| Rate This Article: | ||
|
Di luar gereja berbata merah ini terpampang tajuk acara di satu spanduk besar. Bunyinya, deportasi mengoyak-ngoyak keutuhan keluarga. Betapa tidak. 70-an lebih keluarga Indonesia di New Jersey terancam deportasi. 42 anak mereka yang kelahiran Amerika terancam terpisah dengan ibu dan ayahnya yang asal Indonesia! Dan esok pagi, banyak warga Indonesia ini yang harus lapor diri ke Kantor ICE (Immigration and Custom Enforcement) untuk mengetahui nasib mereka selanjutnya.
Dua tahun lalu, Pastor Seth Kaper-Dale memang mengatur kesepakatan khusus dengan pihak Imigrasi di Newark melalui program Order of Supervision. Sebagai alternatif masuk tahanan, lebih dari 70 warga Indonesia wajib lapor secara teratur ke ICE. Mereka diberi izin tinggal dan bekerja di AS, selagi mencari cara membereskan kasus imigrasinya di AS.
Tetapi, kesepakatan khusus selama dua tahun tadi tampaknya berakhir sudah. Pemutihan yang dinantikan selama pemerintahan Obama tak kunjung datang juga.
Menjelang Natal tahun lalu, 70-an warga Indonesia di New Jersey ini mulai menerima surat dari Homeland Security untuk siap-siap dengan tiket pesawat dan angkat koper dari Amerika. Mereka bukan pendatang baru, kebanyakan lari ke Amerika karena kemelut etnis dan agama di Indonesia di akhir tahun 90-an. Lamaran suaka politik mereka umumnya ditolak gara-gara diajukan lewat satu tahun setelah sampai di Amerika.
Malam mulai merayap. Acara Vigil dibuka dengan doa dan potluck. Memastikan setiap orang bisa bertahan puasa selama 24 jam. Ada nasi kuning, ayam woku, gado-gado, babi rica-rica dan babi putar.
Jam 8 malam Pastor Seth Kaper-Dale mulai menaikkan doa, memimpin kidung pujian dan memimpin penyalaan lilin bersama di depan gerejanya. Ada api anggun untuk menghangatkan badan dan suasana.
Harry Pangemanan, 41, adalah salah satu orang Indonesia yang hadir malam itu. Pangemanan datang ke AS tahun 1993. Disusul istrinya, Mariyana Sunarto (Yana), 46, yang mengungsi ke Amerika karena huru hara Mei 1998.Pangemanan yang ayah dua anak ini mendampingi Jocelyn, putri pertamanya, membaca surat kepada Presiden Obama, memohon agar papa dan mamanya diperbolehkan tinggal bersama dia dan Christa, 5, adiknya di Amerika.

Pangemanan tampak kusyuk berdoa malam itu. Pemimpin bible study aktif ini yakin benar dengan kekuatan doa. Akhir Maret 2009, suami Yana ini nyaris kena deportasi. Ketika Pastor Seth mendengar, bahwa Pangemanan akan dideportasi dan sedang digiring ke pesawat, pastor gesit ini langsung berangkat menuju bandara Internasional Newark. Berjubah pastor, rohaniwan ini bersikeras meyakinkan petugas untuk bertemu Pangemanan untuk berdoa.
Tiga menit sebelum pintu gerbang pesawat ditutup dan semua penumpang sudah naik, Pastor Seth akhirnya diperbolehkan masuk badan pesawat dan mendapati Pangemanan berada di kursi paling belakang. Diapit dua agen ICE, pastor Seth menaikkan doanya bersama aktivis gerejanya ini.
“Kuatlah dan jangan menyerah. Saya akan berjuang dari luar. Berikan saya waktu 3 minggu”, ujar Pastor Seth di waktu menegangkan itu.
Pesawat itu ternyata memindahkan Harry secara mendadak dari Elizabeth Detention Center di New Jersey ke Tacoma, Washington.
Setelah memprotes orang-orang Obama di Washington, 2 minggu kemudian Harry Pangemanan dibebaskan dari tahanan imigrasi. Dari kasus Pangemanan inilah, program Order of Supervision yang disepakati ICE dan Gereja Pastor Seth ini mulai kepada ratusan orang Indonesia di New Jersey dan sekitarnya.
Semenjak keluar dari tahanan imigrasi di 2009, Harry Pangemanan memilih tinggal dekat gerejanya dan bekerja sebagai Manager perusahaan ekspedisi.
Impian Amerika keluarga Pangemanan ini terancam buyar jika dideportasi ke Indonesia. Kedua putrinya kelahiran Amerika. Kerabat yang lain juga Warga Amerika. “Karena publikasi yang luas tentang saya di media, secara manusiawi, saya takut keselamatan diri saya di Indonesia”, tambahnya serius.

