AMERIKA / FILM
Burn After Reading
Rate This Article:
0
Credit - Burn After Reading
Burn After Reading

Apa jadinya kalau enam aktor besar dikumpulkan jadi satu? Jadinya, Burn After Reading yang bikin kita ngakak dari awal sampai akhir. Film Dark comedy yang juga bikin hati kita miris membayangkan jika mereka beneran ada di sekitar kita.

Bermula dari Agen CIA
Osbourne Cox (John Malkovich) keluar dari pekerjaannya sebagai analis di kantor CIA gara-gara ‘drinking problem’. Sejak itu, Cox merencanakan menulis buku memoar tentang kehidupannya saat di CIA. Di lain pihak, istrinya, Katie (Tilda Swenson) meminta cerai. Katie punya affair dengan Harry Pfarrer (George Clooney), seorang Treasury Agent yang bekerja di pemerintahan. Salah satu persiapan Katie mengajukan gugatan cerai adalah menyalin semua data finansial suaminya. Sayangnya disket salinan itu tercecer di sebuah Gym dan jatuh ke tangan Chad Feldheimer (Brad Pitt).

Dari sinilah cerita mengalir, Chad kemudian bekerjasama dengan Linda Litzke (Frances McDormand) untuk memeras Osbourne Cox dengan mengandalkan disket temuan itu. Keduanya bekerja di Gym tersebut. Linda adalah wanita yang aktif mencari jodoh lewat internet-dating dan dia membutuhkan uang untuk operasi kecantikan. Segala cara dilakukan keduanya untuk bertemu dengan Cox dan mendapatkan uang. Maka bukan hanya mereka bertiga yang menjadi cerita utama di film ini, tapi Harry, bahkan manajer Linda, Ted Treffon (Richard Jenkins) pun ikut terlibat.

Penuh Kejutan
Film ini memang penuh kejutan. Setiap karakter saling berkaitan. Seperti tiba-tiba Linda bisa berkenalan dengan Harry Pfarrer atau sang manajer yang mendadak muncul di besmen rumah Cox. Tidak perlu terlalu dipikirin segala unsur ketidaksengajaan itu, namanya juga film komedi. Hanya kali ini, di tangan Joel dan Ethan Coen, komedi ini dibumbui beberapa adegan berdarah. Setelah memenuhi scene film No Country for Old Men (2007) dengan muncratan darah, film terbarunya ini pun masih dihiasi adegan kekerasan, meski dibalut tema komedi.

Film yang jadi pembuka Venice Film Festival 2008 Agustus lalu dan rilis 12 September 2008 di Amerika ini menuai banyak pujian serta kritik. Pujiannya tentu saja berkisar tentang begitu pintarnya Coen bersaudara ‘memaksa’ bintang-bintang besar bermain kompak dalam hal ketololan, seperti dialog yang diucapkan Cox saat mengomentari duet Chad dan Linda, ‘league of morons’. Mereka semua seolah kompak membuat penonton tertawa dari awal sampai akhir film. Tapi film ini juga dikritik karena dinilai terlalu memaksakan karakter tolol pada bintang-bintang besar tersebut. Mereka mendadak disulap Coen sebagai komedian. Menurut Coen, film ini memang serba ‘idiot’. Serba tolol dan ajaib. Soal memuji atau mengkritik, itu hak semua orang.

Brad Pitt, Sang Juara
Di film ini, yang aktingnya juara adalah Brad Pitt! Setelah sukses di film Babel (2006) dan Ocean Thirtheen (2007), Burn After Reading merupakan film suksesnya tahun ini. Meski kehadirannya di film ini tidak seratus persen dari awal sampai akhir, tapi karakternya yang berambut oldies yang lengket dengan iPod -nya ini berhasil membuat penonton tertawa terpingkal-pingkal. Satu kutipan komentar di moviereview.com adalah ‘Movie has a lot of twists.. it’s entertaining.. funny.. sad and creative. Jadi kalau pengen lihat para aktor ternama bermain ‘idiot’, film ini wajib ditonton.(riana)

Untuk Share Artikel ini, Silakan Klik www.KabariNews.com/?31991

Klik Disini untuk Baca Artikel ini di Majalah Kabari Oktober 2008 ( E-Magazine )

Mohon Beri Nilai dan Komentar di bawah Artikel ini

______________________________________________________

Supported by :

Photobucket

Lebih dari 100 Perusahaan Asuransi di California.

Asuransi Mobil, Kesehataan, Gigi, Bisnis, Jiwa.

Bisa dapat Premium Online Sekarang.....

Klik www.GreatPremium.com Sekarang

Telpon 1-800 281 4134     Email :  Info@thinkapril.com

 
 
 
Post A Comment
* Indicates required information
Comment Title:
* Comments:
Nickname:
* Validation:
0 comments for this article Reverse Comment Order
Google