| Rate This Article: | ||
|
Anda sering marah-marah jika meminta anak untuk membereskan mainannya usai mereka bermain. Tidak mudah memang mengarahkan anak untuk disiplin, tapi dengan pendekatan lembut anak pun bisa ‘nurut’ tanpa harus membuang energi dengan marah dan mengancamnya.
Bersikap marah memang dianggap ampuh untuk menakuti anak agar menuruti setiap arahan orangtua. Namun Anda perlu tahu dampak yang akan dialami anak nanti, jadi ada baiknya jangan menciptakan hal-hal yang dapat menakuti atau mengancam. Mengajar anak supaya displin untuk masa depannya adalah hal yang baik, tapi tanpa marah pun anak bisa diajar untuk hidup disiplin.
Berikut ini cara pendekatan dari ‘hati ke hati’ untuk mengajarkan anak disiplin :
Kenalkan arti Konsekuensi
Memberi pengertian pada anak tidak dengan cara menakut-nakuti, tapi mengajarkan konsekuensi dari sudut negatif juga positifnya. Figur seorang ibu sangat dibutuhkan untuk tumbuh perkembangan anak. Apa jadinya jika sejak kecil ia merasa terancam dan punya perasaan tidak enak pada orang tua? Memberi pilihan saat anak susah makan, misalnya “Kalau kamu makannya habis, nanti mama akan temani kamu main, tapi kalau tidak habis, kamu main sendiri ya?”. Dengan perkataan seperti itu anak bisa mulai belajar memilih negatif dan positifnya suatu ‘perintah’, sehingga anak pun bisa belajar mengikuti peraturan tanpa harus takut dan terancaman dengan figur tertentu.
Didik anak dengan konsisten

Menerapkan ucapan dengan tindakan harus konsisten. Jadi, apabila Anda mulai memberi perintah, Anda pun harus berpegang dengan perintah yang Anda buat. Misalkan, si anak tidak mau membersihkan mainannya, Anda pun boleh menghukumnya dengan tidak mengizinkan anak menonton film kartun favoritnya. Anda harus konsisten dengan tidak menyalakan televisi selama masa hukuman anak berlaku, jangan merasa iba lantas luluh dengan tangisan atau rengekan anak. Jika Anda luluh, anak pun bisa berpikiran Anda marah hanya sebentar saja, dan akhirnya rencana mendisplinkan anak pun gagal. Setelah selesai masa hukuman, jangan lupa untuk menjelaskan kepada anak, kenapa ia dihukum, sehingga bisa menjadi pelajaran untuknya di esok hari.
Beri hadiah dan pujian, tapi?

Memberikan sesuatu pada anak bukan bermaksud untuk memanjakannya. Setiap pujian atau hadiah yang Anda berikan setelah anak menuruti perintah orang tua. Tidak selalu berupa barang, kebiasaan yang disukai anak pun bisa dijadikan sebagai hadiah bagi si anak. Bebas main di luar rumah, dapat cokelat, 1 jam ekstra nonton televisi pun bisa dianggap spesial bagi si anak. Tapi hadiah itu bisa kapan saja dicabut jika tidak menurut. Cara ini untuk memberikan efek jera, sehingga saat anak tidak berbuat kesalahan atau tidak mengulanginya lagi.
Harus kompak

Kekompakan kedua orangtua jadi jembatan paling utama untuk
mendisiplinkan anak. Jangan sampai si ibu misalnya bertindak sebagai
‘satpam’ yang tidak lelah memberi aturan dan teguran, ternyata sang ayah
malah jadi pelindung yang selalu membela si anak. Cara ini salah,
karena saat anak mendapat teguran, ia akan segera mencari benteng
perlindungan untuk menangkal aturan dan hukuman.
Bicarakan masalah bersama pasangan, agar tercipta kekompakan untuk
mendisiplinkan anak. Bila ada perbedaan pendapat, sebaiknya jangan
dibicarakan di depan anak.
(pipit)
Untuk share artikel ini, Klik www.KabariNews.com/?37258
Untuk melihat artikel parenting lainnya, Klik di sini
Mohon beri nilai dan komentar di bawah artikel ini
_____________________________________________________
Supported by :

| ||||||||||||
| ||||||||||||
|
| - The Ugly Duckling From Berkeley |
| Rating: 272 |
| - Utama: Daftar 100 Orang Paling Berpengaruh Di Dunia |
| Rating: 209 |
| - 22 KHASIAT BAWANG PUTIH |
| Rating: 197 |
| - RAYMOND DISUNTIK OBAT SAKIT JIWA SEBELUM USAHA DEPORTASI |
| Rating: 166 |
| - 10 Cerita Heboh Karena Facebook (Bagian II) |
| Rating: 137 |
| - K-Video: "Perempuan Berkalung Sorban" |
| Rating: 90 |
| - Eulogy untuk Gusdur oleh Romo Mutiara Andalas |
| Rating: 69 |
| - Hidupku Direngkuh Sahabat |
| Rating: 63 |
| - Seni: Seni Kreatif Membuat Layang-layang |
| Rating: 59 |
| - 14 Cara mengurangi Global Warming |
| Rating: 56 |