Sayangnya, lewat satu tahun sejak masuk ke Amerika.
Harry Tuwo bekerja keras sebagai chef hibachi di sebuah restoran Jepang di Edison. Dan, Rita Pauned tinggal di rumah menjaga Georgia, putrinya kedua yang menderita ketunaan Sindroma Down (Trisomy 21).
“Di Amerika anak saya bisa menerima terapi dan pendidikan layak dan khsus untuk anak seperti dia, “ ujar Rita Pauned yang sudah berusaha mencari sekolah luar biasa buat anaknya di Manado, tapi tidak ada.
Pendeknya, keluarga Tuwo bisa mengalami penderitaan serius jika Geogia, putrinya yang warga negara AS dibawa dan dibesarkan di Indonesia. “Saya tidak ingin anak saya meninggal di sana”, katanya.
Malam semakin larut, komunitas Indonesia dan para pendukungnya menghabiskan malam itu di gereja. Ada yang berdoa sendirian, doa bersama dan doa syafaat. Semua beristirahat mengumpulkan tenaga untuk secara bersamaan melakukan “Talkathon”, menelepon anggota Kongress AS untuk mendukung agar mereka bisa tinggal di AS.Di sela-sela Vigil, Pastor Seth dan beberapa warga Indonesia lainnya diwawancarai berbagai media internasional untuk menceritakan perjuangan ini.
Di satu wawancara di CNN, Pastor Seth Kaper-Dale bilang, “Saya marah besar. Tetapi, lebih dari itu, yang menyedihkan adalah perpolitikan di Washington membuat pemerintah kita tidak mampu untuk membuat keputusan yang berbelas kasihan guna menyelamatkan keutuhan bersama keluarga ini”.
Orang-orang seperti dua Harry ini berada di bawah radar Homeland Security (Imigrasi AS) karena mereka berasal dari Indonesia, negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, melakukan wajib daftar diri ke Imigrasi AS setelah Peristiwa 9/11.
“Yang paling mengusik hati nurani saya: orang yang jujur dan wajib lapor diri waktu 911 malah dikejar, sementara orang yang tidak lapor bisa hidup bebas dari deportasi. Ini kan tidak fair”, ungkap Pastor Seth.
Secercah harapan muncul di Juni 2011 ketika ICE mengeluarkan Memo Norton. Kepala ICE, John Norton, mengumumkan bahwa Imigrasi AS punya keterbatasan sumber daya, dan akan menggunakan Prosecutorial Discretion untuk menuntaskan banyak kasus imigran ilegal yang masih menggantung. Ini kebijakan yang memberikan keleluasaan kepada seorang pejabat Imigrasi AS untuk mengurangi beban kerja mereka.
Secara teori, kasus orang-orang Indonesia seperti Harry Pangemanan dan Harry Tuwo bisa diselesaikan lewat Prosecutorial Discretion. Karena mereka sudah tinggal lebih dari 10 tahun, tidak punya catatan kriminal, selalu taat membayar pajak, punya kerabat dekat yang sudah WN Amerika, punya sumbangsih dan ikatan kuat dengan masyarakat di Amerika.
Bahkan, di sebuah pernyataan tertulis, ICE menjanjikan adanya upaya administratif besar-besaran untuk memfokuskan razia imigrasi bagi mereka yang terlibat kasus kriminal, pelintas batas, dan pelanggar Undang-Undang kelas berat saja.
Tetapi, secara praktek, siapa tahu?
Awal Desember 2011, dua anggota Konggres AS Partai Demokrat, Carolyn Maloney dan Frank Pallone memperkenalkan Rancangan Undang-Undang yang bisa menolong orang-orang Indonesia yang melarikan diri dari penganiyaan agama untuk membuka kembali kasus asylum-nya, tetapi ini hanya berlaku untuk mereka yang datang ke Amerika antara tahun 1997 dan 2002 saja. RUU yang diprakarsai pastor Gereja Reformed di Highland Park, New Jersey ini akan menolong orang-orang seperti Harry Pangemanan, Harry Tuwo dan ribuan orang Indonesia lain membuka kasusnya kembali.
Harry Tuwo dan keluarganya optimis dan menyanyikan “Bersoraklah Terus” di acara Malam Puasa dan Doa. Dan Harry Pangemanan tetap beriman bahwa dia dan istrinya tidak akan dideportasi.
Selepas Natal tahun lalu, ICE masih menangguhkan deportasi kebanyakan warga Indonesia di New Jersey. Perjuangan dan doa belum usai …
(Peter Phwan)
Untuk share artikel ini klik www.KabariNews.com/?37726
Untuk melihat artikel imigrasi Amerika lainnya, Klik di sini
Mohon beri nilai dan komentar di bawah artikel ini
______________________________________________________
Supported by :

| ||||||||||||
| ||||||||||||
| ||||||||||||
| ||||||||||||
| ||||||||||||
| ||||||||||||
|
| - The Ugly Duckling From Berkeley |
| Rating: 272 |
| - Utama: Daftar 100 Orang Paling Berpengaruh Di Dunia |
| Rating: 209 |
| - 22 KHASIAT BAWANG PUTIH |
| Rating: 194 |
| - RAYMOND DISUNTIK OBAT SAKIT JIWA SEBELUM USAHA DEPORTASI |
| Rating: 166 |
| - 10 Cerita Heboh Karena Facebook (Bagian II) |
| Rating: 137 |
| - K-Video: "Perempuan Berkalung Sorban" |
| Rating: 89 |
| - Eulogy untuk Gusdur oleh Romo Mutiara Andalas |
| Rating: 69 |
| - Hidupku Direngkuh Sahabat |
| Rating: 63 |
| - Seni: Seni Kreatif Membuat Layang-layang |
| Rating: 59 |
| - 14 Cara mengurangi Global Warming |
| Rating: 56 |