KISAH
K-Podcast: Merantau Ke Amerika Istri Selingkuh (Habis)
Rate This Article:
3

Sejak dia mendapat pekerjaan, semuanya tampak berjalan lancar. Robert mengaku meski sibuk, dia menyempatkan diri untuk berkomunikasi dengan keluarganya, baik via telepon atau surat.

Dua tahun kemudian, tepatnya tahun 1994 barulah muncul masalah dalam rumah tangga Robert. Rupanya selama di Amerika, istri Robert berselingkuh dengan pria lain hingga mengandung anak. Awalnya Robert sama sekali tidak tahu mengenai hal ini, bahkan informasi ini didapat dari pihak keluarganya, sementara dari pihak keluarga istrinya berusaha menutup-nutupi.

“Ketika itu saya dikirimi surat tanda lahir seorang bayi dari rahim istri saya dimana disebutkan Bapak dari jabang bayi itu adalah saya.Surat itu dikirim oleh orang tua saya. Pertanyaannya, bagaimana mungkin istri saya hamil lagi, sementara saya di Amerika tinggal bertahun-tahun?’ tanya Robert.
Bagai disambar petir di siang bolong, Robert mengaku sangat terkejut, sekaligus marah. Tapi dia mengaku tidak serta merta mempercayai surat-surat itu. Dia lalu menghubungi keluarganya untuk memastikan.

“Rupanya istri saya melahirkan pada bidan yang kebetulan kenal dengan marga Sirait, marga keluarga saya.Bidan itu kemudian melaporkannya kepada orang tua saya untuk memastikan apakah perempuan yang melahirkan itu adalah menantu mereka dengan menunjukan foto-foto,” kata Robert. Orang tua Robert pun mengamini bahwa wanita itu adalah menantunya sendiri.

Robert terkejut mendapat kabar ini dan ingin segera pulang ke Indonesia. “Waktu itu saya benar-benar sudah tidak punya pikiran apa-apa selain ingin pulang. Rasa marah, kecewa, sedih, campur aduk menjadi satu,” kata Robert.

Dia bahkan sempat merasa sangat marah hingga ingin membunuh istrinya dan pria selingkuhannya itu. “Pokoknya kalau saya pulang, biar saya bunuh mereka berdua, saya tak peduli,” ujar Robert geram.

Untungnya di saat sedang kalap seperti itu, teman-temannya dari Gereja selalu mengingatkan dirinya akan kebesaran Tuhan. Mereka menyarankan supaya Robert tidak pulang ke Indonesia dalam keadaan marah atau emosi.

Robert lalu menelepon mertuanya pada tahun 1996. Ketika itu mertuanya menjawab, bahwa semua itu adalah berita bohong dan menyatakan anak lelaki itu tidak ada. Mertuanya juga menyuruh dia pulang untuk membuktikannya sendiri. Mendengar jawaban mertuanya, Robert mengaku mempercayainya.

Sejak itulah Robert memegang kata-kata dari mertuanya, bahwa istrinya tidak selingkuh dan tidak melahirkan bayi. Robert lalu kembali menjalani hidup seperti biasa. Dia masih terus berkomunikasi dengan istri dan anaknya. Dia bahkan tetap mengirimkan uang setiap bulan untuk anak dan istrinya.

Kemudian pada tahun 2007, terjadilah suatu prahara di pihak keluarga istrinya soal pembagian warisan. Salah satu kakak dari istrinya, sebut saja bernama Bertha, kecewa dan menghubungi Robert. Bertha menceritakan peristiwa perselingkuhan istri Robert.

“Saya yang waktu itu sudah tidak mau mengutak-atik masalah, kaget. . Bertha bilang, perselingkuhan itu benar terjadi Anak hasil perselingkuhan itu diserahkan kepada salah satu famili dengan uang penggantian Rp.8 juta yang diterima mertua saya,” kata Robert.

Robert mengaku terkejut sekali, karena kakak dari istrinya juga menceritakan, bahwa pada bulan November 1999 istri Robert diam-diam menceraikan dirinya. Alasannya, karena Robert tidak memberikan nafkah selama bertahun-tahun. Robert memang sempat dipanggil pengadilan agama, tapi dia tiga kali tidak datang, sehingga putusan cerai pun keluar.

