| Rate This Article: | ||
|
Salah satu kegiatan petualangan
yang cukup digemari di
Jika Anda salah satunya, sudahkah Anda mencoba arus liar di Sungai Ciberang Banten?
Rute Perjalanan
Awal Maret lalu, Kabari diundang mencicipi derasnya arus Sungai Ciberang dalam rangka peluncuran situs wisata, Mlancong.com. Situs ini bekerja sama dengan Banten Rafting, operator arung jeram Sungai Ciberang, dan Boogie, perusahan penyedia pernik kegiatan petualangan.
Bersama 30 orang anggota milis
Tamasya
Selepas macet di pasar Leuwiliang, perjalanan relatif lancar. Di akhir perbatasan Leuwiliang kami belok ke kiri menuju Jasinga. Mulai dari Jasinga menuju lokasi, perjalanan cukup sulit karena banyak tanjakan dan kelokan tajam. Jadi Anda harus waspada.
Jika naik kendaraan umum, dari
Jakarta Anda bisa lewat
Setelah tiga jam perjalanan, sampailah kami di lokasi Rafting di Desa Muhara, Cipanas, Lebak, Banten. Desa ini terletak di punggung Taman Nasional Gunung Halimun (TNGH). Jika kita meneruskan perjalanan ke atas sekitar setengah jam, kita bisa ke kampung tradisional adat Baduy.
Begitu tiba, suara arus liar Sungai
Ciberang langsung menyergap seolah menantang kami. Tapi kami harus bersabar
karena kegiatan arung jeram bukan kegiatan biasa dan perlu persiapan.
Sensasi Ciberang
Usai mengisi perut dengan sayur
asem dan gurame goreng, kami lalu briefing persiapan sekitar
Poin penting dalam berarung jeram
adalah melatih kerjasama tim. Semua anggota tim harus kompak dan patuh pada
perintah Skipper (Instruktur) saat di air.
Kang Umar juga memberi tips untuk bersikap tenang jika perahu terbalik atau kita tercebur. “Sepanjang Anda masih menggunakan pelampung, Anda aman, yang penting jangan panik dan lambaikan tangan tiga kali,” kata Umar sembari memperlihatkan alat penyelamat berupa tali sepanjang 15 meter.
Usai mendapatkan penjelasan panjang lebar mengenai prosedur berarung jeram, kami lalu dibagi per kelompok. Satu kelompok berisi enam orang. Kami juga ditemani seorang skipper yang duduk di belakang perahu arung.
Setelah posisi duduk diatur, perahu arung berbobot 45 kilogram itu siap melaju. “Maju..” ujar skipper memberi perintah, tiga dayung di kanan dan kiri pun mendayung ke arah dalam secara bersamaan. Perahu lalu melaju perlahan membelah Sungai Ciberang.
Jeram Sungai Ciberang memiliki kelas antara 2 – 3+, berdasarkan standar Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI). Pemanfaatan Sungai Ciberang sebagai lokasi arung jeram relatif baru dilakukan, tepatnya sejak Juni 2007.
Debit ideal berarung jeram di Sungai Ciberang antara 70-90 cm. Tapi meski debit sungai ketika itu 50 cm, serunya berarung jeram sama sekali tak berkurang. Malah semua anggota tim semakin kompak, karena sering harus bersama-sama turun untuk menggoyang-goyangkan perahu yang kerap menyangkut di batu-batu kali.
Rombongan kami yang terdiri dari
Dari tiga belas jeram, ada tiga jeram yang cukup ekstrem. Satu diantaranya bahkan ada ‘hole’ di bawahnya. ‘Hole’ adalah istilah untuk pusaran air dengan kekuatan putaran yang bervariasi. Jika putaran ‘hole’ ini kuat akibat berkumpulnya arus bawah dalam satu titik, maka cukup berbahaya. Pengarung jeram yang masuk kedalam ‘hole’ harus mengambil sikap jongkok sembari merapatkan kedua tangan di tumit. Tujuannya agar tubuh lebih mudah terdorong ke permukaan air.
Usai melewati beberapa jeram yang
‘mudah’, sensasi berarung jeram di Sungai
Ciberang barulah dimulai ketika perjalanan kami memasuki jarak satu kilometer
dari titik berangkat. Jeram-jeram yang
kami lalui mulai sulit dan tajam. Tak heran, mulai dari titik ini,
perahu-perahu mulai bertumbangan.
