Yayat Suratmo
Published 02/16/2009
- 4:07 a.m. GMT
Dalam bahasa Inggris ‘babysitter’ berarti seorang yang
mengasuh/bertanggung jawab sementara terhadap anak sewaktu orang tuanya
tidak berada ditempat. Sedangkan seorang preschool teacher
adalah seorang pendidik yang terus menerus mengamati perkembangan
psikis dan motorik anak. Perkembangan motorik mencakup berlari atau
melompat. Sementara psikis meliputi kemampuan keterampilan seperti
memotong, menggambar, dan menulis. Di dalamnya juga termasuk
intelektualitas dan socio-emotional anak tersebut
Pengamatan
terhadap anak dicatat dan dievaluasi. Setiap tiga bulan si pendidik
melakukan temu wicara dengan orang tua si anak untuk membahas berbagai
masalah. Dengan demikian orang tua dan pendidik sepakat akan
pertumbuhan anak tersebut sesuai dengan umurnya. Apabila terdapat
kelainan dalam perkembangan anak itu, pendidik akan menganjurkan
orangtua untuk berkonsultasi dengan seorang ahli.
Pendidik harus sudah menyelesaikan di perguruan tinggi pelajaran-pelajaran berikut:
- Ilmu
Perkembangan Anak yang mencakup perkembangan fisik, intelektual dan
sosio-emotional anak dari konsepsi sampai anak berumur delapan tahun.
- Kurikulum yang berbasis tentang lingkungan dan kegiatan anak.
Lingkungan adalah tempat dimana anak bermain, berfantasi, bergurau,
bertanya, bereksplorasi dan belajar. Lingkungan harus bersih, nyaman,
aman dan khusus untuk anak. Lingkungan harus memiliki perabotan dan
alat yang mudah dipakai dan dicapai oleh anak tanpa pertolongan orang
dewasa. Isi kegiatan anak harus direncanakan dan harus cocok dengan
umur dan perkembangannya. Dengan demikian bagi si anak, ia akan mudah
menerima instruksi dan berkembang.
- Hubungan Keluarga,
kondisi keluarga dapat menjadi gambaran kebiasaan anak. Kebiasaan
keluarga berbeda-beda, apalagi di masyarakat majemuk seperti sekarang.
Pendidik harus paham situasi ini supaya tidak ada ‘bias’. Tanyalah
keluarga tentang kebiasaan anak setiap hari. Anak akan merasa nyaman
dikelasnya apabila dia sudah terbiasa dengan lingkungan itu. Contoh,
seorang anak India berusia tiga tahun menangis terus menerus ketika
ibunya meninggalkannya di kelas. Begitu sang guru memutar lagu-lagu
India, anak itu berhenti menangis dan mulai menyelidiki lingkunganya.
- Ilmu komunikasi, ilmu ini mengajarkan pendidik untuk memilih kata dan
kalimat yang dapat dipahami anak. Setelah mendapat kepercayaan anak,
pendidik memupuk hubungan baik dengan anak itu dengan komunikasi yang
positif. Komunikasi positif memakai kata kata yang mendorong seperti,
“Peganglah tangan temanmu baik baik”. Bukan “Jangan sorong menyorong”.
Dalam memberi perintah, Sebaiknya kata ’Jangan’ tidak dipakai. Pilihlah
kalimat singkat dengan kata yang sederhana. Karena anak berumur tiga
sampai dengan lima tahun memahami hanya apa yang dilihat dan didengar,
maka yang dibicarakan bukanlah hal hal yang abstrak dan berbelit-belit.
Anak juga senang dengan kalimat dengan kata kata yang bersamaan bunyi
atau kata-kata yang diulang. Seperti nyanyian ini: Kamu bernyanyi; aku
bernyanyi; kita bernyanyi bersama. Aku bersiul;kamu bersiul;kita
bersiul bersama. Sedangkan apabila seorang anak karena sesuatu hal
tidak mau mendengarkan kata apapun, maka pendidik harus menempatkan
anak tersebut ke sudut yang nyaman, jauh dari temannya agar dia dapat
ketenangan. Berilah penjelasan, alasan dan akibat dari perbuatannya.
Dengan demikian anak diberi kesempatan untuk berpikir dan memilih. Di
usia yang sangat muda janganlah anak dipermalukan. Karena hal ini akan
menghilangkan rasa harga dirinya. Setiap kata harus menopang, mendorong
dan menghormati.
- Pendidik juga harus mendapat latihan CPR (Cardio
Pulmonary Resuscitation) dan Pertolongan Pertama. Latihan untuk ini
dilakukan dua tahun sekali karena sertifikat berlaku hanya untuk waktu
tersebut.
Anak-anak berumur dua setengah sampai dengan lima tahun
dimasukkan ke Prasekolah karena kedua orang tuanya bekerja atau perlu
sedikit waktu luang untuk dirinya sendiri. Sekolah ini mempunyai tenaga
pendidik yang berdedikasi terhadap perkembang anak. Perbandingan guru
anak ialah 1: 6 sehingga kebutuhan setiap anak diketahui. Sekolah
menyediakan lingkungan yang sesuai dengan perkembangan anak. Ada tempat
bermain, membaca, menulis, menggambar, berfantasi, memasak,
mengeekplorasi dan berkreasi. Dalam melakukan aktivitas ini anak
tersebut berhubungan dengan teman seumurnya. Mereka berasosiasi dan
belajar menjalin hubungan. Menguasai emosi diri dan memakai strategi
yang menghasilkan persahabatan, adalah basis untuk perkembangan
kehidupan bermasyarakat anak kelak. Prasekolah adalah jembatan ke Taman
Kanak-kanak dan sekolah dasar. Anak Prasekolah sudah dilatih untuk
menghadapi hal-hal disekolah berikutnya sehingga persentase anak ini
putus sekolah dikemudian hari sangat rendah. Dia senang sekolah dan
tidak canggung lagi menghadapi pelajarannya.
Untuk share artikel ini, Klik www.KabariNews.com/?32553
Untuk melihat Berita Amerika / Amerika / Parenting lainnya, Klik disini
Klik disini untuk Forum Tanya Jawab
Mohon beri nilai dan komentar di bawah artikel ini
______________________________________________________
Supported by :
