AMERIKA / IMIGRASI
Dubes RI Sesalkan Aksi 72 WNI Jelekan Bangsa Sendiri
Rate This Article:
23
dino patti djalal (foto, dinopattidjalal.com)
ABOUT THE AUTHOR

Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal menyesalkan pernyataan dan aksi dari 72 orang asal Indonesia yang menolak dideportasi paksa dari New Jersey, Amerika. Dalam akun Twitter-nya mantan juru bicara kepresidenan itu menuliskan “Saya sesalkan sikap 72 WNI di New Jersey yang mencoba tinggal di USA dengan cara menjelek-jelekan bangsa sendiri,” tulis Dino pada Kamis (8/12).

Tak hanya itu, ungkapannya pun ia sambung berikutnya. “Kalau mau tinggal di USA, silakan dengan cara yang benar,” tulisnya lagi.

Seperti yang diberitakan AFP, dua anggota kongres AS menyiapkan RUU Perlindungan Keluarga Pengungsi Indonesia. Rancangan hukum tersebut dibuat terkait dengan aksi penolakan 72 WNI yang akan dideportasi paksa dari New Jersey, Amerika karena dianggap melebihi ijin masa tinggal.

Diketahui ada 72 orang asal Indonesia masuk dan tinggal di Amerika tanpa surat resmi ijin tinggal, kabarnya mereka mulai masuk antara tahun 1997 - 2002. Mereka menolak dipulangkan ke Tanah Air dengan alasan khawatir dengan keselamatannya, karena keyakinan agama yang mereka anut.

Untuk share artikel ini klik www.KabariNews.com/?37649

Untuk melihat artikel imigrasi Amerika lainnya, Klik di sini

Mohon beri nilai dan komentar di bawah artikel ini

______________________________________________________

Supported by :



 
 
 
Post A Comment
* Indicates required information
Comment Title:
* Comments:
Nickname:
* Validation:
49 comments for this article Reverse Comment Order
  <<  <   1  |  2  |  3  |  4  |  5   >  >>
Added: May 07, 2012. 08:06 AM GMT
Buat WNI Keturunan..
Trim's kalau Anda sebut saya pintar, meski saya tidak butuh pengakuan semacam itu. Dari orang lain, pun dari Anda.

Poin saya, semua orang berhak tinggal dimana pun sesuai keinginan masing-masing. Dengan cara dan prosedur yang benar.
Tetapi ketika keinginan itu kemudian dilakukan melalui cara-cara tidak gentle (baca: menjelek-jelekkan, mengeneralisasi, melabelisasi kampung halaman sendiri dengan label 'jahat'), maka wajar jika hal itu mengundang reaksi. Jangankan dubes, gw aja nih, asli Jakarta tulen, sewot.

Kalau mau tinggal di AS, terus terang aja bilang karena 'mau cari kehidupan ekonomi lebih baik'. Beres.

Kalau gak diterima, yaaa..deritamu.

Nah orang-orang ini kan, (karena tau kalau pakai alasan di atas, bakal ditolak) maka menggunakan alasan 'agamanya' terancam jika tinggal di Indonesia.

Alasan yang dibuat-buat demi meraih selembar pengakuan dari pemerintah Mas Obama : Asylum.

Lantas wajar saja dubes, pitung, WNI-WNI lain bereaksi. Iya kan?

Nah, maunya Anda, hal-hal ini didiamkan saja, tidak usah ditanggapi ?

Enak betul, udah ngibul tapi gak mau dibilang ngibul.
Enak betul, udah ngibul tapi gak mau dikomentari.
Enak betul, udah ngibul tapi malah balik marah-marah kalau dikomentari.

Bagi Anda WNI keturunan, sila Anda jadi anak buahnya Mas Obama. sila bela negara yg Anda agung-agungkan itu.
Itu hak Anda, tapi Anda juga jgn ngomel kalau balik dikritisi.

Salam hangat dari Pitung jagoan asli Betawi, teruntuk WNI Keturunan seorang, hehehe






Si pitung
Alert a moderator
Added: March 18, 2012. 10:13 PM GMT
APAKAH BENAR KESELAMATAN TERANCAM JIKA TINGGAL DI INDONESIA?

