| Rate This Article: | ||
|
Orang sudah mafhum sebagai
negara adikuasa, Amerika memang menjadi tujuan banyak orang untuk
menetap. Entah untuk pendidikan atau pekerjaan.
Sejalan dengan itu, maka kehidupan bermacam etnis, budaya bahkan agama berkembang di Amerika, termasuk agama Islam.
Akhirnya, menjamurlah paguyuban pengajian di seantero Amerika. Saat ini bisa dibilang, di setiap Negara bagian terdapat komunitas muslim Indonesia. Apa saja kegiatan mereka?
Di Boston, ada perkumpulan pengajian “Iqra Boston”. Perkumpulan ini bertemu setiap bulan, biasanya bergantian di masing-masing rumah para anggota untuk melakukan pengajian. Seperti belajar membaca Al-Qur’an, ceramah dan diskusi. Keanggotaannya berkisar 30-40 orang.
Kemudian di Connecticut, meski tidak ada nama resmi, beberapa warga muslim Indonesia juga kerap mengadakan pengajian setiap bulan di rumah anggota secara bergantian. “Anggota kelompok pengajian kami tidak banyak, cuma belasan orang. Kami melakukan pengajian setiap dua minggu sekali secara bergantian, tapi paling sering di rumah saya.” kata Dian Setianingrum Nugraha (32) yang semasa tinggal di Jakarta sempat menjadi guru mengaji. Kegiatan yang mereka lakukan adalah belajar membaca Al-Qur’an dan menulis huruf Arab.
Soal being muslim in America, Dian mengatakan “Ada dua jawaban menarik jika pertanyaan ‘bagaimana menjadi muslim di Amerika’ itu dilontarkan, “ katanya. Dian adalah seorang wanita Indonesia muslim yang menikah dengan pria bule dan sekarang tinggal di River Valley, Connecticut.
Lewat percakapan dengan skype, Dian mengatakan dirinya agak sulit menjalankan identitasnya sebagai muslim di Amerika ketika datang setahun setelah persitiwa 911. “Tapi anehnya, disaat bersamaan, banyak juga orang yang malah ingin tahu dan bertanya kepada saya bagaimana kehidupan seorang muslim.” ujar Dian.
Namun Dian toh menyimpulkan, bahwa Being Muslim terutama menjadi Indonesian muslim, jauh lebih baik sekarang dari pada tahun-tahun sebelumnya.
Sementara itu, di Los Angeles, ada juga komunitas muslim Indonesia bernama Indonesia Muslim Foundation (IMF) yang didirikan oleh Dwirana Satyavat atau biasa dipanggil Pak Avat. Komunitas ini termasuk komunitas muslim Indonesia terbesar di kota Los Angeles. Pak Avat mengatakan jumlah komunitas IMF mencapai ratusan orang.
Meski anggotanya cukup banyak, Pak Avat mengaku berterima kasih kepada pihak KJRI Los Angeles yang selalu memberikan tempat untuk kegiatan mereka. “Sampai sekarang ini kami masih meminjam tempat milik KJRI , Insya Allah mudah-mudahan kedepan kami bisa membuat tempat sendiri.” ujar Pak Avat.
Kegiatan rutin yang mereka lakukan adalah belajar membaca Al-Quran, berdiskusi, dan ceramah. Mereka juga memiliki klub anak-anak yang kegiatannya adalah keagamaan, seperti belajar mengenal huruf Al-Quran, belajar menghafalkan bermacam-macam doa, dan sebagainya.
Masjid Al Hikmah, New York
Seperti di Connecticut dan di Boston, komunitas muslim Indonesia juga banyak di temui di kota-kota besar di Amerika, termasuk di San Francisco dan New York. Bahkan di New York yang dikenal sebagai kota terbesar di dunia, keberadaan komunitas muslim Indonesia cukup menonjol. Dalam catatan, pada era 80’an terbentuklah sebuah komunitas muslim Indonesia bernama Keluarga Pengajian Indonesia di New York City yang melakukan pengajian dengan meminjam ruangan di kantor Konsulat Jenderal RI New York. Dari waktu kewaktu jumlah jamaah pengajian itu kian bertambah.
Akhirnya tahun 1989 mereka membentuk lembaga yang lebih formal bernama Indonesian Muslim Community Inc (IMCI). IMCI inilah yang kemudian mengumpulkan dana dan membangun masjid milik masyarakat Indonesia pertama di Amerika, yakni masjid Al Hikmah, yang beralamat di 48-01 31 th Avenue, Long Island City, NY 11373, USA.
