| Rate This Article: | ||
|
Singapura dan Malaysia adalah dua negara di Asia yang cukup berkembang pesat saat ini. Termasuk dalam hal pembangunan pariwisatanya. Kedua negara ini menjalankan segala upaya promosi untuk menarik turis asing ke negaranya.
Pertanyaan yang muncul, bagaimana sih cara mereka menarik wisatawan? Pertanyaan lain, kalau boleh, mengapa Indonesia yang notabene lebih “kaya” dan lebih “berwarna” justru kalah jauh?
Singapura mempunyai moto yang menarik, yaitu Uniquely Singapore. Sedangkan Malaysia mencoba moto baru yang juga sangat memikat, yaitu Truly Asia, yang berarti Malaysia merupakan Asia yang sejati. Walau kita semua tahu, Indonesia-lah yang lebih layak menyandang predikat itu.
Uniquely Singapore merupakan brand atau tagline dari Singapura yang dijadikan moto untuk memudahkan orang untuk mengingat negara tersebut.
Uniquely Singapore dapat diartikan Secara Unik Singapura, atau lebih tepatnya, Singapura adalah Unik. Walau –sekali lagi- Indonesia lebih pantas disebut unik. Tapi baiklah, keunikan inilah yang diangkat Singapura. Mulai dari surga belanja para wisatawan hingga acara-acara festival unik yang sering diadakan Singapura.
Uniquely Singapore juga mengangkat keanekaragaman Singapura yang terdiri dari berbagai budaya, bahasa, sejarah hingga segi modern Singapura. Pemerintah Singapura juga giat menggelar The Great Singapore Sale (GSS) yang diadakan setiap tahun dan menjadikannya sebagai event yang paling ditunggu-tunggu para wisatawan asing.

GSS yang diadakan tiap Juni tersebut mampu mendongkrak persentase wisatawan yang berkunjung ke Singapura. Di GSS ini ada beranekaragam barang yang didiskon mulai produk barang elektronik, fashion, perhiasan, audio video, cindera mata hingga perlengkapan rumah tangga.
Selain GSS, Singapura mempunyai cara yang cukup efektif dalam mempromosikan negaranya, yakni dengan gencar melakukan promosi melalui internet, media cetak dan media televisi. Negara ini memperoleh penghargaan atas usahanya dalam mempromosikan negaranya. Singapura berhasil mendapatkan rekor dunia sebagai dengan mencapai target pariwisata sebesar US$ 12,4 miliar dan 9,7 juta pengunjung.
Sesungguhnya Singapura termasuk dalam 20 negara terkecil di dunia, dengan total daratan hanya sekitar 682,7 kilometer persegi. Kurang lebih setengah dari wilayah DKI Jakarta. Begitu pun, kehebatannya melebihi besar pulau tersebut. Singapura memiliki simbol, yaitu Merlion, makhluk separuh ikan separuh singa, yang mampu membuat Singapura diingat wisatawan mancanegara.
Sedangkan Malaysia pada 2007 ini menargetkan delapan juta wisatawan asing. Dalam menarik wisatawan, Malaysia cukup giat melakukan promosi dan mengadakan agenda tur setiap bulannya. Malaysia mempromosikan murahnya paket wisata yang ada untuk menggaet wisatawan asing.
Singapura memiliki badan pariwisata sendiri, yaitu Singapore Tourism Board (STB), dan Malaysia mempunyai Malaysia Tourism Promotion Board (MTPB). Singapura sendiri dalam menarik wisatawan mengandalkan event-event yang diadakan di Singapore. Sedangkan Malaysia lebih menjual pariwisata tradisional.
Jelas Singapura dan Malaysia benar-benar serius dalam mempromosikan negaranya masing-masing. Kedua negara tersebut berusaha meningkatkan
segmen pariwisata dengan segala upaya. Malaysia memanfaatkan ke-tradisional-nya dan ke-modernnya. Seperti halnya Menara Kembar Petronas yang menjadi salah satu tempat tujuan wisatawan asing.
Maka kedua negara itu selalu kebanjiran wisatawan asing. Bukan seperti kita yang benar-benar kebanjiran air dan banjir musibah. Itu semua karena potensi, komitmen dan keseriusan diramu menjadi daya tarik membangun sektor pariwisata yang ada. Sekarang tinggal kita lihat bagaimana Indonesia mencontoh kedua negara tersebut.
Apakah Indonesia akan mencoba mengekor kesuksesan Singapura, berusaha mensejajarkan diri dengan Malaysia, atau terus terpuruk akibat banyaknya musibah di Indonesia? Indonesia sendiri bukan tak punya apa-apa. Dengan ribuan pulau yang ada, bahkan sekitar 7.000an pulau belum punya nama, dan banyak daya tarik lainnya, potensi yang ada bukan lagi ecek-ecek.
Tinggal kita bisa atau tidak menjadikan semua itu sebagai “mesin uang” yang diminati orang yang sebenarnya memang memerlukan tempat rekreasi di tengah sesak dan hiruk pikuknya dunia ini. Pilihannya adalah bangkit mengejar ketinggalan dan melupakan “indahnya” masa lalu atau terus terpuruk dan kalah.
(chika dari berbagai sumber/ sumber foto: www.wikipedia.org)
| ||||||||||||
| ||||||||||||
|
| - The Ugly Duckling From Berkeley |
| Rating: 272 |
| - Utama: Daftar 100 Orang Paling Berpengaruh Di Dunia |
| Rating: 209 |
| - 22 KHASIAT BAWANG PUTIH |
| Rating: 197 |
| - RAYMOND DISUNTIK OBAT SAKIT JIWA SEBELUM USAHA DEPORTASI |
| Rating: 166 |
| - 10 Cerita Heboh Karena Facebook (Bagian II) |
| Rating: 137 |
| - K-Video: "Perempuan Berkalung Sorban" |
| Rating: 90 |
| - Eulogy untuk Gusdur oleh Romo Mutiara Andalas |
| Rating: 69 |
| - Hidupku Direngkuh Sahabat |
| Rating: 63 |
| - Seni: Seni Kreatif Membuat Layang-layang |
| Rating: 59 |
| - 14 Cara mengurangi Global Warming |
| Rating: 56 |