MENGAPA TAKUT TUK TINGGAL DI NEGARA SENDIRI?, JIKA MEMANG INGIN TINGGAL DI NEGARA ORANG YA IKUTI SAJA PERATURAN DI NEGARA TSB, DAN JIKA MEMANG SUDAH TIDAK DIPERBOLEHKAN TINGGAL DI NEGARA TSB, LEBIH BAIK PULANG SAJA KE NEGARA SENDIRI?, DARI PADA BIKIN ALASAN YANG BUKAN BUKAN, DAN MENDERITA DI NEGARA ORANG?.
DAN APAKAH PEMERINTAH USA AKAN MEMPERCAYAI ALASAN YANG DIBUAT BUAT OLEH 72 WNI YANG AKAN DIDEPORTASI?, SEHARUSNYA PEMERINTAH US HARUS SEGERA MENINIDAK TEGAS TERHADAP MEREKA YANG MELANGGAR ATURAN NEGARA TSB.

DARI SEJAK THN 1998 KERUSUSHAN TERAKHIR SAMPAI SAAT INI SETAHU SAYA KEADAAN INDONESIA SUDAH AMAN?!. KENAPA HARUS TAKUT TUK PULANG KE NEGARA SENDIRI??.
WNI
Alert a moderator
Added: February 27, 2012. 05:36 AM GMT
memang ude jelek
itu negara indo memang ude jelek...ngga usah pikungkirin...pejabatnya korupsian semua, maling semua rata2 pejabat di indo, jangan2 dubes2 disini juga ikut2an maling...itu fakta dan kenyataan...jd jgn ngeluarin pernyataan2 yg bikin sakit hati orang lain...sebaliknya bantu mereka untuk tetap bisa tinggal legal disini...di indonesia itu susah cari makan,,,cari kerjaan berapa gaji sebulan ? ya jatuhnya kepemerintah lagi. DARI DULU GONTA GANTI PRESIDEN/PEMERINTAHAN, NGA ADA YG BISA BIKIN RAKYAT MAKMUR,,,SEMUA PEJABAT DI PEMERINTAHAN MUNGKIN TERMASUK DUBES DJALAL INI KORUPSI SEMUANYA/ MALING UANG NEGARA SEMUANYA...JADI PIKIR PAKE OTAK BUNG DJALAL, INDONESIA ITU MEMANG UDE JELEK, ASLI DI SEGENAP ASPEK KEHIDUPAN...GUE JADI CURIGA NIH...ORANG KAYA DJALAL GINI , BISA JADI DUBES ...hmmmm ?????
PUNISHER
Alert a moderator
Added: February 27, 2012. 05:00 AM GMT
DUBES GUOBLOK
DUBES ITU TAU APA ? MANA MAU TAU KESUSAHAN HIDUP ORANG LAIN...DUBES ITU NGGA ADA BEDANYA SAMA PEJABAT2 PEMERINTAHAN YG LAIN...NGGA BECUS KERJA, MAU HIDUP ENAK, KORUPSIAN, MALING SEMUANYA...NGGA PEDULI KESUSAHAN ORANG LAIN. BANGSAT TUH DUBES DJALAL SETAN ALAS, BUKANNYA NGEBELA ORANG INDO YG LAGI SUSAH , MALAH MENGELUARKAN PERNYATAAN KAYAK GITU...BENER2 ANJING...MAKAN TAI LU...THINK ABOUT HELPING ANOTHER PEOPLE ASSHOLE...!
PUNISHER
Alert a moderator
Added: February 02, 2012. 07:55 AM GMT
u/ Bang Keturunan.
Trims u/ saran Bang Keturunan. Bagi saya debat yg. baik sehat kok, bisa belajar dari teman debatnya. Bang Pitung cukup banyak pengetahuannya yg. bermanfaat. Saya selesaikan dulu tugas tahunan menyusun program kerja perusahaan. Masih ada beberapa issue yg. perlu diluruskan dg. Bang Pitung. Saya akan kembali.
`Muliana
Alert a moderator
Added: January 29, 2012. 07:30 PM GMT
Bodoh Bodoh Pintar atau Pintar Pintar Bodoh
Terus terang, adalah bodoh kalau Muliana masih buang waktu untuk merespon argument Pitung.

