kabari flag 2
 
 
 Web  Majalah Kabari 
 
Jakarta: Gagal Jadi Caleg, Mulai Bertingkah Aneh
Rate This Article:
1
Credit - www.inmagine.com
ABOUT THE AUTHOR

Pasca Pemilu Legislatif 2009 mulai bermunculan gejala-gejala aneh para calon legislatif (caleg) yang mendapat sedikit suara. Mulai dari meminta kembali sumbangan yang pernah diberikan hingga bunuh diri!

Setelah pascapemilu, ada beberapa kasus yang melibatkan caleg dan semuanya memiliki beberapa persamaan, yakni akibat stress karena Pemilu.

Di Bulukumba, Sulsel, salah seorang caleg Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI) berinisial ALKM memblokir jalan sepanjang 3km bersama tim suksesnya. Tindakan tersebut diduga karena perolehan suaranya tidak mencukupi untuk menjadi caleg terpilih. ALKM merasa berhak memaksa melakukan penutupan jalan Mappatunrung, Kecamatan Bukumpa, karena menurutnya jalan tersebut adalah tanah milik almarhum kakeknya yang merupakan pejuang 45. Apabila polisi atau pemerintah setempat memaksa untuk membuka pemblokiran jalan, ia mengancam akan membongkar aspal jalan dan mengganti dengan sebidang sawah seperti semula.

Lain lagi di Kulon Progo, Yogyakarta. Seorang caleg berinisial S menarik kembali sejumlah hadiah dan sumbangan yang ia berikan kepada warga Desa Karangsari, Pengasih, Kulon Progo. Sumbangan yang pernah ia berikan antara lain semen untuk pembuatan jalan, alat musik dan sejumlah uang tunai. Ketika hasil perhitungan suara keluar, ternyata S kalah suara. Kemudian sejumlah suruhan S mendatangi kepala dusun dan meminta kembali barang-barang yang pernah diberikan oleh S.

Tindak tanduk yang disebutkan di atas hanya segelintir perilaku aneh yang tertangkap oleh media. Selain tindakan pemblokiran jalan dan penarikan sumbangan, ada juga para caleg yang stres hingga psikis mereka terganggu.

Di Palangkaraya, ada 5 pasien yang menderita gangguan jiwa pascapemilu 9 April. Dua di antaranya adalah caleg dari daerah tersebut, sedangkan tiga lainnya adalah simpatisan dari partai politik. Kelima pasien tersebut dirawat di Balai Kesehatan Jiwa Masyarakat (BKJM) Kalawa Atei Palangkaraya.

Yang paling gawat adalah SH (23), salah satu caleg dari kota Banjar yang ditemukan tewas di sebuah gubuk di tengah sawah pada hari Selasa (14/4) sekitar pukul 08.00 di Desa Bangunjaya, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Wanita yang tengah hamil ini diduga bunuh diri karena minimnya perolehan suara.

Tindakan caleg yang disebutkan di atas merupakan efek dari stres akibat gagalnya memenuhi perolehan suara.

Stres adalah suatu kondisi dimana keadaan tubuh terganggu karena tekanan psikologis. Biasanya stres dikaitkan bukan karena penyakit fisik tetapi lebih mengenai kejiwaan. Stres yang berkepanjangan dapat membuat jiwa mereka tertekan dan menderita gangguan psikologi, bahkan dapat berakibat bunuh diri. Para caleg yang disebutkan memiliki indikasi bahwa mereka stres akibat tidak tercapainya harapan mereka.

Dari jauh hari sebelum pemilu, beberapa rumah sakit dan balai kesehatan telah menyiapkan ruang perawatan bagi mereka yang menderita gangguan jiwa akibat stres. Dan betul saja, pascapemilu mulai berdatangan pasien yang disinyalir menderita gangguan jiwa akibat stres memikirkan hasil suara.

Untuk share artikel ini klik www.KabariNews.com/?32943

Untuk melihat Berita Indonesia / Jakarta lainnya, Klik disini

Klik disini untuk Forum Tanya Jawab

Mohon beri nilai dan komentar di bawah artikel ini

______________________________________________________

Supported by :

Photobucket

Post A Comment
* Indicates required information
Comment Title:
* Comments:
Nickname:
* Validation:
Comments 2 comments for this article
Added: May 02, 2009. 06:35 PM GMT
semoga TUHAN menghukum semua pejabat yg berniat KKN di negeri ini
itu akibat dari lemahnya mental orang2 yg duduk di panggung politik indonesia. makanya kalau mau cari duit jangan mau gampang aja, kerja dong atau usaha. enak aja kl jadi pejabat banyak seserannya.

kl bagi saya yg ngotot mencalonkan diri itu sudah pasti mau kkn. jujur aja siapa yg berani bilang gak???????? kecuali dia ditunjuk atau dicalonkan oleh rakyat.itu laen ceritannya.

emang gampang urus negara????? urus keluarga aja kadang gak becus hehehe.... makanya negara kita terpuruk terus, hanya sepersekian persen aja pejabat2 tsb yg ada kualitasnya, yg lebihnya memble semua. hanya mau duit negara doang...
Anonymous
Added: April 23, 2009. 08:45 AM GMT
caleg stres bertingkah aneh
ini fenomena baru , perpolitikan kita sebenarnya yang patut di salahkan kenapa?

kita banyak meliat gimana enaknya jadi anggota dewan bak raja kebal hukum misalnya selama tak ketahuan korupsi dan tak terbukti ya berjalanlah tapi kalo ketahuan ya dibalikin aja uangnya kalo uang nya terpakai ndak bisa dibalikin paling lama dipenjara 5thn ,tapi uang hasil korupsi bisa dinikmati coba bandingkan dengan maling kelas teri kalo ketangkep taruhan nya pasti nyawa paling minim ya babak belur

selain itu anggota dewan maunya fasilitas serba ada gaji minta naik walaupun udah digaji besar bilang kagak cukup , kalo rapat seenak perutnya kalo menguntungkan ikut kalo cuma ngebahas rakyat dan tak ada untung ndak usah ikut tinggal bayar aja denda 500 ribu yang tak berarti wong gaji pokoknya lebih dari 40 juta

terus jadi anggota dewan itu kayak bunglon kalo pemerintah salah nyecer terus nyalahin pemerintah ndak mau perhatian sama rakyat tapi kalo ada yang menguntungkan bagi mereka akan mereka kejar

akibatnya semua orang pengen jadi caleg hanya untuk memimpikan satu pekerjaan yang super enak Hanya 3D (datang,duduk dan dengar)+ numpang tidur /baca koran / main game di laptop dapat duit besar dan karena itu mereka mau korbankan semua harta miliknya , pake dukun sana - sini, ziarah ke makam sana - sini ,sikut sana sini yang,undang anak yatim untuk doain dia, sumbang ini sumbang itu yang penting diri sendiri maju nyaleg

ditambah lagi tak ada fit n proper test bagi caleg yang diusung partai karena partai yang penting uang caleg masuk kas partai perkara dia menang / kalh sa bodo teuing

kalau udah gitu apa yang mau diperjuangkan bila sudah menang dan duduk jadi anggota dewan kalo bukan pengen balik modal dan untung yang berlipat , dan kalo udah begitu jangan harap mereka mikirin rakyat kecil yang ada bisa jadi negara dan asetnya dijual

dan kalau harapannya jadi caleg tak kesampaian tingkah nya jadi aneh karena mereka stres mikirin uang nya melayang untuk caleg

indra putra
Google