Salah satu perahu kami bahkan ada yang terbalik secara frontal akibat menghajar batu kali. Proses terbaliknya cukup dramatis, saat perahu baru saja melewati jeram, mendadak langsung bertumbukan dengan batu kali dari sisi depan, kontan saja, dengan kondisi perahu yang belum seimbang, perahu langsung terbalik ke arah depan. “Byuuur…!” dalam sekejap seluruh anggota tim perahu itu berada di bawah perahu yang telungkup. Untungnya mereka mengingat pesan instruktur untuk bersikap tenang dan berenang keluar secara perlahan. Bukannya takut, mereka malah tertawa-tawa dan tampak puas, “Yeaaah..” teriak mereka ketika diangkat regu penyelamat ke atas perahu.
Seperti layaknya kontur sungai, usai melewati jeram yang tajam, track sungai kembali lurus dan tenang. Disinilah para anggota tim berkesempatan berfoto dengan latar belakang dinding-dinding bukit di sisi Sungai Ciberang. Sungai ini memang cukup eksotik, sepanjang jalur, kita disuguhi pemandangan yang indah punggung Taman Nasional Gunung Halimun. Sungguh luar biasa.
Dua jam kami
berkelok-kelok, akhirnya kami mendekati titik terakhir pengarungan. Uniknya, di
beberapa ratus meter menjelang titik terakhir, kami disuguhi pemandangan orang kampung yang
sedang beraktifitas di pinggiran Sungai Ciberang.
Mereka tenang dan tak merasa tergangggu dengan kehadiran kami di atas perahu yang sedang melongo memperhatikan mereka. Bocah-bocah telanjang tampak asyik bermain air. Mereka tertawa gembira.
Kami lalu berhenti di sebuah dam atau pintu air yang saat ini kondisinya sedang jebol. Seharusnya perjalanan bisa diteruskan hingga 11 kilometer, namun karena hari menjelang Mahgrib, kami berhenti dan naik ke darat melewati sebuah perkampungan.
Dari
Jika Anda berminat menikmati sensasi berarung jeram di Sungai Ciberang, Anda bisa melakukan pemesanan terlebih dahulu untuk pangaturan tempat. Biaya pengarungan sebesar Rp 185.000 per orang termasuk fasilitas snack, makan siang, guide (skipper), asuransi, dan transportasi lokal.
Selain itu Banten Rafting juga
menyediakan saung bagi pengunjung yang menginap, lengkap dengan kamar mandi dan
ruang ganti yang cukup memadai. Jika Anda berniat berarung jeram pada akhir pekan,
sebaiknya melakukan pemesanan dahulu dan datang lebih pagi, karena biasanya jadwalnya
padat (foto:Mayawati Nur Halim).
Informasi dan reservasi :
Banten Rafting Kampung Muhara, Desa Cidaon Lebak Cipanas, Banten.
Telp 021-71450068.
Untuk share artikel ini klik www.KabariNews.com/?34611
Untuk melihat Berita Indonesia / Hobi lainnya, Klik disini
Klik disini untuk Forum Tanya Jawab
Mohon Beri Nilai dan Komentar di bawah Artikel ini
______________________________________________________
Supported by :
| ||||||||||||
| ||||||||||||
| ||||||||||||
|
| - The Ugly Duckling From Berkeley |
| Rating: 272 |
| - Utama: Daftar 100 Orang Paling Berpengaruh Di Dunia |
| Rating: 200 |
| - 22 KHASIAT BAWANG PUTIH |
| Rating: 177 |
| - RAYMOND DISUNTIK OBAT SAKIT JIWA SEBELUM USAHA DEPORTASI |
| Rating: 165 |
| - 10 Cerita Heboh Karena Facebook (Bagian II) |
| Rating: 132 |
| - K-Video: "Perempuan Berkalung Sorban" |
| Rating: 89 |
| - Eulogy untuk Gusdur oleh Romo Mutiara Andalas |
| Rating: 69 |
| - Hidupku Direngkuh Sahabat |
| Rating: 62 |
| - 14 Cara mengurangi Global Warming |
| Rating: 51 |
| - Seni: Seni Kreatif Membuat Layang-layang |
| Rating: 50 |