Jangan ikut ikutan bodoh Mul.
WNI Keturunan ?
Alert a moderator
Added: January 27, 2012. 02:58 PM GMT
Beda antara orang bodoh dan pintar itu cuman dibelah oleh garis tipis. Kadang kita jadi bodoh, kadang jadi pintar dan tidak jarang kita jadi dua duanya, bodoh dan pintar dalam waktu yang bersamaan.

Setiap orang nggak mungkin dalam hidupnya jadi pintar terus atau bodoh terus. Setiap orang pasti pernah jadi pintar, jadi bodoh atau jadi dua duanya, baik pada saat yang bersamaan atau tidak bersamaan.

Pitung dalam hal ini, saya rasa anda adalah pintar kalo pada akhirnya anda bisa memutuskan untuk tinggal di tempat yang anda suka dan didukung oleh alasan kuat untuk itu. Adalah lebih pintar lagi jika anda bisa melihat masalah orang laen serta didukung oleh argumentasi yang solid.

TAPI

Entah ini BBP=Bodoh Bodoh Pintar atau PPB=Pintar Pintar Bodoh atau PPP=Pintar Pintar Pintar atau malah BBB=Bodoh Bodoh Bodoh kalau yang anda argumentasikan itu cuman untuk satu sudut pandang aja.

Bagaimana dengan rekor negara Indonesia soal HAM di depan dunia internasional ? Bagaimana rekor negara Indonesia soal Korupsi di depan dunia International ? Bagaimana dengan pegawai2x imigrasi amerika, termasuk hakim2x nya yang meloloskan ratusan atau bahkan ribuan kasus yang sama ? Apakah mereka semua orang bodoh2x pintar, pintar2x bodoh, bodoh bodoh bodoh, pintar pintar pintar ?

Jangan sebut2x agama, saya setuju, maka dari itu menurut saya yang bodoh bodoh bodoh ini, janganlah jadi pintar2x bodoh. Sederhanakan ?

Jelas Jelas WNI Keturunan
WNI Keturunan
Alert a moderator
Added: January 17, 2012. 08:47 AM GMT
Serunya Berdebat Dengan Muliana
Jujur Mul, saya senang ketemu teman debat macam Anda.
Soal "Carilah ilmu ke negeri Cina" saya koreksi itu ada dalam hadist (perkataaan Muhammad), bukan Al Quran. Tapi itu memang benar, artinya bukan benar-benar ke China tentu, tapi carilah "sejauh-jauhnya" dan dulu negeri China diangap negeri terjauh.

Oke, soal asal dan sejarah pemikiran nasionalisme kita abaikan.

Poin yang ingin juga saya sampaikan adalah Mul, sudah terang. Janganlah kita menjelek-jelekan bangsa sendiri, apapun itu dgn kata lebih subtle kek, soft kek, untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Dalam hal ini saya kuatirkan adalah yang dilakukan oleh 72 WNI tersebut.

Jika kita ingin mengkritik, maka kritiklah dengan sikap yang membangun, memberikan pencerahan. Jangan menGENERALISASI dengan mengatakan kehidupan beragama di Indonesia terancam. saya tidak menuduh Anda melakukan itu, tapi ini poin yang ingin sampaikan. "Kalo lu kristen lu gak aman, kalao lu hindu lo gak aman, kalao lu Islam lu gak aman tinggal di Indonesia, dsb."

Percayalah, apapun agama agama Anda, Anda bisa hidup damai di sini. Dan saya, lewat jalur non formal ini, sedang menumbuhkembangkan harapan dan keyakinan itu kepada semua orang.

Saya sepakat dengan Anda soal kegagapan pemerintah dalam penegakan HAM. Dan ini harus terus didorong menuju
perbaikan. Dan minta suaka dengan alasan keamanan beragama, bagi saya, bukanlah cara gentleman untuk mendorong hal itu.


Saya tidak benci Amerika Mul, (saya pernah bekerja di sana kok) tapi melihat bagaimana Anda memposisikan Amerika di benak Anda, saya juga sedikit kecewa. Apa pasal?

Mungkin ini agak sedikit melebar, tapi ketika Anda menulis: "Bedanya di AS pemerintahnya sungguh2 memenuhi tugas sebagaimana diwajibkan oleh undang2 mengekangnya uk. tidak merajalela dan mencederai HAM orang/golongan lain."

