Rizal Gumulya, Upaya Membantu .....
Pipit
Published 07/23/2007
- 3:49 p.m. GMT
Rizal Gumulya, Upaya Membantu Meringankan Pencemaran Lingkungan
Usaha vulkanisir yang saat itu sudah jarang dilirik, memberi kesempatan Rizal Gumulya untuk memulai usaha ini. Dengan memiliki empat matras mesin pres pada 2000, Rizal tidak takut untuk bersaing dan mencoba usaha ini, daur ulang ban bekas untuk ban mobil dan truk layak pakai.
Dengan modal yang amat minim Rizal memulai usaha ini. Awalnya, dia masih dibantu oleh pemasok dari Semarang untuk ban-ban bekas. Namun setelah empat tahun dan merasakan bahwa banyak yang dipelajarinya, diputuskannya untuk mandiri dan memproduksi sendiri dengan membeli ban bekas dari masyarakat.
Keseharian ayah tiga putra, bisa dikatakan ulet dan sibuk. Dibantu 15 karyawan, Rizal menerapkan sistem “menyerang”, yaitu mendatangi konsumen. “Perbedaannya dengan yang dulu kan kita disuplai, sekarang tidak lagi, saya mencari pelanggan,” katanya.
Di bagian belakang rumah Rizal memang sudah disulap menjadi pabrik kecil untuk daur ulang ban rusak agar menjadi ban layak pakai. Untuk pabrik penggilingan bahan karet mentah ada di Bogor. Setiap harinya, Rizal bisa menyelesaikan 40 buah ban dengan omset sekitar Rp 250 juta perbulan.
Jadi tidak mengherankan, Rizal memilih menyimpan ijazah sarjana musiknya yang diambilnya di Jerman, karena saat kembali ke Indonesia belum ada peluang untuk bermusik. Rizal memilih usaha lain untuk memenuhi kebutuhannya.
Usaha yang ia jalani itu sendiri sudah banyak mengalami peningkatan semenjak diputuskannya untuk mandiri. Dari semula menyewa berbagai peralatan, saat ini semuanya sudah milik sendiri, termasuk alat produksi dan mesin yang cukup lengkap.
Selain menghasilkan uang, ternyata usaha ini juga membantu mengurangi pencemaran alam, seperti yang dikatakan Rizal. “Kalau semakin banyak orang ganti ban baru, semakin banyak limbah yang dibebani Bumi, untuk itu didaur ulang jadi tidak terlalu banyak beban untuk pencemaran lingkungan,” ungkapnya.(pipit)