kabari flag 2
 
 
 Web  Majalah Kabari 
 
Industri Perak Kotagede, Bertahan di Tengah Krisis
Rate This Article:
-1
Slide Show
ABOUT THE AUTHOR

Rupiah ikut merosot tajam setelah krisis ekonomi global menerjang dunia. Industri kerajinan perak untuk pasaran ekspor pun lesu menanti pasar potensial.

Siapa yang tak mengenal industri perak dari Kotagede? Kawasan living museum heritage yang sohor karena nilai historisnya itu, memang dikenal luas sebagai salah satu sentra industri kerajinan perak dunia bersama daerah Kamasan, Bali. Kotagede yang terletak sekitar 7 KM arah Tenggara Kota Yogyakarta ini, pada masanya sempat menjadi muasal Kerajaan Mataram Islam, yang menurunkan Dinasti Raja-Raja Mataram Jawa, Surakarta dan Yogyakarta.
Tak heran, sebagai salah satu sentra industri kerajinan di Yogyakarta. Kawasan Kotagede telah berkembang pesat menjadi magnet tersendiri bagi kunjungan wisata domestik dan manca di Yogyakarta. Selain memiliki nilai historis yang kental, Kotagede identik dengan kerajinan peraknya yang telah mendunia.

Krisis Finansial Global
Meski begitu, krisis ekonomi global yang mengguncang dunia tak luput membawa dampak bagi dinamika pasar kerajinan logam akan halnya industri perak Kotagede. Pasalnya, nilai tukar rupiah yang semakin melemah ikut mempengaruhi neraca ekspor kerajinan perak ini ke seluruh penjuru dunia. Dan imbasnya hampir bisa ditebak, permintaan mulai menurun serta para pengrajin mulai mengurangi jumlah produksinya.

“Kendati disinyalir hanya berlangsung dua tahun. Krisis finansial dunia ini, membawa dampak yang cukup signifikan dalam industri perak dunia," tandas Priyo Jatmiko Salim membuka perbincangan. Apa yang diutarakan pemilik industri perak rumahan Salim Silver ini, tentu bukan tanpa alasan. “Ini salah satu ujian terberat kami sebagai salah satu eksportir dan pemasok industri kerajinan perak dunia," paparnya geram mencermati situasi ekonomi dunia yang tak menentu belakangan ini.

Lihat saja, berturut-turut hantaman krisis menerpa industri perak Kotagede. Mulai dari bencana gempa bumi Mei 2006, krisis BBM, travel warning dan kini krisis finansial yang dimulai di AS.
Imbas melemahnya nilai tukar rupiah ini berdampak pula pada industri kerajinan perak Kotagede. Apalagi nilai tukar rupiah sempat menembus level Rp 10.000 beberapa pekan terakhir, tentu saja hal ini membuat panik para pengrajin perak. Mau tak mau, ongkos produksi pun naik. Dan akhirnya harga barang pun menjadi naik. Jika harga naik, pasar pun mulai lesu karena daya beli menurun tajam. Sebaliknya, tak juga membuat industri berbasis ekspor untung karena permintaan menurun akibat pasar global yang ikut lesu.

Harga bahan perak memang kini meningkat drastis. Yang semula berkisar 400 ribu rupiah per kilogramnya, dalam enam bulan saja melonjak menjadi 3 juta rupiah, bahkan tak lama berselang sempat menembus harga 6.5 juta rupiah, dan turun lagi di kisaran 4 jutaan rupiah per kilogramnya hingga kini. “Kami harus menyiasati produksi dan pasar jika ingin tetap eksis di tengah krisis." tandas Priyo bersemangat. Meski seperti diakuinya, belum lama ia terpaksa harus menutup salah satu gerainya.

Langka Pengrajin
Apabila situasi ini terus terjadi, kelangsungan industri perak Kotagede bisa tinggal cerita. Setelah gempa saja, mereka sudah banyak yang menutup usahanya. “Jika produksi terus menurun, otomatis pengangguran tak dapat terelakkan. Kondisi ini, tak baik bagi stabilitas ekonomi dan keamanan tanah air, khususnya bagi para pengrajin perak Kotagede," papar pengamat dan pemerhati seni budaya Kotagede, M. Natsir mengingatkan.

Lebih jauh dikatakan oleh Natsir, sebelum gempa para pengrajin perak di Kotagede berkisar 650 orang, pasca gempa menurun drastis menjadi sekitar 125 orang. Sekarang malah tinggal 100-an orang yang masih bertahan di beberapa gerai pengrajin perak yang berjumlah 25-an buah di seputaran Kotagede dan sekitarnya. “Ini penurunan yang sangat drastis, dan menjadi tantangan tersendiri bagi para pengrajin perak, bagaimana bisa menyiasati pasar tanpa mengorbankan industri dan nilai historis yang ada." ungkapnya lagi.

Apa yang di utarakan Natsir memang bukan tanpa alasan. Mengingat kondisi itu, masih diperparah oleh aturan pemerintah soal pajak pembelian sebesar 10 persen dari harga beli yang dianggap semakin memperburuk serta menyusahkan para pengusaha dan pengrajin industri perak untuk bersaing di pasar global. “Sebagai pengrajin, kami sangat berharap langkah konkret pemerintah untuk bisa lebih bijaksana melihat situasi yang terjadi," sergah Priyo saat ditemui Kabari di workshop, sekaligus showroomnya di daerah Kebohan KG 3/547, Kotagede, Yogyakarta.

“Saya harus optimis, meski order masih belum terlalu banyak. Karena bagaimanapun juga, kami sudah memiliki pasar tersendiri yang terus mendukung kami.” jelas generasi ketiga pengusaha perak yang juga penghobi dunia fotografi itu yakin.
Konsumen setia Salim Silver hampir 70 persen adalah pasar Amerika, dan 30 persen lainnya untuk Eropa dan Asia. Apalagi menurutnya, bagaimanapun buyers industri kerajinan perak ini pun masih didominasi orang luar. “Bagi kami, menaikkan harga sih gampang, tapi apa gunanya kalau tidak ada yang membeli?” tanyanya.

Kalau sudah begini, posisi industri kerajinan perak menjadi serba susah. Tak hanya di pasaran domestik, untuk menjual produknya di pasar global pun setali tiga uang. “Untuk itu, peran pemerintah sangat dinanti untuk merealisasikan langkah dan strategi yang jitu agar dapat keluar dari masalah ini.” harap Natsir kemudian.

(Foto: Pandhu)

Untuk Share Artikel ini, Silakan Klik www.KabariNews.com/?32210

Mohon Beri Nilai dan Komentar di bawah Artikel ini

______________________________________________________

Supported by :

BusLoan

Post A Comment
* Indicates required information
Comment Title:
* Comments:
Nickname:
* Validation:
Comments 2 comments for this article
Added: July 17, 2010. 03:23 PM GMT
perak jogja
untuk info lebih lanjut mengenai perak jogja, bisa berkunjung ke toko kami www.perakjogja.com
Anonymous
Added: May 09, 2010. 07:42 AM GMT
Toko Online Perak Jogja
Untuk info lebih lanjut mengenai perak silakan kunjungi toko online kami di perakjogja.com
PerakJogja.Com
Google