Terus terang Mul saya tidak bisa menahan untuk tidak mengomentari dengan kalimat pendek ini: Mul, lihat penduduk Irak, Afganistan, Pakistan, Panama, Vietnam, dan negara-negara jahat lain di mata Amerika yang hanya karena mereka berbeda ideologi (demokrasi vs komunis dan demokrasi vs fundamentalis) dibantai dan dibumihangus.

Apa betul pemerintah Amerika tidak mencederai HAM orang/golongan lain Mul?

Andai saja Anda tahu bagaimana tindak tanduk pemerintahan Amerika, saya jamin Anda pasti bergidik Mul.






Si pitung
Alert a moderator
Added: January 14, 2012. 10:52 PM GMT
Sekali lagi u/ Bang Pitung
Perihal ‘Nasionalisme’ saya tidak menguasai medan permasalahannya, jadi saya tidak ingin ber-pretensi ‘sok tahu’. Hal2 yg. saya kemukakan adalah hanya kilatan2 memori saja sewaktu duduk dibangku sekolah. Namun sungguh baru kali ini yg.per-tama2nya saya mendengar adanya pelajar2 kita jauh dimasa silam (dimasa colonial Belanda tentunya) yg. pergi belajar di Arab/Mesir. Geografis, Tionkok lebih masuk akal karena letaknya yg. lebih dekat, dan lagi pula didlm. Al-Quran ada tertulis: “Carlah ilmu hingga kedaratan Cina”.
Bertolak dari asumsi bahwa pihak KBRI juga tidak mengetahui isi permohonan Asyl terkait, maka saya memakai frasa yg. lebih subtle: ‘pernyataan2 negatif”, karena kontekstual menjelek2kan bisa berarti ‘evil’, ‘malevolent’, ‘bad’, dlsb. Sedangkan saya sama sekali tidak tahu isi dan motivasi asyl terkait tadi. Yg. saya tahu pasti (1) dlm permohonan Asyl, umumnya, essensi isinya pasti ‘critical’ thd. pemerintah, (2) Seperti halnya saya, pihak KBRI pun mestinya tidak akan mengetahui,kecuali ada yg. lapor secara personal, sebab pem AS tidak akan secara gov to gov membocorkan/memberitahukan isi atau orang yg. mengajukan Asyl kpd. Pem Indonesia. So, istilah ‘menjelek2-kan’ bukan issue/problem saya disini. Mohon digaris-bawahi yg. tebal bahwa argumentasi saya tidaklah utk. memihak atau membela ke-72 orang ini, melainkan utk. mewaspadai bahwa dlm. menghadapi masalah2 SARA/HAM Pemerintah kita terseok-seok dan ogah2-an jalannya bila utk. kepentingan/ke-untungan pihak2 … minoritas.
Selanjutnya sebagaimana diketahui pemohon Asyl hrs. bisa mendasari niatnya secara menyakinkan dan didukung oleh bukti2 yg. kredibilitasnya tidak diragukan, bahwa eksistensi hidupnya dinegara asalnya mengalami pelanggaran, diskriminasi dan penganiayaan dalam sendi2 SARA/HAM dlm. arti luas dan bukan berdasarkan ekonomi atau crime sekalipun, D A N Pemerintah dan semua jajaran aparatnya tidak mampu atau tidak mau bertindak untuk mengadakan pencegahan atau memberikan perlindungan.Bukankah ini adegan atau scenario yg. saat dan detik ini yg. exactly sedang kita tonton di GKI Yasmin di Bogor? Apabila Anda berkata di AS pun ada diskriminasi, jawabnya ya memang ada. Bedanya di AS pemerintahnya sungguh2 memenuhi tugas sebagaimana diwajibkan oleh undang2 mengekangnya uk. tidak merajalela dan mencederai HAM orang/golongan lain. Sekali lagi saya katakan saya tidak ada sangkut pautnya dg. calon2 deportees ini, bila Anda mengetahui motivasi mereka mengajukan Asyl adalah karena masalah ekonomi, tidak mengherankan bila Asyl mereka ditolak.
Muliana
Alert a moderator
Added: January 13, 2012. 05:06 AM GMT
Buat Muliana III
Nasionalisme adalah ide baru. ia berkembang di abad 18 di Perancis dengan paham nasionalisme romantik yang kemudian berbuntut revolusi Perancis. Sebagai sebuah ide, nasionalisme ini kemudian menjalar ke jajahan Perancis di kawasan Afrika dan Timur Tengah atau negara-negara mahgribi yang memang ketika itu kebanyakan bawah penguasaan Perancis.

