AS Tolak Kelapa Sawit Indonesia.
Indah Winarso
Published 01/31/2012
- 9:51 a.m. GMT
Sejak tgl 28 Januari, pemerintah Amerika Serikat (AS) menolak memakai crude palm oil
(CPO) dari Indonesia dengan alasan CPO Indonesia tidak ramah
lingkungan. Beberapa produsen CPO mengaku tidak khawatir, namun
diperkirakan akan memperburuk citra kelapa sawit Indonesia di mata
dunia.
Tofan Mahdi, Head of Public Relation
PT Astra Agro Lestari TBK (AALI) mengatakan, penolakan pemakaian CPO
oleh AS itu tidak akan mempengaruhi bisnis kelapa sawit di Indonesia.
"Namun secara pencitraan,itu cukup berpengaruh," kata Tofan,
kemarin (30/1). "Penjualan kami relatif kecil untuk pasar ekspor ke
Amerika," kata Tofan di Jakarta.
Pendapat
yang sama juga disampaikan oleh Fadhil Hasan, Direktur Eksekutif
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki). Berdasaran data
Gapki, pasar ekspor CPO keAS
sangat kecil sekali, hanya mencapai 62 ribu ton CPO, dengan nilai
ekspor sekitar 68,2 juta dolar AS. Total produksi minyak kelapa sawit
Indonesia tercatat sebesar 23,5 juta ton dengan nilai ekspor mencapai
16,5 juta ton sepanjang 2011.CPO Indonesia terbanyak diekspor ke Eropa,
India, Cina dan Timur Tengah.
Kalangan
DPR memberikan reaksi. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Erik Satrya
Wardhana, mendesak pemerintah segera mengkaji persyaratan yang diajukan
pihak Amerika. Sebelumnya, AS memberikan waktu bantahan kepada RI sampai
27 Februari 2012 atau sebulan setelah notifikasi dikeluarkan.
Atas
kejadian ini, Erik menenggarai AS menggunakan isu lingkungan yang tidak
relevan untuk memproteksi pengusaha dan pasar lokal mereka. Apalagi,
negeri AS adalah produsen minyak nabati non-sawit yang produktivitas dan
daya saingnya jauh lebih rendah dibanding minyak sawit.
Atas
putusan AS itu, Indonesia akan mengambil langkah dan bantahan. Kedubes
RI di Washington telah mengambil langkah menjalin kerjasama dengan
mereka yang berkepentingan dengan sawit seperti Finlandia yang
menjadikan sawit bagian dari biofeul.
Untuk share artikel ini klik www.KabariNews.com/?37817
Untuk melihat artikel Bisnis lainnya, Klik disini
Mohon Beri Nilai dan Komentar di bawah Artikel ini
_____________________________________________________
Supported by :