Seutas Rambut (Aceh & Tsunami)
Melkior Lumentut
Published 07/12/2007
- 11:30 a.m. GMT
S e u t a s R a m b u t
Oleh : Melkior Lumentut
Terompah semangatku menerima warna perubahan cakrawala
Bahkan jiwa raga masih terasa hangat oleh kain sarungku
Air mataku bercucuran saat kenikmatan sejoli mata terbuka
Biduk kasih terus terkayu dengan dayung di pintu serambih mekah
Berbagai kasih dan kisah ditebar
Agar benih kasih yang kugenggam ini dapat kulepas
Dalam galau sibuk melintasi arena kehidupan
Terhentak dan menggelepar
Gelombang Tsunami Tsunami Tsunami
Bumi Nias bergetar dengan hebatnya
Tak seutas rambut nampak di mata
Walau hanya sejumput kecup dariMu ya Tuhan
Mengobati putera bangsaku Indonesia