| Rate This Article: | ||
|
Hari Ibu. Saatnya memanjakan ibu kita. Jangan lupakan, juga ibu mertua dan nenek kita. Hari inilah saatnya memberi kejutan atau mengajak makan malam bersama di tempat yang istimewa. Merekalah pekerja keras yang sesungguhnya, tanpa pamrih dan tanpa jeda. Kalau di Indonesia, hari Ibu jatuh pada tanggal 22 Desember, di Amerika serta lebih dari 75 negara lainnya jatuh pada tanggal 9 Mei.
Siapa di Belakang Mother’s Day
Julia Ward Howe merupakan nama di belakang sejarah Mother’s Day di Amerika. Penyair, pengkhotbah, guru, filsuf, dan penentang ketidakadilan hak asasi wanita ini mencanangkan tanggal itu di bulan Mei pada tahun 1870 sebagai hari Ibu serta hari persamaan hak para wanita dan pendukung perdamaian di segala bidang. Sebenarnya selain Julia Ward Howe, ada dua nama yang pantas dikenang dan menjadi sejarah dibalik cerita Mother’s Day. Anna Jarvis dan Juliet Calhoun Blakely. Mereka bertiga sama-sama aktivis dan hidup pada generasi yang sama di tahun 1800-an tapi mereka berdua lebih banyak bergerak pada bidang sosial dan keagamaan. Julia Ward Howe menjadi wakil wanita penggagas Mother’s Day agar di hari itu semua orang selalu ingat dan selalu menghargai para wanita yang telah melahirkan dan membesarkan kita. Menurutnya, para ibu adalah pahlawan yang sesungguhnya.
Wanita kelahiran 27 Mei 1819 ini merupakan sosok wanita yang ambisius. Pada jamannya, kegiatannya cukup banyak bagi seorang wanita. Dan dia juga dikenal sebagai penyair dan aktivis yang mendukung persamaan dan pembela hak wanita terutama dalam masalah perbudakan. Salah satu puisinya yang kemudian dimusikalisasikan berkolaborasi dengan William Steffe berjudul The Battle Hymn of The Republic. Lagu yang dipublikasikan pada tahun 1862 ini sangat terkenal selama perang sipil di Amerika dan sampai sekarang terus dinyanyikan pada saat acara-acara kenegaraan non-militer, pesta partai politik, dan inagurasi Presiden.
Bertepatan Julia mencanangkan sebagai Mother’s Day, dia sekaligus menyuarakan Mother’s Day Proclamation yang intinya bahwa wanita memiliki tanggung jawab juga untuk bersosialisasi dalam dunia politik. Ditegaskan pula wanita harus bangun dan mandiri bukan hanya merawat dan membesarkan anak dengan cinta dan kasih sayang tapi juga mengajarkan hidup tanpa kekerasan. Seperti yang dituangkan kembali oleh salah satu anak Julia, Florence Howe Hall, di dalam buku The Story of Battle Hymn of The Republic, yaitu tentang keinginan ibunya yang menginginkan para ibu dihargai dimanapun mereka berada, di seluruh dunia, setara haknya. Aktivis wanita yang berbicara dalam tujuh bahasa ini meninggal 17 Oktober 1910 pada umur 91 tahun karena mengidap Pneumonia. Untuk mengenangnya, wajahnya diabadikan di salah satu perangko Amerika Serikat, senilai 15 sen, di tahun 1987. Satu lagi, diabadikan sebagai nama sekolah dasar di Pittsburgh, Pennsylvania, Julia Ward Howe Elementary School.
Yang Disenangi Para Ibu
Dewasa ini sudah menjadi kebiasaan di AS kaum ibu rumah tangga
menerima kartu-kartu ucapan Happy Mother’s Day dari para
putera-puterinya, memberi sebuket bunga, mengajak makan malam atau
liburan sehari dengan kapal pesiar atau membawa ibu menonton
pertunjukan-pertunjukan (stage shows).
Para ibu pada hari itu, jadi Ratu Sehari, bebas dari segala kesibukan
rumah. Para anak-anaknya yang turun tangan untuk membenahi dan menyediakan keperluan
sehari-hari.
Mother’s Day juga menjadi hari komersil. Semua department store menawarkan barang-barang cantik dan unik untuk hadiah para ibu. Toko bunga laris manis. Restoran sibuk melayani keluarga yang berbondong-bondong datang bersama sang ibu mereka. Salon dan Spa juga terkena imbas, full booked. Tidak seperti di Indonesia yang terlihat biasa-biasa saja. Di AS Mother’s Day adalah Hari Istimewa untuk para ibu rumah-tangga. Seperti layaknya Valentine’s Day, begitu pula Mother’s Day. (riana)
Untuk share artikel ini, Klik www.KabariNews.com/?34920
Untuk
melihat Berita Amerika / Amerika / Misc. lainnya,
Klik
disini
Klik disiniuntuk
Forum Tanya Jawab
Mohon beri nilai dan komentar di
bawah artikel ini
______________________________________________________
Supported by :
| ||||||||||
| ||||||||||
|
| - The Ugly Duckling From Berkeley |
| Rating: 272 |
| - Utama: Daftar 100 Orang Paling Berpengaruh Di Dunia |
| Rating: 209 |
| - 22 KHASIAT BAWANG PUTIH |
| Rating: 195 |
| - RAYMOND DISUNTIK OBAT SAKIT JIWA SEBELUM USAHA DEPORTASI |
| Rating: 166 |
| - 10 Cerita Heboh Karena Facebook (Bagian II) |
| Rating: 137 |
| - K-Video: "Perempuan Berkalung Sorban" |
| Rating: 89 |
| - Eulogy untuk Gusdur oleh Romo Mutiara Andalas |
| Rating: 69 |
| - Hidupku Direngkuh Sahabat |
| Rating: 63 |
| - Seni: Seni Kreatif Membuat Layang-layang |
| Rating: 59 |
| - 14 Cara mengurangi Global Warming |
| Rating: 56 |