Menurut Robert lewat pengakuan Bertha, istrinya menceraikan dirinya hanya untuk kawin dengan lelaki selingkuhannya. Tapi setelah berusaha kawin, barulah ketahuan bahwa selingkuhannya sudah punya anak dan istri. Akhirnya istrinya malah tidak bisa kawin dengan selingkuhannya dan mulai mencari jalan untuk rujuk kembali.

Setahun kemudian setelah berusaha meminta rujuk dan Robert meluluskannya pada tahun 2000. Pertimbangan Robert, dia melakukan ini demi anak perempuannya. Istrinya kemudian mengatakan dia telah mengurus surat rujuk ke Gereja. “Istri saya bilang, surat rujuk sudah diperoleh, sehingga kami resmi kembali sebagai pasangan suami istri,” kata Robert.

Orangtua Robert lalu meminta surat rujuk itu, tapi hingga beberapa tahun surat rujuk tak pernah ada. Robert mengaku tidak tahu hukum perkawinan dan ketika itu dia mengiyakan saja. Setelah kembali berstatus suami istri kembali, dia pun rutin mengirim uang bulanan kepada anak dan istrinya.

Kemudian pada tahun 2007, setelah hampir tujuh tahun barulah dia tahu,bahwa hukum perkawinan Gereja tidak mengenal kata rujuk. Cara yang ditempuh adalah orang yang sudah bercerai harus datang ke Gereja dan menikah kembali.
“Jadi selama tujuh tahun itu saya dibohongi istri saya. Kalau saya tahu status saya adalah cerai dari dia, ngapain saya kirim uang untuk dia selama tujuh tahun ini?” kata Robert.

Robert juga mendapat cerita dari anaknya yang ketika itu sudah sudah kelas enam (SD) bahwa lelaki selingkuhan istrinya itu masih kerap datang ke rumah, sejak tahun 2000 sampai tahun 2003.

Sejak tahu dirinya kembali dibohongi, Robert sudah tidak percaya lagi kepada istrinya. Dia lalu memutuskan hanya akan mengirimkan uang kepada anak perempuannya yang bernama Marcella. Dengan statusnya yang jelas kini sebagai duda, Robert mengaku merasa lebih lega.

Bertemu Langsung Dengan Marcella Lewat Skype

Sejak Robert pergi ke Amerika beberapa tahun lalu, dia meninggalkan seorang istri dan anak perempuan yang ketika itu baru berumur 1 tahun bernama Marcella. Selama dia di Amerika dia memang rajin menelepon setidaknya satu kali seminggu.

“Meski saya jauh dari rumah, saya tidak ingin ketinggalan mengenai perkembangan anak perempuan saya,” kata Robert.

Selama ini Robert hanya bisa melihat Marcella lewat foto yang dikirim via email, dia tak pernah bertemu dengan anaknya itu sejak 17 tahun lalu. Baru pada tahun 2009 dia bisa melihat langsung wajah anaknya lewat Skype.
Robert mengaku menangis melihat wajah Marcella secara langsung di layar komputer. Anak perempuan yang dulu ditinggalkannya itu kini sudah menjadi seorang gadis yang cantik dan pintar.

Dia meminta maaf kepada Marcella karena selama ini tak bisa mendampingi dirinya tumbuh dewasa. Marcella juga menangis ketika begitu melihat langsung wajah ayahnya. Mereka seolah ingin berpelukan melepas rindu, tapi sayang jarak memisahkan mereka.

Robert berencana akan menikah kembali dengan wanita kenalannya di Amerika. Dia juga berencana kembali ke Indonesia suatu saat nanti.
Robert sekarang sedang mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk seperangkat peralatan bengkel bernilai ribuan dollar yang dia beli dari hasil keringatnya. Peralatan bengkel itu akan dibawanya sebagai modal membuka bengkel mobil di Indonesia.

Kepada Kabari Robert mengatakan, ”Saya pasti akan kembali ke Indonesia, Indonesia adalah tanah air saya,” kata Robert.

