| Rate This Article: | ||
|
Apakah Anda selama ini menganut “Teologi Takdir” yang percaya bahwa segala sesuatu di dunia ini sudah ditentukan oleh Tuhan yang Maha Kuasa? Termasuk jodoh (istri atau suami atau pacar) Anda sekarang ini? Dan juga setiap pernikahan yang ada di dunia ini, termasuk yang tidak cocok, banyak cekcok, diambang perpecahan, ataupun yang sudah bercerai? Semua pasangan itu ditentukan oleh Tuhan??
Saya yakin kalau keluarga Anda berbahagia, Anda akan bilang, “Betul, jodohku itu memang sudah ditentukan Tuhan. Bahkan sejak saya dari kandungan ibu, Dia sudah siapkan seorang jodoh yang terbaik sebagai pasangan hidupku”. Tetapi bila keluarga Anda sekarang ini amburadul, dan kritis ibarat telur di ujung tanduk, apakah Anda masih percaya semua itu sudah takdir Allah, atau nasib yang sudah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa? Yang benar aja! Mungkinkah Allah yang Maha Baik menakdirkan yang buruk dan jahat untuk Anda? Hati-hati! Jangan sampai Anda terjebak memfitnah Tuhan!
Sejak manusia pertama Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, Kitab Suci menyaksikan bahwa semua manusia di dunia ini juga lahir dengan pikiran dan hati yang tercemar oleh dosa (Roma 3:23). Hal ini membuat manusia meleset dalam pengenalannya terhadap Allah, terhadap manusia termasuk dirinya sendiri, dan terhadap alam semesta. Walaupun demikian Allah tetap menghargai “kehendak bebas” yang diberikanNya kepada manusia; termasuk dalam hal memilih dan menentukan jodoh dalam hidup pernikahannya. Namun sayang, manusia yang gagal dalam pernikahannya seringkali memakai konsep “jodoh ditentukan Tuhan” [Teologi Takdir] untuk membenarkan diri, dan melemparkan kesalahan kepada Allah dan orang lain, lalu mengambil keputusan untuk bercerai.
Coba perhatikan contoh dibawah ini. Sinyo yang sudah menikah dua tahun merasakan hubungannya dengan istrinya tidak harmonis. Hampir setiap hari keluarganya diwarnai dengan percekcokan yang membuatnya stress, frustrasi dan putus asa. Istrinya, Nonik yang juga sudah tidak tahan, berkata dalam kepada Sinyo, “Melihat keadaan keluarga kita, saya rasa kayaknya kau bukan jodohku yang sudah ditakdirkan Tuhan.”
“O ya? Kok saya juga berpikir hal yang sama? Memang kau bukanlah ‘tulang rusukku’ yang tepat. Makanya tidak pernah pas”, jawab Sinyo tersenyum setuju. “Kalau begitu seharusnya kita bercerai saja dan masing-masing mencari jodoh kita yang sesungguhnya – yang terbaik, yang pas, yang ditentukan Tuhan dari sejak semula. Setuju?”, lanjut Sinyo dengan nada yakin sambil menantang Nonik.
“Saya setuju! Besok kita ke pengadilan bersama pak pendeta”, jawab Nonik menerima tantangan suaminya.
Konsep “Teologi Takdir” yang percaya bahwa “Jodoh itu ditentukan Tuhan” sesungguhnya memiliki beberapa ranjau yang amat berbahaya. Antara lain:
“Teologi Takdir” sesungguhnya adalah teologi yang menghasilkan sikap hidup yang negatif, yang melarikan diri dari tanggung jawab pribadi, dan yang diperalat oleh Iblis untuk memfitnah dan menuduh Allah itu jahat. Alkitab memberitahukan kita bahwa Allah memberikan prinsip-prinsip absolut dalam membangun sebuah keluarga yang harmonis dan bahagia. Siapapun dia, asal sungguh-sungguh mentaati prinsip Firman Tuhan tersebut, keluarganya pasti akan bahagia. Jadi, kebahagiaan pernikahan tidak tergantung kepada pribadi tertentu [jodoh yang khusus] – yang ditentukan oleh Allah, melainkan tergantung kepada ketaatan kita kepada Firman Tuhan. Prinsip-prinsip itu adalah:
Semua prinsip Alkitab diatas adalah mutlak sifatnya. Artinya, harus ditaati agar memperoleh kebahagiaan yang sejati. Hal-hal lainnya misalnya: umur, suku, pendidikan, kekayaan, status sosial, kecantikan, kecakapan, dan sejenisnya, adalah relatif sifatnya. Artinya, tidak menentukan kebahagiaan. Hanya soal selera pribadi saja.
Salam Kasih,
Eddy Fances
April 2010
| ||||||||||||
| ||||||||||||
| ||||||||||||
|
| - The Ugly Duckling From Berkeley |
| Rating: 272 |
| - Utama: Daftar 100 Orang Paling Berpengaruh Di Dunia |
| Rating: 199 |
| - 22 KHASIAT BAWANG PUTIH |
| Rating: 177 |
| - RAYMOND DISUNTIK OBAT SAKIT JIWA SEBELUM USAHA DEPORTASI |
| Rating: 165 |
| - 10 Cerita Heboh Karena Facebook (Bagian II) |
| Rating: 132 |
| - K-Video: "Perempuan Berkalung Sorban" |
| Rating: 89 |
| - Eulogy untuk Gusdur oleh Romo Mutiara Andalas |
| Rating: 69 |
| - Hidupku Direngkuh Sahabat |
| Rating: 61 |
| - 14 Cara mengurangi Global Warming |
| Rating: 51 |
| - Seni: Seni Kreatif Membuat Layang-layang |
| Rating: 50 |