JAKARTA
Batik Karya Warga Amerika Dipamerkan di Jakarta
Rate This Article:
0
ABOUT THE AUTHOR

Pemenang kontes desain batik Amerika memamerkan desainnya di “Amerika Batik Exhibition”, Selasa (21/2) di Jakarta. Ada sembilan rancangan batik karya warga Amerika Serikat pada pameran tersebut. Dino Patti Djalal selaku Duta Besar Indonesia untuk Amerika pun hadir untuk membuka pameran.

“Pameran ini menampilkan Sembilan batik karya warga Amerika yang merupakan pemenang dari kompetisi desain batik Amerika pada tahun lalu. Awalnya saya agak ‘deg-degan” mengadakan lomba itu, tapi ternyata sambutannya luar biasa karena banyak yang ikut,” papar Dino saat membuka pameran.

Sembilan rancangan batik tersebut, yakni hasil karya Elizabeth Urabe (Batik Divine Unity), Kelly Cobb (Batik Indigo dengan kode QR), Joanne Gigliotti (Matahari Terbit dari Timur dan Menyinari Barat), Jamie Stearns (Batik Cowboy), Jennifer Doheny (Limpah Ruah Kekayaan Alam),Nikki Pison (Bintang dan Garis), Arianna Toft (Batik Totem), Carol Steuer (Kuning Gandum) dan Ashley Bowman (Batik Pantai).

Dalam kompetisi tahun lalu, peserta kontes diperkenankan untuk menginterpretasikan batik ke dalam budaya Amerika. Dino mencontohkan, pemenang pertama, yakni Elizabeth Urabe yang menggunakan tema tentang kebebasan dan kemerdekaan dalam bentuk pola yang luas. Begitu juga dengan pemenang kedua Kelly Cobb yang merancang batik dengan unsur teknologi QR yang jika di scan dengan “smartphone’ bisa langsung tersambung ke situs perancangan tersebut.

“Batik saat ini, bukan lagi batik yang 200 tahun lalu karena batik ada eskpresi eksternal dan internal. Visi kita bagaimana nantinya batik Amerika, China, Jepang, Australia dan lainnya adalah batik yang mendunia. Batik adalah kekuatan, bukti budaya leluhur Bangsa Indonesia,” paparnya.

Dino ingin masyarakat Indonesia bisa berlapang dada dan tidak mengartikan batik dalam arti sempit. Dengan kata lain, bisa mempersilakan negara lain untuk menginterpretasikan batik ke dalam budaya mereka. “Selama nyawanya masih batik, saya kita tidak masalah. Kita jangan berpikiran sempit, dengan mengatakan budaya kita dicuri. karena ketika kita mengajarkan mereka tentang batik ilmu yang kita miliki tidak hilang,”. imbuhnya.

Untuk share artikel ini klik www.KabariNews.com/?37896

Untuk melihat artikel Jakarta lainnya, Klik di sini

Mohon beri nilai dan komentar di bawah artikel ini

_____________________________________________________

Supported by :


 
 
 
Post A Comment
* Indicates required information
Comment Title:
* Comments:
Nickname:
* Validation:
0 comments for this article Reverse Comment Order
Google