Dari sanalah kaum muda/terpelajar Indonesia mengadopsinya ketika mereka belajar agama islam. Kemudian diadopsi lagi oleh kaum terpelajar di Indonesia sehingga munculah gerakan nasionalisme pertama melalui organisasi2 seperti Sarekat Dagang Islam, Budi Oetomo dll. Semoga Anda paham sampai sini.

Kalau Anda sebut kerajaan Swarna Dwipa yang muncul di abad 4-16 masehi, maka ide nasionalisme itu belum ada. Sebagai sebuah bentuk pemerintahan, kerajaan2 itu belum dapat disebut sebagai sebuah 'Nation' (akar kata nationalism) meski syarat pendirian 'Nation' sudah mereka miliki.
rakyat saat itu menurut apa kata raja, el yang penting bisa makan, kasih upeti, kepada raja. mereka sama sekali tak mengerti apa itu nasionalisme.

Saya tidak sependapat jika kerajaan-kerajaan itu disebut sebagai cikal bakal negara Indonesia. Karena pemahaman atas kerajaan (saat itu) dan negara sebagai 'nation' sangat berbeda. mereka adalah kerajaan-kerajaan kontinental yang muncul semata-mata di nusantara karena penguasaan atas wilayah nusantara yang luas dan subur itu.

Betul Bung karno terinspirasi dari gerakan nasionalisme Sun Yat Sen, namun kenyataan bahwa ide nasionalisme yang semakin kencang di dunia pada awal abad 20 tak bisa diabaikan. Dalam bahasa sederhana, tanpa Sut Yat Sen pun, Soekarno CS sudah paham apa itu nasionalisme karena nasionalisme kala itu menjadi isu hangat. Dan Sun Yat sen dijadikan contoh keberhasilan oleh Soekarno.






Anda menulis :
Istilah “menjelek-jelekkan” bukan istilah saya, ok? Pihak KBRI yg. pertama memakainya. Saya tidak mengenal 72 orang ini, bagaimana dan cara bagaimana Asylum diajukan, apalagi isinya sehingga menimbulkan tuduhan tsb.

Anda sendiri yang menjawab dalam komentar Anda sebelumnya :
"Masalah 72 WNI tsb. dubes Djalal pasti mengerti bahwa dlm interview Asylum pernyataan2 negatif hrs. diungkap dari negara asal bila Asylum ingin diterima. (saya anggap bahwa anda: sudah paham dalam interview pernyataan negative harus diungkap. Berarti Anda sepakat di sini bahwa mereka pasti menjelek-jelek supaya asyulum di terima bukan?)

Anda menulis :
Bagaimana dg. Anda? Anda kenal orang2 tsb. dan mengetahui kata2 menjelek2-kan apa yg. dipakai?

Jawab :
Saya tidak kenal sama sekali dengan mereka. Saya tidak tahu persis dalam kata apa mereka menjelek-jelekan. Tapi saya kira semua orang di forum ini sepakat bahwa menjelekan yang dimaksud adalah: Mereka khawatir dengan keselamatannya, karena keyakinan agama yang mereka anut.

Nah di sinilah poinnya Mul, apa betul mereka terancam? Apa betul nyawa mereka dalam bahaya hanya karena mereka berbeda agama? Apa betul secara general saya sebut secara GENERAL, orang berbeda agama di Indonesia terancam?sehingga mereka harus bersusah payah minta suaka politik ke Amerika?

Jawabannya TIDAK. Mereka bebas menjalankan agama mereka. Bangsa ini damai dalam keheteregonitasnya. Soal ada diskriminasi di beberapa sisi, ya ada diskriminasi. Tapi bukankah diskriminasi juga terjadi dimana-mana? Bahkan di negara selevel Bapak HAMnya sekalipun: AMERIKA.

Kemudian apa betul alasan mereka bukan karena masalah EKONOMI?

Iya ndak?
Jawab dengan jujur Mul....
si pitung
Alert a moderator
Reverse Comment Order
  <<  <   1  |  2  |  3  |  4  |  5   >  >>
Google