Masjid
ini menjadi simbol betapa komunitas muslim Indonesia bisa hidup
berdampingan dengan masyarakat dari agama lainnya. Bahkan di mesjid
ini, bukan orang Indonesia saja yang menunaikan shalat tetapi juga
banyak umat muslim dari negara lain.
Media massa juga tidak
ketinggalan menjadikan Masjid Al-Hikmah sebagai fokus perhatiannya
dalam pemberitaan mengenai Islam di AS. Media cetak dan elektronik
termasuk stasiun televisi berkali-kali datang ke Masjid ini.
“Masjid
ini memang dibangun oleh masyarakat Indonesia dengan bantuan Pemerintah
Indonesia tentunya. Tapi pintu Masjid terbuka lebar untuk siapa saja
yang ingin menjalankan ibadah. Kami sangat bahagia karena Masjid kita
ini berguna bagi semua orang,” kata sesepuh masyarakat Indonesia di New
York yang juga Ketua Pengurus Masjid Al-Hikmah, H. Akhmad Padang.
Di mesjid ini juga terdapat ruang kantor untuk pengurus, ruang komputer, dapur, serta dapat menampung sekitar 500 jamaah.
Kabar
dari kota New York yang tak kalah menarik adalah pada hari Kamis, 18
Juni 2009, Dewan Perwakilan Rakyat Kota New York, resmi menyetujui Hari
Raya Idul Fitri dan Idul Adha sebagai kalender hari libur sekolah di
kota itu seperti Natal pada agama Kristen dan Yom Kippur dalam agama
Yahudi. Upaya ini tak lepas dari peran seorang ulama asal Indonesia
yang menjadi salah satu Imam besar di New York, H. Syamsi Ali.
Kata
H.Syamsi Ali, proses menjadikan Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha
sebagai hari libur dimulai sejak dua tahun lalu. “Pada akhirnya
resolusi ini akan diajukan ke meja wali kota untuk disahkan menjadi
peraturan kota. Insya Allah kita optimis bahwa wali kota akan mensahkan
resolusi tersebut,” kata Syamsi yang berasal dari Makassar itu.
Jika
ditelisik kembali dari awal, mulai dari menjamurnya komunitas muslim
Indonesia di berbagai kota besar di Amerika, pembangunan mesjid-masjid,
lalu tampilnya seorang ulama asal Indonesia seperti H. Syamsi Ali. hal
itu jelas menandakan, bahwa komunitas muslim Indonesia berdenyut.
Seperti
di sejumlah kantor pemerintahan di Indonesia dan Istana Negara, setiap
lebaran Gedung Putih juga menyelenggarakan perayaan Idul Fitri. Selain
mengundang kalangan muslim, warga non muslim juga mengikuti perayaan
itu. (yayat)
Klik disini untuk melihat Podcast Part 2
Klik disini untuk melihat Podcast Part 3
Klik disini untuk melihat Podcast Part 4
Untuk share artikel ini, Klik www.KabariNews.com/?33499
Untuk melihat Berita Amerika / Amerika / Main Story lainnya, Klik disini
Untuk Tanya Jawab tentang Artikel ini, Klik disini
Mohon beri nilai dan komentar di bawah artikel ini
______________________________________________________
Supported by :

| ||||||||||||
| ||||||||||||
| ||||||||||||
|
| - The Ugly Duckling From Berkeley |
| Rating: 272 |
| - Utama: Daftar 100 Orang Paling Berpengaruh Di Dunia |
| Rating: 200 |
| - 22 KHASIAT BAWANG PUTIH |
| Rating: 177 |
| - RAYMOND DISUNTIK OBAT SAKIT JIWA SEBELUM USAHA DEPORTASI |
| Rating: 165 |
| - 10 Cerita Heboh Karena Facebook (Bagian II) |
| Rating: 132 |
| - K-Video: "Perempuan Berkalung Sorban" |
| Rating: 89 |
| - Eulogy untuk Gusdur oleh Romo Mutiara Andalas |
| Rating: 69 |
| - Hidupku Direngkuh Sahabat |
| Rating: 62 |
| - 14 Cara mengurangi Global Warming |
| Rating: 51 |
| - Seni: Seni Kreatif Membuat Layang-layang |
| Rating: 50 |