PARENTING
Orangtua ‘wajib’ Teliti Memilih Pengasuh Anak
Rate This Article:
0
ABOUT THE AUTHOR

Merawat bayi memang lebih ringan jika dibantu oleh pengasuh atau Baby Sitter. Tapi jangan langsung menyerahkan dan percaya sepenuhnya kepada pengasuh sebelum Anda benar-benar mengenal dan tahu latar belakang si pengasuh. Kasus kekerasan yang dilakukan pengasuh terhadap anak seringkali terjadi, hal inilah yang perlu diwaspadai agar jangan sampai menimpa Anda.

Berbagai kasus kekerasan seperti membentak, memukul, mencubit, menendang tidak bisa dibiarkan, bila Anda mendapati pengasuh yang kerap melakukan kekerasan itu. Anda harus segera bertindak sebelum hal buruk menimpa anak. Belum lagi kasus-kasus penculikan yang dilakukan pengasuh. Sampai saat ini pihak berwajib masih berupaya keras untuk mengungkap kasus-kasus penculikan dan penjualan anak yang disinyalir melibatkan sindikat internasional.

Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam memilih pengasuh anak?

1. Bila tidak ada rekomendasi dari orang biasa yang Anda percayai (teman, saudara, dan sebagainya), pergilah ke yayasan yang sudah terkenal dan reputasinya baik. Anda bisa bertanya pada orang lain yang telah lebih dulu menjadi pelanggan yayasan tersebut. Walau bukan jaminan, nama yayasan yang telah terkenal bisa membuat pengurusnya berupaya untuk memberikan yang terbaik bagi pelanggannya. Selain itu, yayasan yang resmi dan baik juga membuat Anda mudah menyampaikan keluhan dan menuntut bila kelak ada sesuatu yang tidak terduga terjadi (contoh: anak terjatuh dan Anda ingin mengganti pengasuh, dan semacamnya).

2. Pada saat memilih pengasuh anak, lakukan wawancara dengannya dan perhatikan caranya menjawab. Apakah cakap, sopan, dan menunjukkan kecerdasan yang cukup sesuai dengan kondisi rumah Anda. Ingat, mengasuh anak bukan pekerjaan mudah. Bila seorang pengasuh bayi tidak paham akan segala perabotan di rumah, ia juga akan menjadi beban dan mungkin mencelakakan anak yang diasuhnya.

3. Benarkah ia suka anak-anak? Lontarkan pertanyaan ini, walaupun bisa saja ia berbohong. Karena itu, kejar dengan pertanyaan lain, seperti apakah ia dulu mengasuh adik atau keponakannya? Apa pengalamannya yang berkesan saat mengasuh anak? Apa yang paling ia sukai saat mengasuh anak?

4. Lihat, apakah ia tergolong pencinta kebersihan. Bayi identik dengan kebersihan, sebab itu, siapa pun yang berada dekat bayi, harus bersih dan tidak membawa kuman penyakit. Perhatikan penampilan calon pengasuh anak Anda, apakah ia cukup teliti dalam berpakaian? Apakah penampilannya sebagai orang yang jorok ataukah rapi?

5. Pengalamannya bekerja. Bila Anda memilih pengasuh anak senior, artinya ia telah pernah bekerja. Tanyakan pengalamannya tentang mengasuh anak, di mana saja ia bekerja, dan mengapa ia berhenti (boleh jadi ia bukan dipecat, misalnya majikan pindah ke luar kota dan lain sebagainya). Alasannya berhenti mungkin akan berpengaruh pada penilaian Anda, bila ia mengatakan tidak suka bekerja dengan majikan yang terlalu galak misalnya.

6. Caranya mengasuh anak. Tanyakan beberapa hal yang intinya merupakan ujian untuk kecakapannya, seperti bagaimana caranya memandikan bayi, apa yang harus dilakukan bila bayi demam, bagaimana menyendawakan bayi, dan semacamnya.

7. Teliti jawaban dan pendapatnya. Maksudnya, apakah dalam wawancara singkat itu terlihat, bahwa Anda dan dia memiliki kesesuaian dalam mengasuh anak. Seperti, bahwa Anda tetap akan terlibat dalam pengasuhan, kendati berada di kantor. Jika ia lebih suka segala sesuatu berada di tangannya, berarti mungkin ia tidak cocok buat mengasuh anak Anda.

8. Uji kesehatan. Karena bayi tergolong rentan, usahakan memperoleh pengasuh yang sehat. Bila mana ia menderita bronchitis misalnya, mungkin ia tidak dapat diterima sebagai pengasuh. Begitu pula halnya bila ia mengidap penyakit menular lainnya. Akan lebih baik jika calon pengasuh itu bisa menunjukkan surat kesehatan dari dokter mengenai dirinya.

9. Gunakan intuisi. Memang, gambaran tentang pengasuh anak yang ideal belum tentu ada dalam diri seorang calon pengasuh anak. Namun, cobalah gunakan intuisi, sehingga Anda bisa merasa lebih pasti. Manfaatkan waktu sebulan sebelum Anda kembali bekerja untuk menilai apakah ia dapat dipercaya untuk mengasuh bayi Anda.

(Pipit)

Untuk share artikel ini, Klik www.KabariNews.com/?37512

Untuk melihat artikel parenting lainnya, Klik di sini

Mohon beri nilai dan komentar di bawah artikel ini

_____________________________________________________

Supported by :




 
 
 
Post A Comment
* Indicates required information
Comment Title:
* Comments:
Nickname:
* Validation:
0 comments for this article Reverse Comment Order
Google