu iwa, yakni terbukanya lapangan pekerjaan. Ada beberapa pengrajin

belajar membuat kerajianan tangan dari kepompong tanpa harus

membayar, sehingga menciptakan pekerjaan baru bagi para wanita dan

dapat menambah penghasilan, serta turut mendukung perekonomian

keluarga.

Tak hanya itu saja, kreatifitas membuat kerajianan tangan dari limbah

atau sampah juga dapat membuat lingkungan menjadi lebih baik. Jadi

dapat dikatakan selain dari segi keindahan, hasil dari kepompong

tersebut juga berguna untuk kehidupan sehari-hari.



About the Author

Belina
 
 
 
Post A Comment
* Indicates required information
Comment Title:
* Comments:
Nickname:
* Validation:
0 comments for this article Reverse Comment Order
Google