KHUSUS
Khusus : K-Podcast: Calo Aborsi Di Raden Saleh
Rate This Article:
0
Credit - KabariNews.com

 
Awal bulan ini, Jakarta digemparkan dengan berita penggerebekan klinik aborsi ilegal oleh polisi. Klinik yang mencatut ijin praktek Dr. Abdullah itu telah beroperasi selama sepuluh tahun. 


Menurut Kepala Kepolisian Sektor Joharbaru, Komisaris Polisi Theresia Mastail, yang turun langsung dalam penggerebekan itu, diperkirakan telah ribuan janin tewas sia-sia di klinik tersebut.

Polisi menahan sembilan tersangka, terdiri dari seorang pemilik klinik, seorang dokter, dua asisten, satu pesuruh dan tiga pasien yang berniat melakukan aborsi di klinik tersebut.

Menurut pengakuan tersangka kepada polisi, Atun si pemilik klinik mengatakan umumnya mendapat pasien-pasien dari calo yang biasa mangkal di Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat.

Tim Kabari segera menyusuri Jalan Raden Saleh, dan sempat bertemu dengan seorang calo yang mengaku bernama Nandar. Karena situasi pasca penggerebekan itu tidak aman bagi keberadaan mereka, pria setengah baya tersebut tak mau bicara banyak, dia hanya memberikan nomor telepon selular miliknya dan meminta si calon pasien langsung yang menghubungi dia kembali.

Akhirnya lewat perbincangan telepon, Kabari mendapat informasi bahwa praktik percaloan aborsi di Jalan Raden Saleh sudah lama terjadi.

Bahkan Pria yang mengaku Nandar ini telah puluhan tahun berprofesi sebagai calo aborsi. Dia juga mengungkapkan bahwa harga untuk mengaborsi janin tergantung umur janin.

Berikut petikan wawancaranya.

Kabari (K) : Halo selamat siang..ini dengan mas Nandar ya?

Calo (C) : Ya betul, siapa nih?

(K) : Dengan Adhi nih Mas..

(C) : Adhi mana ya?

(K); Adhi di Utan Kayu Mas, begini, saya perlu bantuan. Mas tahulah

maksudnya..

(C) : Mmh..bisa..bisa…berapa bulan emangnya?

(K) : Udah jalan tiga bulan Mas..

(C) : Oh udah gede..tapi bisa..bisa..tenang..aja..

Selanjutnya silakan klik disini untuk mendengar

Artikel terkait    Apa dan Mengapa Aborsi 

Untuk share artikel ini, Klik www.KabariNews.com/?32818

Untuk melihat Berita Indonesia / Khusus lainnya, Klik disini

Klik disini untuk Forum Tanya Jawab

Mohon beri nilai dan komentar di bawah artikel ini

______________________________________________________

Supported by :

Photobucket

 
 
 
Post A Comment
* Indicates required information
Comment Title:
* Comments:
Nickname:
* Validation:
3 comments for this article Reverse Comment Order
Added: March 24, 2009. 07:28 AM GMT
Saya baca di media-media Indonesia, yang datang ke klinik itu kebanyakan pasangan yg hamil di luar nikah dan merasa malu. Artinya si janin memang sengaja dibuang sia-sia. Mau enak kok enggak mau tanggung jawab. emangnya die Tuhan bisa seenaknya nentuin janin boleh idup ato kagak. Setuju saya. Maju terus Kabari!

Forum Betawi Amerika
Anonymous
Alert a moderator
Added: March 24, 2009. 03:11 AM GMT
Walaupun saya secara pribadi saya kurang srek dengan kata2, “janin tewas sia-sia”, tetapi kata2 tsb. bisa berarti macam2. Belum tentu sipenulis itu merasa aborsi buruk dan tidak boleh dilakukan (anti-aborsi). Itu kan konklusi anda sendiri? Dan saya tidak melihat bahwa sipenulis itu “menghakimi”. Selain itu saya bisa mengerti gaya tulisan tsb. dibuat oleh seorang Indonesia yang tinggal di Indonesia. Janganlah kita memaksakan values, budaya dan cara berpikir kita terhadap orang lain. Selain itu, alasan melakukan aborsi dan jalan keluarnya bisa ditulis secara panjang-lebar dalam artikel tersendiri. Boleh saja anda berpendapat “arborsi itu hak”, tetapi ada forum lain yang lebih layak untuk memperdebatkan topik-topik seperti anti-aborsi, pro-aborsi, anti-choice, pro-choice, sex-education dll. Mungkin “Kabari Forum” bisa menjadi salah satu tempat untuk memperdebatkan topik2 tsb. Gimana redaksi Kabari?

Pro common-sense.
Anonymous
Alert a moderator
Added: March 21, 2009. 11:32 PM GMT
Illegal praktek memang tidak bagus, karena mereka tidak punya izin, karena itu dokter ini tidak bisa dijamin mutu prakteknya. Sehingga wanita-wanita yang datang ke klinik ini belum tentu mendapat perawatan gynecology yang bagus. Tetapi saya agak merasa kata-kata penulis kurang cocok sewaktu mengatakan "janin sia-sia". Seakan penulis ini merasa bahwa aborsi itu buruk dan tidak boleh dilakukan. Menurut saya aborsi adalah hak, pilihan dan keputusan wanita yang hamil tsb. Kita tidak bisa menghakimi wanita tsb jika dia belum siap mempunyai anak. Banyak alasan untuk melakukan aborsi: kemiskinan, terlalu muda, dll.Jika anda tidak tahu latar belakang keputusan si wanita hamil ini, tolong jangan ambil kesimpulan. Isu ini sangat sensitive di Amerika, banyak yang pro-choice & anti-choice. Demokrat seperti Obama sangat pro choice, karena aborsi dan kemudahan/akses pil KB (birth control pill) adalah hak setiap wanita. Tapi Republican seperti Bush tidak setuju dengan aborsi, dikatakan aborsi adalah pembunuhan, tapi mereka tidak berusaha mengajar wanita-wanita muda bagaimana caranya supaya tidak hamil sewaktu masih didalam sekolah, dll. Sex education (pendidikan reproduksi) tidak di perbolehkan di banyak sekolah-sekolah konservatif. Karena itu Kabari Magazine harus hati-hati menulis issue seperti ini..sebagai jurnalis kita harus bisa menulis fakta, tapi tidak usah menjelaskan perasaan anda sendiri dalam masalah ini. Apalagi mengambil sikap & menghakimi. Seharusnya pak/bu editor bisa menghilangkan kata-kata seperti "janin sia-sia". Dan saran saya, kalau mau menulis issue seperti ini, coba diberikan juga jalan keluar untuk wanita-wanita yang tidak berencana hamil dalam waktu-waktu dekat. Apa saja yang bisa mereka lakukan untuk menghindari pergi ke klinik-klinik yang tidak berizin resmi seperti aborsi klinik ini. Misalnya memakai proteksi seperti kondom, atau pil KB, dan juga apa ada sex education (pendidikan reproduksi) untuk wanita muda dan wanita-wanita yang tidak ada akses pendidikan seperti di desa-desa. Bagaimana caranya kita bisa menyampaikan pesan-pesan berharga seperti ini supaya bisa mendidik wanita-wanita Indonesia menjadi pintar memilih keputusan & tidak harus melakukan aborsi. Ini issue yang sangat penting..dan kita tidak bisa hanya menghakimi dan menunjuk jari.
Am pro-choice
Alert a moderator
Reverse Comment Order
Google