| Rate This Article: | ||
|
Sejumlah pesawat terbang militer tanpa pilot (Drones), biasa dikenal dengan Unmenned Aerial Vehicles (UAV) akan diterbangkan di sepanjang pesisir Teluk Gulf untuk memantau keamanan perbatasan antara Meksiko dan Amerika Serikat.
Lembaga Penerbangan Amerika (FAA) telah memberi ijin kepada Departemen Imigrasi atau US Department of Homeland Security (DHS) mengenai penggunaan UAV untuk mengetatkan perbatasan keamanan antara kedua negara.
Pada awalnya Presiden Obama kurang setuju dengan ide ini, karena akan menambah beban anggaran negara. Namun setelah perundingan antara anggota Republik Rick Perry, Gubernur Texas, dan seorang senator John Cornyn, yang berlangsung lama, pada akhirnya pemerintah Federal setuju mengalokasikan biaya sebesar $500 juta USD dan menambahkan dua buah pesawat Drones untuk mengamankan perbatasan pesisir Teluk Gulf dengan Meksiko.
Salah satu Drones akan dioperasikan Keamanan Bea Cukai dan Perbatasan (CBP) melalui basis Angkatan Udara di Corpus Christi, Texas.
Proyek yang dinamakan Operation Roadrunner, akan membagi dua drones itu dengan dua tugas yang berbeda. Satu Drones akan berpatroli di perbatasan Negara Meksiko untuk mendeteksi rombongan imigrasi gelap saat menyeberang atau memanjat pagar. Yang satu lagi untuk memantau adanya penyelundupan narkoba yang dibawa dari Meksiko.
Kedia Drones tersebut merupakan kapal udara jenis General Atomic MQ-9
Reapers, yang juga disebut sebagai Predator B. Dalam proyek ini, pesawat MQ-9 Reapers akan meng-scan
nomor-nomor plat mobil yang telah masuk ke wilayah Amerika Serikat dari
Meksiko, hal ini dilakukan untuk melacak penyelundup narkoba.
Data itu kemudian dikirim ke Department of Homeland and the Justice dan akan diditribusikan ke aparat kepolisian lokal, daerah, serta Federal.
Drones pertama kali diterbangkan di sepanjang perbatasan
negara bagian Arizona
pada bulan Oktober 2005. Proyek tersebut berhasil menangkap penyelundupan
narkoba jenis ganja seberat 4000 kg. Setelah itu The US Customs and Border
Patrol (CBN) meluncurkan lima
Drones untuk beroperasi keamanan di perbatasan Kanada dan Meksiko.
Untuk share artikel ini klik www.KabariNews.com/?35195
Untuk melihat artikel imigrasi Amerika lainnya, Klik di sini
Klik di sini untuk Forum Tanya Jawab
Mohon beri nilai dan komentar di bawah artikel ini
______________________________________________________
Supported by :
|
| - The Ugly Duckling From Berkeley |
| Rating: 272 |
| - Utama: Daftar 100 Orang Paling Berpengaruh Di Dunia |
| Rating: 209 |
| - 22 KHASIAT BAWANG PUTIH |
| Rating: 194 |
| - RAYMOND DISUNTIK OBAT SAKIT JIWA SEBELUM USAHA DEPORTASI |
| Rating: 166 |
| - 10 Cerita Heboh Karena Facebook (Bagian II) |
| Rating: 137 |
| - K-Video: "Perempuan Berkalung Sorban" |
| Rating: 89 |
| - Eulogy untuk Gusdur oleh Romo Mutiara Andalas |
| Rating: 69 |
| - Hidupku Direngkuh Sahabat |
| Rating: 63 |
| - Seni: Seni Kreatif Membuat Layang-layang |
| Rating: 59 |
| - 14 Cara mengurangi Global Warming |
| Rating: 56 |