Podcast Part 1, Klik disini
Podcast Part 2, Klik disini
Podcast Part 3, Klik disini
Podcast Part 4, Klik disini
Podcast Part 5, Klik disini
Podcast Part 6, Klik disini
Podcast Part 7, Klik disini
Podcast Part 8, Klik disini


Untuk share artikel ini klik www.KabariNews.com/?34600

Untuk melihat Berita Indonesia / Kisah lainnya, Klik disini

Klik disini untuk Forum Tanya Jawab

Mohon beri nilai dan komentar di bawah artikel ini

______________________________________________________

Supported by :




Related Articles
Cari Nafkah di Amerika, Istri Selingkuh
 
 
 
Post A Comment
* Indicates required information
Comment Title:
* Comments:
Nickname:
* Validation:
16 comments for this article Reverse Comment Order
  <<  <   1  |  2   >  >>
Added: March 11, 2010. 06:34 AM GMT
Cerita yang sangat memilukan hati kita sebagai manusia....semoga saudara Robert tetap tabah. Inilah namanya cobaan, anda harus tegar dan ksatria sebagai laki2 !
Hoosier
Alert a moderator
Added: March 11, 2010. 07:17 AM GMT
selingkuh
wanita itu bermacam macam,ada yang mudah selingkuh,ada yang tidak.tapi ditinggal sampai 17 tahun sangat tidak bijaksana.Saya tidak mengerti,mengapa selama 17 tahun tidak bisa pulang.Sedangkan saya dan teman2 saya hanya dalam beberapa tahun saja di USA,bisa pulang setiap 2 atau 3tahun sekali ke Indonesia.
Anonymous
Alert a moderator
Added: March 11, 2010. 06:24 PM GMT
illegall
Kalau anda masuk ke USA secara tidak sah,tentu anda akan mendapat kesulitan, anda tidak akan berani pulang,sebab kalau pulang ke Indonesia,anda akan kesulitan masuk lagi ke USA,tapi bagi yang sah dapat permanent residence USA,tentu hidup di USA lebih mudah dibanding di Indonesia.Kalau warga sah USA hidup susah di USA,itu ada sebabnya mereka adalah pemabuk,criminal,pecandu narkoba.Orang2 seperti itu sampah dan pemerintah tidak akan mau bantu mereka,pemerintah sudah tidak percaya mereka lagi,Tapi pemeritah USA masih bijaksana,kalau mereka berubah baik,mereka akan dibantu lagi,tapi setelah dibantu beberapa kali tetap berbuat lagi,seumur hidup tidak akan dapat bantuan lagi,dan jadi gelandanganlah mereka,itu salah mereka sendiri.Pemerintah USA benar2 mencintai rakyatnya,jadi kalau sudah menjadi warganegara USA tetap masih membela negara lain,saya katakan itu adalah keterlaluan,perlu dimusnahkan,pengkhianat sejati,orang yang tidak berbudi.Coba pikir,kalau kita level low income,pemerintah beri kita gratis sekolah,makan di sekolahpun tidak perlu bayar.Yang termasuk low income adalah yang pemasukannya dibawah 2000 dollars perbulan.Kalau low income,kita bisa minta food stamp dalam jumlah yang cukup lumayan kira2 400 dollars sebulan.Untuk sewa rumah,kita bisa minta ke pemerintah untuk dapat bantuan,yang berjumlah kira2 70 persen dari sewa rumah,begitupun dengan asuransi kesehatan,kita bisa minta asuransi yang gratis,tapi kalau kita sudah kerja full time,tapi masih low income,pemerintah bisa bantu bayar asuransi keperusahaan asuransi sejumlah 70 persen,kita bisa minta pemerintah bantu bayar listrik sejumlah 70 persen juga.Tapi nanti kalau kita tidak termasuk low income,jangan coba2 membohongi pemerintah USA,karena anda akan dipecat dari kerjaan,dan tidak akan dapat bantuan apapun juga.Walaupun anda kerja diperusahaan swasta,bukan dipemerintah anda akan dipecat.Kalau sampai anda membohongi,anda akan diselidiki dan kemungkinan besar anda akan disuruh bayar kembali semua yang pemerintah berikan pada anda.Jadi kalau pemerintah USA sudah demikian baik pada warganegaranya tanpa pandang bulu mereka itu dulunya berasal darimana,agama apa kepercayaan apa,suku bangsa apa,lalu mengkhianati USA,jelas orang itu adalah iblis.Tanyakan pada yang muslim,apakah mereka dibedakan dalam menerima bantuan2 pemerintah USA.Newer.Karena saya sendiri muslim.
Anonymous
Alert a moderator
Added: March 11, 2010. 06:31 PM GMT
salah ketik
Never bukannya newer.Thanks.
Anonymous
Alert a moderator
Added: March 11, 2010. 08:35 PM GMT
Satu Pihak
Saya harap para pembaca tidak hanya melihat cerita ini dari satu sisi. Harus coba juga mendengar cerita dari phak satunya. Sayang sekali pihak istri tidak berkesempatan untuk speak up on her behalf.

