| Rate This Article: | ||
|
Mimpi Indonesia
Oleh Basilius Triharyanto
Merdeka dan Agustus. Dua kata penuh arti bagi Indonesia. Keduanya punya cerita panjang yang menyejarah. Sampai nama Indonesia tak punah dan hilang dari peta dunia.
Saat Juli beranjak ke Agustus, jalan-jalan riuh ramai kibaran bendera. Tiap Agustus, merah putih berkibar-kibar dari kampung-kampung dan kota-kota di belahan Indonesia. Kemerdekaan selalu dengan perayaan. Agustus, waktunya merayakan kebebasan.
Sudah 63 tahun kemerdekaan dirayakan. Dan, bagian wilayah di planet bumi yang diberi nama Indonesia terus berjalan. Ia bergerak menembus jaman ke jaman. Sedih, senang. Suka, duka. Manis, pahit. Maju, mundur. Silih melaju dengan zaman yang berubah.
Lalu, bagaimana arti perayaan kemerdekaan tiap Agustus? Kemiskinan, korupsi, kebodohan, ketidakadilan, nampak di sekitar kita. Atau, paling tidak di tetangga rumah, kantor, kawan dekat, kolega.
Senin, 11 Agustus 2008. Saya datang ke sebuah penerbit buku yang dimiliki perusahaan penerbit dan percetakan terbesar di Indonesia. Seorang kawan desainer buku menuturkan putusan yang telah dipilihnya. Ia bertutur telah resign, mundur dari penerbit buku itu.
Koersih, sebut saja namanya begitu, berumur hampir 40 tahun. Ia turut mendirikan penerbit itu sejak 1990an. 10 tahu lebih ia mengawal kapal penerbitan itu. Ada ratusan desain buku yang terlahir dari buah pikirannya.
Kenapa ia turun dari geladak kapal yang ia bangun? Kapal (penerbitan) sudah berlayar jauh, keliling ke samudera yang luas, dan dikenal banyak orang di Indonesia. Namanya turut berkibar di seluruh Indonesia, karena bukunya tersebar hampir di seluruh pulau negeri ini. Kawan, apa yang kau cari?
Koersih, dalam perbincangan dengan saya, menuturkan ia semakin depresi berat kalau melanjutkan pekerjaan di penerbitan ini. Bulan depan kantornya dipindah oleh pihak manajemen, yang sewa tempatnya dua kali lipat. Nilainya beberapa ratus juta untuk satu tahun.
Nilai itu akan terbayarkan karena omzet penjualan buku mencapai milyaran setiap tahun. Maka, di kantor baru itu targetnya dinaikkan. Ritme kerjanya bertambah kencang. Di kantor sekarang, sudah biasa bekerja hingga larut malam, bahkan sampai pagi lagi.
“Kerjaan pasti lebih besar lagi karena targetnya naik. Saya tak tahan lagi bekerja seperti mesin,” tutur Koersih. Yang tak tahan lagi, tempat kerjanya di kantor pada umumnya. Sekarang, kantornya menempati rumah biasa, di bagian belakang ada taman kecil. Di dekat taman ada semacam balai untuk melepaskan kepenatan, bisa minum kopi, merokok, atau sekedar meluruskan otot-otot kaki.
Koersih resah. Sudah lama ia tak mengalami keresahan yang hebat. Semangat mendobrak kemapanan, yang mulai mengkristal dalam dirinya, berkobar lagi. Cita-cita lebih besar dengan karya besar membuatnya terus gundah. Ia mundur untuk mewujudkan impian dan cita-cita terhadap keindonesiaannya.
Bulan depan namanya tak akan muncul di bagian dalam buku terbitan itu, kecuali jasanya masih dipakai. Ia mulai memikirkan tentang Indonesia dalam karya-karya desain. Ia mulai pelajari karya-karya desain, selama imajinasi tentang bangsa Indonesia mulai dipikirkan. Sejak nama Indonesia, sebagai bangsa, terlahir ke dunia ini.
Dalam perayaan kemerdekaan, Koersih menantang arus deras. Ia tak takut akan kehilangan pekerjaan tetapnya. Ia tak takut akan masa depannya dengan jalan baru. Ada semangat zaman yang bergelora dalam dirinya.
Koersih adalah cermin Indonesia hari ini, yang berani menanggalkan deru mesin industri yang mulai menenggelamkan impian-impiannya. Jiwa saya pun turut bergelora, dengan mimpi pencerahannya, menuju proyek imajinasi kebangsaan Indonesia.
Saya pun tak khawatir, menjadikan mimpi Koersih jadi mimpi saya. Saya tak takut, mewujudkan mimpi tentang Indonesia, yang berubah, yang tak takut melawan arus, dan yang mencerahkan bangsa ini.
Inilah kemerdekaan, kebebasan, tentang Indonesia hari ini.
Jakarta, 13 Agustus 2008
Untuk Share Artikel ini, Silakan Klik www.KabariNews.com/?31805
Mohon Beri Nilai dan Komentar di bawah Artikel ini
_____________________________________________________
Supported by :
Lebih dari 100 Perusahaan Asuransi di California.
Asuransi Mobil, Kesehataan, Gigi, Bisnis, Jiwa.
Bisa dapat Premium Online Sekarang.....
Klik www.GreatPremium.com Sekarang
Telpon ![]()

![]()
![]()

![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()

![]()
![]()

![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
1-800 281 4134![]()
![]()
|
| - The Ugly Duckling From Berkeley |
| Rating: 272 |
| - Utama: Daftar 100 Orang Paling Berpengaruh Di Dunia |
| Rating: 199 |
| - 22 KHASIAT BAWANG PUTIH |
| Rating: 177 |
| - RAYMOND DISUNTIK OBAT SAKIT JIWA SEBELUM USAHA DEPORTASI |
| Rating: 165 |
| - 10 Cerita Heboh Karena Facebook (Bagian II) |
| Rating: 132 |
| - K-Video: "Perempuan Berkalung Sorban" |
| Rating: 89 |
| - Eulogy untuk Gusdur oleh Romo Mutiara Andalas |
| Rating: 69 |
| - Hidupku Direngkuh Sahabat |
| Rating: 61 |
| - 14 Cara mengurangi Global Warming |
| Rating: 51 |
| - Seni: Seni Kreatif Membuat Layang-layang |
| Rating: 50 |