Lebih dari 100 orang masyarakat
Indonesia yang tinggal di daerah New York dan sekitarnya, Senin malam, 5 April
2010, ‘terlena’ oleh penampilan, Ikke Nurjanah, 36, diva dangdut asal ibukota.
Konser dangdut dengan tema
‘Amerika Terlena’ ini memang pas, sesuai dengan penampilan Ikke malam itu.
Selain suaranya yang merdu, Ikkecukup
piawai berkomunikasi dengan penonton. Hampir setiap membawakan lagunya, Ikke
mengundang penonton yang hadir untuk mendampinginya. Tak lupa, penyanyi yang
juga sering mengisi acara ‘talk show’ maupun presenter di beberapa stasiun
televisi di Indonesia, melontarkan beberapa pertanyaanke ‘pendampingnya’ sebelum melantunkan lagu.
Beberapa lagu yang dilantunkan diantaranya Sekuntum Mawar Merah, Malam
terakhir, Senyum Hatimu dan tentunya “Terlena”. Selain itu, Alumnus Universitas
Jayabaya itu juga melantunkan tembang terbarunya, “Lelaki Pemalu”. Lagu ini
belum dirilis ke publik, dan audiens di New
York berkesempatan mendengarnya untuk pertama kali. “Spesial untuk New York”, kata Ikke, yang disambut tepuk
tangan meriah dari penonton.
Dalam membawakan lagu tersebut,
Ikke diiringi oleh tiga penari cantik dari ‘Saung Budaya’ New York.Disusul kemudian dengan lagu “Senyum
dan Hatimu” yang diiringi oleh dua penari dari Bengkel Music Washington
dari WashingtonD.C.
Ikke, yang pernah tampil di acara Asia Live Dream di Jepang,baru pertama kali ke Amerika. Ia mengaku
senang bisa menghibur masyarakat Indonesia
di New York. “Saya bereterima kasih kepada Sireedee
Entertainment yang telah mengundang saya kesini” ungkap Ikke.
Ditanya tentang komentar atas shownya, Ikke menyampaikan kepada Kabari
bahwa ia sangat terkesan dan senang. Karena acaranya berjalan seru dan ramai.
Penonton ikut berpartisipasi dan merasa mereka yang hadir kangen akan
Indonesia.
One of the most ominous developments of our time has been the multicultural dogma that all cultures are equal. It is one of the many unsubstantiated assertions that have become fashionable among self-congratulatory elites, with hard evidence being neither asked for nor offered.
Ternyata Kabari sami mawon, just another of the same, narik perhatian lewat judul BELEBIHAN. Cuma 100 orang Indo kok New York terlena. Bah, tertipu saya, kirain Kabari nggak bakal pake trik murahan begini.
Majalah Kabari - Majalah Indonesia, Berita Amerika, Imigrasi Amerika, Bisnis, Resep, Real Estate, 1788 19th Avenue,
San Francisco, CA, USA 94122 Tel. 415-213-READ (7323) Fax. 415-294-7030