Seperti yg dikatakan di bawah, meninggalkan istri selama itu sungguh tidak bijaksana. Saya juga tidak membenarkan perselingkuhan tersebut. Tapi apakah bisa juga dijamin Pak Robert selama di USA setia 100% kepada istrinya?

Saya hanya berharap Pak Robert tidak merasa dirinya pihak yang paling benar. Keduanya (Pak Robert dan istri) sama2 punya andil besar dalam perselingkuhan ini.
Anonymous
Alert a moderator
Added: March 11, 2010. 11:42 PM GMT
Salut
Sangat terharu membaca kisah sedih ini, tapi membanggakan ini. Salut buat Bang Robert, meski sudah dikhianati masih memberikan kepercayaan, bahkan tetap menjalankan tanggungjawabnya. suatu sikap yg di zaman ini sdh mulai punah,apalgi seorg laki2. Bukti kasih yg diajarkan Tuhan Yesus.
dina manafe
Alert a moderator
Added: March 12, 2010. 01:34 AM GMT
wah, mantan istri Pak Robert itu kurang ajar sekali yah, saya yg baca saja sampai gemas lho.
Tapi bagaimana pun juga, permasalahan itu pasti juga menjadi pembelajaran dan pematangan pribadi pada diri Pak Robert sendiri. Saya doakan semoga ke depannya semua berjalan dengan lancar dan jauh lebih baik bagi Pak Robert & putrinya
Paramita
Alert a moderator
Added: March 12, 2010. 01:39 AM GMT
namun bagaimanapun, hidup sebagai suami istri dengan jarak yang terpisah jauh dalam jangka waktu yang sangat lama, rasanya kurang bijak.
Walau memang kalau terasa tidak tertahankan seharusnya si istri itu minta cerai saja, bukannya membohongi sang suami dengan cara demikian liciknya...
Paramita
Alert a moderator
Added: March 12, 2010. 02:31 AM GMT
Setiap orang punya dua sisi, baik dan buruk; dan setiap orang punya alasan dalam melakukan sesuatu termasuk kesalahan.
Seperti halnya istri Robert yg merasa kesepian ditinggal begitu lama, dia kan ga hanya perlu uang tapi juga cinta (dalam bentuk real) tapi meski begitu tindakannya tidaklah bisa dibenarkan karna menurut saya setiap tindakan tidak setia adalah salah.
Saya sendiri adalah salah satu istri yang ditinggal kerja ke luar negeri (Cayman Island), jadi saya mengerti bagaimana rasanya berjauhan. Tapi dengan komitmen untuk selalu setia dan percaya satu sama lain, hubungan kami baik-baik saja. Selain itu, kami selalu berkomunikasi (hampir setiap hari) baik lewat email, chatting atau telpon. Hal ini membuat kami merasa selalu berdekatan.
Kadang kami sharing artikel-artikel atau renungan-renungan/firman Tuhan yang bisa membangun jiwa kami menjadi lebih baik. Juga saling mendoakan supaya masing-masing selalu dalam berkatNya.
Dan yang terpenting, setiap tahun suami selalu vacation dan pulang ke Indonesia selama dua bulan.

Saran saya, kalau berhubungan jarak jauh, terapkan lah teori-teori itu (komunikasi, saling percaya, jujur, setia dll) dan manfaatkan tekhnologi (email, chatting & telpon); dengan demikian, setidaknya hubungan itu menjadi lebih mudah dijalani.
Jangan lupa, untuk membuat target masa depan; sudah harus settled (punya rumah, kendaraan dan usaha/kerja yg mantap) dan menetap bersama keluarga di suatu tempat.

GBU all.
C
Alert a moderator
Added: March 12, 2010. 10:33 AM GMT
wah...wahhh
Wah, ini kata yang bisa saya ucapin. saya hampir menangis baca cerita ini. dengan maksud merubah kehidupan yang lebih baik malah mendapat penghianatan. Kok ada ya perempuan sampai tega melakukan ini pada suaminya? Saya sangat salut sama robert yang masih mau terima istrinya berselingkuh. seharusnya istrinya ambil kesempatan untuk menjadi perempuan yang lebih baik, eh malah tetap selingkuh. weleh...welehhh. Ok, robert God bless u, dan mendapat istri yang setia...Amin
Anonymous
Alert a moderator
Reverse Comment Order
  <<  <   1  |  2   >  >>
Google