NUSANTARA
Nusantara: SURAMADU SAINGI GOLDEN GATE
Rate This Article:
3

Tanggal 10 Juni 2009 ini, jembatan nasional Suramadu (Surabaya -Madura) akan dioperasikan. Jembatan yang dikerjakan mulai Agustus 2002 itu kini sudah rampung dan sejak hari Sabtu (6/6) telah disterilkan untuk diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Jembatan nasional Suramadu tergolong fenomenal karena menjadi jembatan terpanjang di Indonesia yang menghubungkan dua pulau besar, yakni Pulau Jawa (Surabaya) dan pulau Madura.  Tujuan pembangunan jembatan ini adalah untuk  meningkatkan arus ekonomi antara pulau Jawa dengan pulau Madura.

Photobucket

Dari segi konstruksi, jembatan ini terdiri dari tiga bagian utama.  Causeway sisi Surabaya sepanjang 1.458 m, causeway sisi Surabaya 1.458 m dan bentang tengah   2.162 m yang terdiri dari dari dua approach bridge masing-masing 672 m dan main bridge sepanjang 818 m. Total keseluruhan panjang jembatan ini mencapai 5.438 m (5,43 km).

Sementara lebarnya 30 meter terdiri dari dua jalur bolak-balik. Masing-masing jalur (15 meter) dibagi menjadi dua meter untuk jalur lambat dan tujuh meter untuk jalur cepat. Di sisi terluar masing-masing jalur terdapat jalur sepeda motor selebar 2,75 meter.

Letak titik penyebarangan di Surabaya jembatan ini sengaja tidak berada di bibir pantai terdekat dengan pulau Madura misalnya Perak, Sukolilo atau Gresik, melainkan  berada di daerah Kenjeran, tepatnya di Kelurahan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran.

Photobucket

Pertimbangannya, lintasan kapal relatif kecil, lebih kecil dari 2000 GRT (Gross Registered Tonnase). Tidak mengganggu kebutuhan manuver kapal serta jauh dari lintasan feri. Kedalaman laut rata-rata 17 meter dan kondisi geologi memungkinkan biaya konstruksi yang lebih rendah. Sementara di Pulau Madura, ujung jembatan ini berada di di desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, kabupaten Bangkalan.

Kedua ujung jembatan merupakan daerah yang relatif datar dan terbuka, tidak banyak perumahan, dan dapat terhubung langsung dengan rencana jaringan jalan tol.  

Metode konstruksi untuk membangun jembatan ini menggunakan dua metode, metode cable stayed dan metode approach bridge. Metode ini dinilai cocok dilakukan untuk pekerjaan di laut dengan bentang 120 meter.

Salah satu kendala ketika melintas di jembatan ini adalah faktor cuaca. Menteri Perhubungan Jusman Syafi'i beberapa waktu lalu menyatakan bahwa ada sejumlah hal yang mesti diperhatikan pengendara, baik mobil maupun motor, ketika melintas jembatan Suramadu saat angin berhembus kencang.

Tak jarang, katanya, angin di atas selat madura itu  berhembus dengan kecepatan 40 sampai 60 kilometer per jam. Untuk itu, ingatnya, saat angin berhembus dengan kecepatan 40 kilometer per jam atau lebih, diingatkan pengendara roda 2 atau roda 4 yang berada dan melintas di atas badan jembatan Suramadu untuk tak bergerak. Peringatan kecepatan angin itu diinformasikan melalui perangkat yang disebut anemometer. "Pengendara tak bergerak jika ada warning kecepatan angin menunjukkan 40 kilometer per jam, Insya Allah tak ada masalah," ingatnya.  

Nantinya, jembatan Suramadu dioperasikan sebagai jalan tol dimana tanggung jawab operasional akan dipegang oleh PT Jasa Marga yang memang dikenal sebagai operator jalan tol.

Menyaingi Golden Gate

Dipercaya, jembatan nasional Suramadu akan menjadi ikon jembatan Indonesia, sepertinya halnya Golden Gate yang menjadi ikon kota San Francisco. Golden Gate di San Francisco sendiri panjangnya ‘cuma’ 2.722 meter.

Di Indonesia, jembatan nasional Suramadu merupakan terobosan yang boleh dianggap prestisius dan mengagumkan. Mimpi masyarakat Indonesia untuk memiliki jembatan megah dan panjang seperti yang dimiliki negara-negara di luar negeri akhirnya tercapai sudah.  Meski sebelumnya sudah punya jembatan Ampera (1.177 meter) di Palembang atau jembatan Kutai Kertanegara  (580 meter) di Tenggarong, Kalimantan Timur.

Photobucket

Jembatan nasional Suramadu  akan resmi dibuka Rabu besok (10/6), saat itulah seluruh rakyat Indonesia akan menyaksikan sejarah tiga konstruksi yang dicita-citakan tokoh artistek  terkenal Prof. Sedyatmo, terwujud.

Dua lainnya, yakni jembatan yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Sumatera  diatas Selat Sunda, dan antara pulau Jawa dengan Pulau Bali diatas Selat Bali, diharapkan segera menyusul.

Untuk share artikel ini, Klik www.KabariNews.com/?33198

Untuk melihat Berita Indonesia / Nusantara lainnya, Klik disini

Klik disini untuk Forum Tanya Jawab

Mohon beri nilai dan komentar di bawah artikel ini

________________________________________________________

Supported by :

Photobucket

 
 
 
Post A Comment
* Indicates required information
Comment Title:
* Comments:
Nickname:
* Validation:
2 comments for this article Reverse Comment Order
Added: August 21, 2009. 04:19 AM GMT
Walao panjang GG Bridge seperti yg anda ulas 'CUMA' 2722 meter (yg sebenrnya adalah 2737 Meter) toh GOLDEN GATE dibangun puluhan tahun yg lampau atau ditahun 1937 jauh sebelum SURAMADU ini ada. Kita boleh bangga tp jangan berlebihan dong dgn mengatakan MENYAINGI sang icon San Francisco tsb yg notabene Suramandu ga lebih adalah jiplakannya atau mencontoh dari sang Icon itu sendiri.
WL
Alert a moderator
Added: June 19, 2009. 04:01 AM GMT
Selamat
Saya turut bangga dengan adanya jembatan Suramadu, semoga akan dicontoh untuk pembangunan hal2 bermanfaat lainnya. Saya berharap pemerintah akan menindak tegas aparat/masyarakat yg menyalah gunakan keberadaan jembatan tsb. jangan sampai nantinya ada pedagang/pengamen/pengemis atau apa sajalah yg numpang di atas jembatan. selain akan berbahaya juga akan membuat pemandangan tidak sedap dan pasti akan timbul sampah dll. Selamat.
Jawul
Alert a moderator
Reverse Comment Order
Google