| Rate This Article: | ||
|
Di saat krisis begini, kita memang harus kreatif mencari peluang. Meski sudah punya penghasilan bulanan dari pekerjaan utama, kadang tak cukup. Karena harga-harga kebutuhan pokok terus merambat naik, sementara gaji segitu-gitu saja. Alhasil, bekerja sambilan atau punya usaha sampingan walau kecil-kecilan, menjadi jawaban yang logis.
Tapi usaha apa ya kira-kira yang tak perlu modal besar, namun hasilnya lumayan buat sekedar menambah uang bulanan?
Rupanya hal itu juga yang menganggu benak Weni Afiyanti, (27), ibu dari dua anak yang suaminya bekerja sebagai karyawan swasta dengan penghasilan pas-pasan.
Meski suami punya penghasilan, Weni tak mau berpangku tangan, dia ingin sekali membantu mencari penghasilan tambahan, sekedar untuk uang jajan dua anaknya. “Apalagi anak-anak saya jajannya sekarang sudah kuat banget” katanya.

Nah bagi istri-istri yang tidak bekerja alias menjadi ibu rumah tangga saja di rumah, apa yang dilakukan Weni ini boleh juga ditiru.
Sate Cokelat Lima Ratus Perak!
Ibu dari Muhammad Haikal (4) dan Haikal Olva Zulayka (2) ini, sehari-hari berjualan Sate Cokelat di rumahnya di daerah Matraman, Jakarta Timur. Sate Cokelat? Apaan sih? Sate Cokelat adalah sejenis jajanan terbuat dari buah-buahan yang ditusuk dengan tusukan sate lalu disiram lelehan cokelat. Rasanya? Mmhm..nyam..nyam.
A aneka rasa buah yang disediakan Weni, ada pisang, stroberi, melon, dan semangka. Buahnya dijamin segar dan masih bagus. Buah-buahan itu dikupas lalu dipotong kecil-kecil berbentuk kotak yang besarnya sekitar tiga kali besar dadu. Satu tusuk diisi tiga potong.
Setiap hari, untuk usahanya itu Weni membutuhkan sedikitnya tiga buah melon, setengah kilogram buah stroberi, tiga buah semangka bulat tanpa biji, dan empat sisir pisang mas. Bahan-bahan itu bisa menghasilkan kurang lebih 200 tusuk sate buah dan habis terjual dalam sehari !
Dengan modal sekitar 50 ribu rupiah untuk beli buah dan bahan-bahan lain, artinya Weni mengantungi keuntungan bersih 50 ribu rupiah per hari. Dan jika dihitung sebulan, berarti Rp 1,5 juta. Lumayan bukan?
Apalagi untuk usahanya ini, Weni sama sekali tak membuka kedai atau tenda seperti warung pada umumnya. “Saya gak bikin papan pengumuman atau warung segala, anak-anak itu yang datang sendiri, ngetok-ngetok pintu. Mungkin mereka cerita dari mulut-mulut, jadi anak-anak banyak yang tahu saya jualan Sate Cokelat.” kata Weni yang rumahnya kebetulan juga dekat sekolahan.
Weni baru menjalani usaha ini dua bulan belakangan, tapi hasilnya sudah cukup terasa, “Ya cukuplah untuk buat sekedar beli kebutuhan dapur dan jajan anak-anak.” ujarnya sumringah.
Promosi Lewat Anak
Untuk promosi, Weni punya yang lumayan jitu. Waktu pertama jualan, dia menggunakan kepintaran anaknya yang berusia empat tahun, “Waktu itu saya suruh anak saya nyobain, ‘enak gak?’ kata dia 'enak'. Nah terus saya minta dia bilang ke teman-teman lainnya, kalau ibunya jualan Sate Cokelat.” katanya tersenyum.
“Setiap hari selama seminggu, dia saya biarkan makan Sate Cokelat jualan itu saya itu, barangkali lama-lama teman-temannya itu pada nanya, ‘beli dimana?’, ya udah akhirnya sekarang pada beli di sini. Terus anak-anak sekolah di sebelah juga pada ikutan beli.” katanya.
Sekarang setiap ahri terutama menjelang jam pulang sekolah, bisa dibilang rumah Weni penuh dengan antrian anak-anak yang beli Sate Cokelat.
Meski harganya murah, jajanan ini cukup sehat. Karena terbuat dari buah-buahan segar. Cokelatnya juga terbuat dari bubuk cokelat yang aman tanpa pemanis buatan. “Saya enggak mau anak-anak jadi sakit karena beli jajanan saya, lagian anak juga saya suka makan. Jadi pastinya saya perhatikan soal bahannya.” paparnya.
Bagaimana Cara Buatnya?
Untuk pembaca Kabari, Weni bersedia membuka rahasia cara membuatnya. Pertama pilihlah buah yang dagingnya bisa membeku cukup baik jika ditaruh di freezer, seperti semangka atau melon. Daging buah nanas atau nangka agak sulit membeku.

Buah kemudian dikupas dan dipotong kecil-kecil sesuai selera, setelah itu ditusukan ke tusuk sate dan dimasukkan freezer. Biarkan membeku.
Untuk membuat adonan cokelat, yang dibutuhkan adalah bubuk cokelat, air gula kental (gula pasir yang sudah dimasak) dan minyak goreng panas atau bisa juga mentega cair. Semua bahan diaduk hingga rata, biarkan hingga dingin. Jika sudah dingin jangan taruh di kulkas karena bisa membeku. Taruhlah ditempat yang cukup hangat.
Setelah itu siramlah sate buah yang sudah beku dengan adonan cokelat tersebut. Begitu lelehan cokelat ini disiram ke buah yang sudah beku itu, maka lelehan cokelatnya jadi mengeras. Jadi deh!
Untuk share artikel ini klik www.KabariNews.com/?32847
Untuk melihat Berita Indonesia / Bisnis lainnya, Klik disini
Klik disini untuk Forum Tanya Jawab
Mohon beri nilai dan komentar di bawah artikel ini
______________________________________________________
Supported by :
| ||||||||||||
| ||||||||||||
| ||||||||||||
| ||||||||||||
| ||||||||||||
| ||||||||||||
| ||||||||||||
| ||||||||||||
| ||||||||||||
|
| - The Ugly Duckling From Berkeley |
| Rating: 272 |
| - Utama: Daftar 100 Orang Paling Berpengaruh Di Dunia |
| Rating: 200 |
| - 22 KHASIAT BAWANG PUTIH |
| Rating: 177 |
| - RAYMOND DISUNTIK OBAT SAKIT JIWA SEBELUM USAHA DEPORTASI |
| Rating: 165 |
| - 10 Cerita Heboh Karena Facebook (Bagian II) |
| Rating: 132 |
| - K-Video: "Perempuan Berkalung Sorban" |
| Rating: 89 |
| - Eulogy untuk Gusdur oleh Romo Mutiara Andalas |
| Rating: 69 |
| - Hidupku Direngkuh Sahabat |
| Rating: 62 |
| - 14 Cara mengurangi Global Warming |
| Rating: 51 |
| - Seni: Seni Kreatif Membuat Layang-layang |
| Rating: 50 |