AMERIKA / SURAT
Menghapus Diskriminasi
Bob Jokiman
Published 02/23/2008
- 12:59 a.m. GMT
Pendeta Bob Jokiman
Slide Show
Menghapus Diskriminasi
Oleh Bob Jokiman *)
Adalah sangat memprihatinkan bahkan sangat ironis membaca berita ”
Komitmen aparat birokrasi untuk menghapus praktik diskriminasi, terutama kepada etnis Tionghoa, dinilai masih rendah, meskipun sejumlah aturan hukum secara tegas menjamin perlakuan yang sama di mata hukum dan pelayanan publik. Untuk itu, perlu kemauan politik yang tinggi dan ketegasan sikap pemerintah kepada aparat pelaksana di lapangan, untuk mengikis diskriminasi sistematis tersebut.” 1) Terjadi di negara Indonesia yang pernah terpilih sebagai ketua Komisi Hak-hak Azasi Manusia di PBB.
Mengapa sampai terjadi rasilaisme dan diskriminasi dalam masyarakat? Sebagai seorang awam saya mengamati bahwa seseorang bisa menghargai HAM ataupun tidak dikriminasi sangat tergantung dari keyakinan masing-masing terhadap harkat kemanusiaan itu sendiri. Bukan tergantung agamanya.
Pada tanggal. 13 Februari lalu saya berada di New York dan sekali lagi sempat mengunjungi Gedung PBB. Hari itu ada pameran foro dari sebuah organisasi Yahudi bernama Yad Vashem, sebuah organisasi yang dibentuk oleh DPR (
Knesset) Israel untuk mendokumentasikan sejarah orang Yahudi di masa Holocaust perang dunia II untuk memugar kisah dan kenangan 6 juta orang Yahudi yang menjadi korban. Juga untuk memanamkan warisan kepada generasi berikut mengenai Holocaust melalui dokumen-dokumen, perpustakaan, sekolah-sekolah, museum-museum dan memberikan pengakuan terhadap
the Righteous Among the Nations, bangsa-bangsa non-Yahudi yang telah melindungi kaum Yahudi selama masa Holocaust tersebut dengan risiko jiwa sendiri terancam.Yang menarik dari daftar 44 negara
the Righteous Among the Nations itu ada 63 orang Yahudi yang di lindungi oleh kaum muslim Albania.2)
Ketika melihat pameran foto tersebut hati dan perasaan saya sangat terharu. Siapa bilang bahwa orang muslim tak bisa melindungan etnik atau penganut agama lain?
Teringat beberapa peristiwa ketika tragedi Mei '98 terjadi ada sejumlah orang Tionghoa yang dilindungi oleh saudara-saudara muslim kita, bahkan haji!
Jadi kalau sampai ada orang Indonesia yang masih rasialis dan diskriminatif itu adalah karena karakter pribadinya yang tentunya dipengaruhi oleh temparamen dasarnya serta lingkungan di mana ia dibesarkan. Oh alangkah bahagianya jikalau di Indonesia lebih banyak lagi orang-orang seperti muslim Albania tersebut!