| Rate This Article: | ||
|
Bagi para
pecinta kuliner di
Mulai dari pedagang Bubur Ayam,
Nasi Uduk, Mie, Bakso, Sate Ayam, Sate Kambing, Nasi Goreng, Soto, Martabak,
Kue-Uue basah dan kering, hingga buah-buahan dapat diperoleh di sini.
Denyut nadi bisnis makanan di
Jalan Sabang berjalan hampir 24 jam, sehingga meski dating tengah malam pun, Anda masih dapat
menemui berbagai kedai makanan.
Lokasinya yang sudah identik
dengan pusat jajajan, membuat Pemerintah Provinsi DKI menetapkan Jalan Sabang
menjadi lokasi wisata kuliner. Selain menyuguhkan jajanan pinggir jalan, di
lokasi yang disebut Pusat Jajanan Sabang ini, juga tersedia kafe-kafe serta
restoran dan pusat perbelanjaan lainnya.
Namun ada beberapa hal yang
perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk makan di Sabang. Arus lalu lintas
yang padat di sepanjang jalan masuk kawasan Sabang, merupakan masalah. Hal ini
terjadi, karena ruas jalan yang sempit ditambah dengan tempat-tempat parkir di
bahu jalan tersebut.
Selain itu, pengamen dan
pengemis yang hilir mudik sepanjang lokasi adalah pemandangan yang akan sering
ditemui Namun bagi mereka yang memang pecinta jajanan, hal itu bukanlah
halangan. Cukup sediakan uang receh sebanyak mungkin, Anda dapat menikmati
suasana makan malam yang semakin malam semakin mengasyikkan.
Fariani (35), seorang penggemar
kuliner dari
Mengenai harga, ia menegaskan
harganya cukup murah, maka tidak heran saat disapa KabariNews.com dirinya
tengah melahap semangkuk kerang rebus bumbu pindang serta mie goreng spesial,
ditemani segelas jus jambu.
“Jalan kaki sambil menikmati
udara malam
Jika datang saat akhir pekan
atau malam Minggu, jangan kaget bila Anda harus rela menunggu giliran untuk
mendapatkan tempat duduk di kedai-kedai makanan di sini.
Ibrahim (46) pedagang sate di
sini menjelaskan, di hari biasa dia dapat menjual 500 tusuk sate dan
menghabiskan 30 gulung lontong. Sedangkan di akhir pekan, bisa menghabiskan
hingga tiga kali lipat sate dan lontong.
Selain makanannya yang membuat
air liur menetes, harga makanan di sini juga dijamin ‘gak nembak’ jadi tidak
akan menguras isi kantong. Misalnya, untuk seporsi sate ayam berisi 10 tusuk
lengkap dengan lontong, hanya Rp 15.000.
Sementara itu, untuk kenyamanan
para pengunjung, saat ini sudah ada lokasi yang menampung para pedagang makanan
agar lebih rapi dan tertata.
Lokasi yang diberi nama
“Kampung Kuliner Sabang” ini sedikitnya telah menampung 11 pedagang yang
sebelumnya berjualan di pinggiran kawasan Sabang. Mulai dari pedagang Sate,
Soto Ceker, Pepes, Soto, Bakso, Bakmi dan sebagainya bergabung di lokasi
tersebut.
Kampung Kuliner Sabang memang baru sekitar satu tahun didirikan yang dibantu oleh sebuah perusahaan minuman ringan. Tapi peminatnya tak pernah surut.. (arip)

|
| - The Ugly Duckling From Berkeley |
| Rating: 272 |
| - Utama: Daftar 100 Orang Paling Berpengaruh Di Dunia |
| Rating: 200 |
| - 22 KHASIAT BAWANG PUTIH |
| Rating: 177 |
| - RAYMOND DISUNTIK OBAT SAKIT JIWA SEBELUM USAHA DEPORTASI |
| Rating: 165 |
| - 10 Cerita Heboh Karena Facebook (Bagian II) |
| Rating: 132 |
| - K-Video: "Perempuan Berkalung Sorban" |
| Rating: 89 |
| - Eulogy untuk Gusdur oleh Romo Mutiara Andalas |
| Rating: 69 |
| - Hidupku Direngkuh Sahabat |
| Rating: 62 |
| - 14 Cara mengurangi Global Warming |
| Rating: 51 |
| - Seni: Seni Kreatif Membuat Layang-layang |
| Rating: 50 |