Mawar Putih Untuk Mama...? Kisah Nyata !
Melkior Lumentut
Published 07/22/2007
- 12:32 p.m. GMT
"Mawar Putih untuk Mama.....?"
* Jangan pernah mencintai karena uang. Anda tak tahu kapan hari
terakhir anda atau kapan mereka meninggalkan anda...?
* Tulisan dibawah ini adalah benar-benar kisah Nyata...! yg pernah saya
baca dari sebuah buku yg berjudul "BONEKA & Mawar Putih"silahkan
disimak tulisan yang begitu memiluhkan dibawah ini..?
*Catatan: ini adalah kisah nyata....!
*Hari terakhir sebelum Natal Desember Thn 1997, aku terburu-buru ke supermarket untuk membeli hadiah2 yang semula tidak direncanakan untuk dibeli. Ketika melihat orang banyak, aku mulai mengeluh: "Ini akan makan waktu
selamanya, sedang masih banyak tempat yang harus kutuju" "Natal benar-benar semakin menjengkelkan dari tahun ke tahun. Kuharap aku bisa berbaring, tidur, dan hanya terjaga setelahnya" Walau demikian, aku tetap berjalan menuju bagian mainan anak-anak, dan disana aku mulai mengutuki harga-harga, berpikir apakah sesudahnya semua anak akan sungguh-sungguh bermain dengan mainan yang mahal....?
*Saat sedang mencari-cari, aku melihat seorang anak laki2 berusia sekitar 6 tahun, memeluk sebuah boneka. Ia terus membelai rambut boneka itu dan terlihat sangat sedih. Aku bertanya-tanya untuk siapa boneka itu. Anak itu mendekati seorang perempuan tua didekatnya: 'Nenek, apakah engkau yakin aku tidak punya cukup uang?' Perempuan tua itu menjawab: 'Kau tahu bahwa kau tidak punya cukup uang untuk membeli boneka ini, sayang. Kemudian Perempuan itu meminta anak itu menunggu di sana sekitar 10 menit sementara ia berkeliling ke tempat lain. Perempuan itu pergi dengan cepat. Anak laki2 itu masih menggenggam boneka itu di tangannya, dgn boneka yg lucu di tangan anak laki2 itu, sangat mengundang perhatian...!?
* Akhirnya, aku mendekati anak itu dan bertanya kepada siapa dia ingin memberikan boneka itu. Ini adalah boneka yang paling disayangi adik perempuanku dan dia sangat menginginkannya padaNatal ini. Ia yakin Santa Claus akan membawa boneka ini untuknya' Aku menjawab mungkin Santa Claus akan membawa boneka untuk adiknya, dan supaya ia jangan khawatir. Tapi anak laki2 itu menjawab dengan sedih 'Tidak, Santa Claus tidak dapat membawa boneka ini ke tempat dimana adikku berada saat ini. Aku harus memberikan boneka ini kepada mama sehingga mama dapat memberikan kepadanya ketika mama sampai di sana. Mata anak laki2 itu begitu sedih ketika ia mengatakan hal ini, Adikku sudah pergi kepada Tuhan.
Papa berkata bahwa mama juga segera pergi menghadap Tuhan, maka kukira mama dapat membawa boneka ini untuk diberikan kepada adikku.' Uuughh...tiba-tiba Jantungku seakan terhenti.... dan sesak sekali rasanya.
*Anak laki2 itu memandangku dan berkata: 'Aku minta papa untuk memberitahu mama agar tidak pergi dulu. Aku meminta papa untuk menunggu hingga aku pulang dari supermarket.' Kemudian ia menunjukkan fotonya yang sedang tertawa. Kamudian ia berkata: 'Aku juga ingin mama membawa foto ini supaya tidak lupa padaku. Aku cinta mama dan kuharap ia tidak meninggalkan aku tapi papa berkata mama harus pergi bersama adikku.
Kemudian ia memandang dengan sedih ke boneka itu dengan diam dgn air mata berlinang dipipih, sedih sekali melihat wajah anak laki-laki itu, begitu piluh rasanya dada ini, dan akhirnya aku diam sejenak sambil berfikir...!
*Aku meraih dompetku dengan cepat dan mengambil beberapa catatan dan berkata kepada anak itu. Bagaimana jika kita periksa lagi, kalau2 uangmu cukup?' 'Ok' katanya. 'Kuharap punyaku cukup. Kutambahkan uangku pada uangnya tanpa setahunya dan kami mulai menghitung. Ternyata cukup untuk boneka itu, dan malah sisa. Anak itu berseru: 'Terima Kasih Tuhan karena memberiku cukup uang' Kemudian ia memandangku dan menambahkan: Kemarin sebelum tidur aku memohon kepada Tuhan untuk memastikan bahwa aku memiliki cukup uang untuk membeli boneka ini sehingga mama bisa memberikannya kepada adikku. DIA mendengarkan aku. Aku juga ingin uangku cukup untuk membeli mawar putih buat mama, tapi aku tidak berani memohon terlalu banyak kepada Tuhan. Tapi DIA
memberiku cukup untuk membeli "Boneka dan Mawar Putih." 'Kau tahu, mamaku suka mawar putih...!
* Beberapa menit kemudian, neneknya kembali dan aku berlalu dengan keretaku. Kuselesaikan belanjaku dengan suasana hati yang sepenuhnya berbeda dari saat memulainya. Aku tidak dapat menghapus anak itu dari pikiranku. Kemudian aku teringat artikel di koran lokal Manado pos, dua hari yang lalu, yang menyatakan seorang pria mengendarai truk dalam kondisi mabuk dan menghantam sebuah mobil yang berisi seorang wanita muda dan seorang gadis kecil. Gadis kecil itu meninggal seketika, dan ibunya dalam kondisi kritis. Keluarganya harus memutuskan apakah harus mencabut alat penunjang kehidupan, karena wanita itu tidak akan mampu keluar dari kondisi koma, Apakah mereka adalah keluarga dari anak laki2 ini, yg pernah saya baca melalui Manado pos tersebut...?
* Dua hari setelah pertemuan dengan anak laki-laki kecil itu, kubaca di koran
Manado Pos, bahwa wanita muda itu meninggal dunia. Aku tak dapat menghentikan diriku dan pergi membeli seikat mawar putih dan kemudian pergi ke rumah duka tempat jenasah dari wanita muda itu diperlihatkan kepada orang2 untuk memberikan penghormatan terakhir sebelum penguburan. Wanita itu di sana, dalam peti matinya, menggenggam setangkai mawar putih yang cantik dengan foto anak laki2 dan boneka itu ditempatkan di atas dadanya. Kutinggalkan tempat itu dengan menangis, merasa hidupku telah berubah selamanya. Cinta yang dimiliki anak laki2 itu kepada ibu dan adiknya, sampai saat ini masih sulit untuk dibayangkan. Dalam sekejap mata, seorang pria mabuk mengambil semuanya dari anak itu.
* Semoga kisah nyata diatas dapat menjadi berkat buat kita semua dan bagikan kisah ini kepada rekan-rekan yg lain, sehingga kita semua dpt membantu untuk mencegah seseorang yg mabuk untuk mengemudi kendaraan...?!