| Rate This Article: | ||
|
Menteri Kebudaya-an dan Pariwisata Jero Wacik menyatakan, dampak penyebaran Flu Burung terhadap kunjungan pariwisata mancanegara ke Indonesia belum menampakkan pe-nurunan yang signifi kan. Diingatkannya, apabila penanganan wabah fl u burung tidak dilakukan se-cara serius, tidak mustahil akan menyebabkan penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang secara kumulatif akan menjadi potential loss yang mempunyai efek cukup besar bagi perekonomian Indonesia.
Untuk mengantisipasi dampak penyebaran virus Flu Burung, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata secara nasional telah memiliki panduan penanganan krisis industri pariwisata yang dapat dijadikan rujukan penanganan endemik Flu Burung. Dikatakannya, pihaknya juga telah mengajukan usulan adanya pusat krisis industri pariwisata dampak Flu Burung di departemennya yang dikoordinasi oleh Menko Kesra yang disinergikan dengan berbagai instansi terkait.
Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam penanganan krisis industri pariwisata adalah sesuai panduan yang disepakati negara-negara yang tergabung dalam World Tourism Organization (WTO), yakni pada masa pra krisis, selama berlangsung krisis dan pasca krisis. Mengenai pra krisis, katanya, jangan menganggap enteng dampak fl u burung yang akan timbul terhadap kepariwisataan, khususnya akibat penyebaran virus yang mendadak, atau secara bertahap makin membahayakan dan mematikan.
Selama berlangsung krisis, menurutnya, penanganan yang tidak professional akan membuat situasi rumit bagi daerah tujuan (destination) yang dikunjungi wisatawan, sedangkan dalam pasca upaya pemulihan perlu kerja keras, khususnya dalam hal komunikasi dan promosi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor pariwisata di Indonesia tidak bergerak maju, bahkan jumlah wisatawan mancanegara yang masuk Indonesia justru semakin menurun.
Pada September 2006, jumlah wisatawan mencapai 333,5 ribu orang atau turun 2,87 persen dibanding Agustus 2006 yang jumlahnya 343,4 ribu orang. Menurut Kepala BPS Rusman Heriawan, sejak Januari hingga September 2006, jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia mencapai 2,93 juta orang. Jumlah ini menurun 9,26 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sejumlah 3,23 juta orang. “Jadi selama sembilan bulan, pariwisata belum recovery,” katanya.
Bali yang juga menjadi favorit turis asing juga tidak banyak kemajuan dalam pariwisata. Jumlah pariwisata yang berkunjung ke Bali turun 0,21 persen, yaitu dari 124,8 ribu orang pada Agustus 2006 menjadi 124,5 ribu orang pada September 2006. Bulan Agustus sempat menjadi perbaikan di sektor pariwisata. Salah satunya ditunjukkan dengan tingkat hunian kamar hotel berbintang di 10 daerah tujuan wisata. Tingkat hunian mencapai rata-rata 48,62 persen, naik 1,87 poin dibandingkan bulan Juli yang besarnya persen 46,62 persen.
Rata-rata lama menginap tamu asing dan domestik di hotel berbintang pada Agustus lalu juga meningkat. Peningkatan sebesar 0,21 hari yaitu dari 2,23 hari pada Juli menjadi 2,44 hari pada Agustus. Daftar yang didapat kabari dari beberapa sumber, kini Indonesia menempati peringkat ke-60 indeks daya saing perjalanan dan pariwisata dari 124 negara. Swiss menempati urutan teratas, diikuti Austria, Jerman, Islandia, dan USA. Lima negara lainnya yang masuk kelompok sepuluh teratas adalah Hongkong, Kanada, Singapura, Luksemburg dan Inggris. Sementara urutan terbawah dari daftar peringkat tersebut ditempati Chad.
Di antara negara-negara Asia, peringkat Indonesia tampak lebih baik dibanding dengan Pakistan ke-103, Kamboja ke-96, Vietnam ke-87, China ke-71, Kuwait ke- 67, dan India ke-65. Indonesia berada di bawah Brazil yang berada di peringkat 59 dan satu peringkat di atas Serbia dan Montenegro yang berada di peringkat 61.
Turun 18,74 Persen BPS mencatat kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada Januari 2007 mengalami penurunan sebesar 18,74 persen bila dibandingkan Desember 2006. Tetapi bila dibandingkan dengan Januari 2006, kunjungan wisatawan naik 6,91 persen. Jumlah wisatawan yang datang ke Indonesia melalui 15 pintu masuk pada Januari 2007 mencapai 317,6 ribu orang, sedangkan Januari 2006 sebanyak 279 ribu orang. BPS juga mencatat jumlah penumpang angkutan udara domestik pada Januari 2007 mencapai 215 juta atau turun 18,67 persen dibanding Desember 2006.
Berdasarkan prestasi yang pernah dicapai pada masa-masa lalu, target 2007 berkisar antara 5,25 juta sampai dengan 5,50 juta wisatawan mancanegara dengan andalan pada tiga pintu utama, yaitu Ngurah Rai, Soekarno Hatta, dan Batam. Adapun langkah-langkah strategis pemerintah untuk pembangunan bidang kebudayaan dan kepariwisataan tahun 2007 adalah:
Terlepas dari musibah-musibah yang terjadi, potensi pariwisata Indonesia amat besar, dengan keanekaragaman sumber daya alam dan budaya. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia (BPI/Indonesia Tourism Board) dihidupkan kembali untuk mengkoordinasi promosi pariwisata Indonesia demi mengejar enam juta target wisatawan tahun 2007.
Salah satu cara untuk mencapai target tersebut, Jero Wacik “menjual” kebudayaan dan pariwisata Indonesia ke pameran pariwisata terbesar di dunia, Internationale Tourismus Borse (ITB), di Berlin, Jerman pada 7-11 Maret 2007. (pipit)
|
| - The Ugly Duckling From Berkeley |
| Rating: 272 |
| - Utama: Daftar 100 Orang Paling Berpengaruh Di Dunia |
| Rating: 200 |
| - 22 KHASIAT BAWANG PUTIH |
| Rating: 177 |
| - RAYMOND DISUNTIK OBAT SAKIT JIWA SEBELUM USAHA DEPORTASI |
| Rating: 165 |
| - 10 Cerita Heboh Karena Facebook (Bagian II) |
| Rating: 132 |
| - K-Video: "Perempuan Berkalung Sorban" |
| Rating: 89 |
| - Eulogy untuk Gusdur oleh Romo Mutiara Andalas |
| Rating: 69 |
| - Hidupku Direngkuh Sahabat |
| Rating: 62 |
| - 14 Cara mengurangi Global Warming |
| Rating: 51 |
| - Seni: Seni Kreatif Membuat Layang-layang |
| Rating: 50 |