| Rate This Article: | ||
|
Meski tahun baru dimulai tanggal 3 Februari tapi mulai pertengahan Januari, Chinatown sudah terlihat gemerlap.. Lampion-lampion warna merah bergelantungan di depan dan di dalam toko suvenir dan tempat makan, musik-musik khas menyambut tahun baru berkumandang, dan beberapa tempat menggelar live music atau pertunjukan seni tradisionalnya di akhir pekan.
“Setiap hampir Chinese New Year, saya senang jalan-jalan di Chinatown atau mampir di tempat makannya. Saya sungguh menikmati kemeriahannya,” kata salah satu pengunjung toko suvenir di Chinatown. Kemeriahan itu tak terhalang oleh cuaca musim dingin yang kadang tak bersahabat. Seperti tahun lalu saat badai salju melumpuhkan area Washington, D.C. tapi perayaan tetap berjalan meski menjadi lebih sederhana.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, parade dimulai pagi hari dan ditutup oleh festival seni dan pesta kembang api. Keramain dimulai dari jam 9 sampai jam 5 sore. Tema parade dan festival pastinya disesuaikan dengan tahunnya. Karena tahun ini tahun kelinci, tentunya banyak ‘kelinci’ bertebaran dimana-mana. Tak ketinggalan, segala asesoris dan baju warna merah. Dipercaya bahwa warna merah untuk mengusir roh-roh jahat.
Pada hari itu, jalanan memanjang dari H Street, NW antara 6th dan 8th Streets ditutup. Parade akan melewati jalanan itu. Serta diramaikan oleh jajaran booth makanan, kerajinan tangan, demonstrasi tai chi dan Kungfu, pergelaran musik tradisional, pergelaran tarian, pameran foto dan informasi perjalanan wisata. Meski keramaian berpusat di Chinatown tapi beberapa Asian Community di beberapa tempat di Washington, D.C. Dan di Maryland juga menyelenggarakan perayaan yang sama seperti di Rockville, Lakeforest Mall di Gaithersburg serta di Public Library di Montgomery County.
Jangan lupa juga untuk mampir ke tempat-tempat makan di sekitar H Street atau Dupont Circle yang menyediakan menu Asia. Biasanya pada bulan Januari sampai Februari, mereka menambah menu spesial dalam rangka merayakan Chinese New Year. Tempat makan pun dihias dengan segala macam ornamen berwarna merah. Sungguh meriah.
Yang lebih seru, mereka tak segan berdandan dengan pakaian tradisional, meski menurut salah satu karyawan sebuah tempat makan, cukup repot, tapi mereka menjalaninya dengan senang. “Memang cukup repot, memakai dandanan seperti itu sambil melayani pembeli, apalagi bagi kami yang tak biasa memakai pakaian tradisional Tionghoa. Setahun sekali tak apalah. Kami senang bisa turut merayakannya,” kata Laura, salah satu karyawan tempat makan Chinese Food di downtown D.C.(Riana)
Untuk share artikel ini, Klik www.KabariNews.com/?36318
Untuk
melihat artikel Amerika / Misc. lainnya,
Klik
di sini
Mohon beri nilai dan komentar di
bawah artikel ini
______________________________________________________
Supported by :

|
| - The Ugly Duckling From Berkeley |
| Rating: 272 |
| - Utama: Daftar 100 Orang Paling Berpengaruh Di Dunia |
| Rating: 209 |
| - 22 KHASIAT BAWANG PUTIH |
| Rating: 195 |
| - RAYMOND DISUNTIK OBAT SAKIT JIWA SEBELUM USAHA DEPORTASI |
| Rating: 166 |
| - 10 Cerita Heboh Karena Facebook (Bagian II) |
| Rating: 137 |
| - K-Video: "Perempuan Berkalung Sorban" |
| Rating: 89 |
| - Eulogy untuk Gusdur oleh Romo Mutiara Andalas |
| Rating: 69 |
| - Hidupku Direngkuh Sahabat |
| Rating: 63 |
| - Seni: Seni Kreatif Membuat Layang-layang |
| Rating: 59 |
| - 14 Cara mengurangi Global Warming |
| Rating: 56 |