KHUSUS
Walikota Bogor Larang Natal di GKI Yasmin
Rate This Article:
0

Jumat (23/12), Majelis Jemaat GKI Yasmin Bogor menerima surat yang ditandatangani Kepala Kesbangpol Pemkot Bogor, Hendi Iskandar.Inti surat tersebut menyatakan Pemkot memindahkan ibadah Natal GKI Taman Yasmin ke Ruang Crysant Gedung Harmony Yasmin Center di Jalan KH Abdullah bin Nuh Kota Bogor.

Jemaat GKI Yasmin Bogor menyatakan tetap akan datang ibadah Natal pada pagi 25 Desember di lokasi gereja. Menurut Juru Bicara GKI Yasmin Bona Sigalingging, sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk menjamin warganya untuk beribadah. "Kalau sampai kemudian ibadah Natal jemaat itu tergantung dari izin atau apalah dari kepolisian, itu sangat prihatin sekali ya. Sebab bagaimana mungkin sebuah ibadah tergantung pada izin negara. Ini yang saya kira tidak bisa diterima."

Sementara itu,Gerakan Pemuda (GP) Ansor akan menerjunkan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dalam rangka mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru 2012. Tenaga inti Gerakan Pemuda Ansor di bawah naungan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) ini juga akan membuka posko kemanan untuk menjaga Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin di Bogor.

"Khusus GKI Yasmin, kita akan buka posko Banser di depan GKI Yasmin dan kita tetap mengawal agar jemaat GKI Yasmin tetap beribadat disana," ujar Ketua GP Ansor, Nusron Wahid.Menurutnya, GKI Yasmin memiliki ancaman nyata dikarenakan sudah beberapa kali mendapat ancaman pengusiran dari pihak yang mengatasnamakan warga setempat. "Di daerah Bogor, yaitu GKI Yasmin, kita minta teman-teman Ansor untuk fokus karena ancamannya nyata," tegasnya. Posko dari Banser NU ada sejak tgl 23 Desember.

Selain GKI Yasmin, Nusron juga akan fokuskan pengamanan di seluruh gereja di Indonesia. Ia mengatakan, kegiatan ini merupakan sebuah kegiatan kewaspadaan jika terjadi peristiwa yang tidak diinginkan. Nusron mengaku, pihaknya sudah mendapat permintaan untuk pengamanan di gereja-gereja yang berada di pinggiran kota besar. Namun, meski tidak diminta, pihaknya akan tetap menempatkan Banser (pasukan keamanan) GP Ansor di gereja-gereja besar seperti Gereja Katedral dan Imanuel yang ada di Jakarta.

Untuk share artikel ini klik www.KabariNews.com/?37677

Untuk melihat artikel Khusus lainnya, Klik di sini

Mohon beri nilai dan komentar di bawah artikel ini

______________________________________________________

Supported by :



 
 
 
Post A Comment
* Indicates required information
Comment Title:
* Comments:
Nickname:
* Validation:
4 comments for this article Reverse Comment Order
Added: December 31, 2011. 09:35 AM GMT
Walikota Bogor
Hebat amat orang mau ibadah Natal ko pakai surat wasiat alias surat sakti Pak Wali,jgn sok berkuasa dan menindas orang yg terang dan jelas mau ibadah sesuai dgn keyakinan dan agamanya,urusan iman bukan urusan Pak Wali,kalau ngak ngerti mendingan ndak usah jadi Wali.
Alorina Kaimoru
Alert a moderator
Added: December 30, 2011. 06:21 AM GMT
percuma
percuma kalau hanya bicara,perkuat perbesar umat GKI.baru pemda Bogor takut.Yang banyak pendukung dan kuat yang dibenarkan,bukannya hukum.
Alert a moderator
Added: December 30, 2011. 05:45 AM GMT
Sumber bencana manusia
Seandainya tidak ada agama, dan kisah novel kuno yang di jiplak oleh berbagai agama asal padang pasir tidak dipasarkan selama kurun antara 2000 -1400 tahun, dunia ini akan lebih aman dan tenteram.
Ateo Akbar
Alert a moderator
Added: December 30, 2011. 01:45 AM GMT
Apakah ini contoh aparat yang baik ?
Sungguh sangat Ironi di negara yang sudah demokrasi masih terjadi hal hal seperti ini. Apa gunanya dikantor pemerintahan khususnya dikantor Walikota ada Lambang Bhineka Tunggal Ika dan tidak sadarkah Pa Walikota Bogor di surat Dinas ada gambar burung Garuda. Apa itu artinya ? Selanjutnya sebagai aparat pemerintahan apakah pernah belajar dan sadar bahwa Negara kita mempunyai 4 sendi di negara kita, yaitu: Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945, NKRI. Rasa hormat dan penghargaan yang sangat tinggi kepada GP Ansor yang telah menetrapkan 4 sendi tsb dalam pelayanan dan ibadahnya sebagai umat Islam dinegara NKRI terhadap sesama umat Allah.
Keputusan dari MA sudah dikeluarkan, tetap tidak digubris dan tidak diakui oleh Walikota Bogor. Negara macam apakah kita ini. Apakah negara berdasarkan hukum atau hukum rimba yang bia semau gue.
Kemanakah aparat pemerintah yang lain, baik itu Gubernur Jabar, Mendagri, Menhukam, Menag, apakah beliau2 ini menutup mata akan kejadian ini yang telah menginjak-injak hukum dan juga terhadap kuputusan MA.
Sunggguh tragis kalau mereka berdiam saja dan mau dibawa kemana negara kita yang tercinta ini.

Korektor
Alert a moderator
Reverse Comment Order
Google