kabari flag 2
 
 
 Web  Majalah Kabari 
 
Dukun Cilik Berpenghasilan 400 juta
Rate This Article:
4
Credit - kabarinews.com
ABOUT THE AUTHOR

Sejak marak berita tentang praktek pengobatan dukun cilik di media massa, jumlah pasien yang datang ke rumah Ponari (9) di Dusun Kedongsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Jombang, terus bertambah.

Menurut pantauan tim Kabari beberapa waktu lalu, setidaknya hampir 20.000 pasien datang setiap harinya.

Praktek pengobatan dukun cilik Ponari, dalam beberapa pekan terakhir memang terus menggemparkan warga Jombang dan sekitarnya, praktek pengobatan dengan cara mencelupkan batu kedalam air putih untuk diminum oleh pasien terus mendapat perhatian masyarakat.

Jumlah pasien yang mencapai 20.000 orang perhari ini terbilang wajar, karena dalam prakteknya, Ponari hanya mencelupkan batu yang didapatkannya, tidak lebih dari 3 detik batu tersebut dicelupkan ke dalam air putih yang dibawa pasiennya yang mengantri.

Panjang antrian pasien yang menunggu giliran bisa mencapai ratusan meter. Polres Jombang setiap harinya mengawasi praktek pengobatan ini dengan menerjunkan sedikitnya 1000 personil tiap harinya.

Dengan jumlah pasien yang ribuan setiap harinya tak hayal mengundang tanda tanya, berapa uang yang terkumpul dari sumbangan para pasien tersebut.

Sebelumnya Ponari memang tidak pernah meminta uang kepada para pasiennya, kalau pun ingin memberi, Ponari meminta pasiennya agar tidak memberi lebih dari 2000 rupiah.

Dengan terus bertambahnya pasien yang datang, akhirnya pihak keluarga berinisiatif membuat wadah untuk menampung sumbangan yang diberi oleh pasiennya, karena Ponari sendiri harus digendong sang paman untuk berkeliling menemui pasiennya yang mengantri.

Kakek Ponari, Senen (70), menuturkan bahwa jumlah uang yang terkumpul sejak 17 Januari sudah mencapai dari 400 juta lebih.
Keluarga Ponari juga tidak memaksakan kepada pasien yang datang untuk menyumbang, “Bagi yang memiliki uang dipersilahkan menyumbang, dan yang tidak pun tetap diperbolehkan untuk berobat.” Ucap Senen.

Rejeki lebih pun dirasakan masyarakat sekitar yang membantu kelancaran praktek pengobatan ini. Banyak warga yang membuka lahan parkir dadakan untuk kendaraan bermotor. Mulai dari biaya 1000 rupiah untuk kendaraan roda dua sampai 5000 rupiah untuk roda empat.

Uang yang didapat Ponari digunakan untuk kebutuhan praktek, mulai untuk pemasangan terpal, penghalusan jalan yang rusak, serta untuk konsumsi panitia yang mengurus praktek tersebut.

Untuk share artikel ini klik www.KabariNews.com/?32625

Untuk melihat Berita Indonesia / Jakarta lainnya, Klik disini

Klik disini untuk Forum Tanya Jawab

Mohon beri nilai dan komentar di bawah artikel ini

______________________________________________________

Supported by :

Photobucket

Related Articles
Umur 9 Tahun Jadi Dukun, Pasiennya Ribuan
Post A Comment
* Indicates required information
Comment Title:
* Comments:
Nickname:
* Validation:
Comments 3 comments for this article
Added: February 23, 2009. 12:09 AM GMT
mawias
memang jombang sering ada yang aneh aneh aja
Anonymous
Added: February 16, 2009. 08:01 AM GMT
GAK SETUJU
kan kasihan dia gak bisa ber main am teman2nya juga hak untuk belajar pun harus ter ganggu.kan kasihan banget
Anonymous
Added: February 15, 2009. 01:55 AM GMT
PONARI Perlu diambil Nilai-Nilai POSITIFNYA
Dari segi ekonomi pemerintah perlu mensigapi tingginya pendapatan sebagai ladang untuk membangun dan berusaha baik bagi keluarga PONARI maupun masyarakat setempat, Religius : para ulama dan tokoh agama perlu memberikan wawasan bahwa hal itu tidak benar dan menjerumuskan masyarakat ke dalam kemusrikan, dan segi keamanan warga dan aparat perlu mensikaki dengan membentuk keamanan setempat agar tidak menimbulkan korban lagi. Jika Allah SWT akan memberikan rejeki kepada manusia baik dalam bentuk materi maupun kesehatan sebagaimana firman Allah SWT "MIN KHAITU LAYAH TASIK" akan datang pada diri manusia rejeki yang tidak disangka2, maka bersyukurlah atas nikmat yang telah aku (Allah) berikan dan beribadahnya kepadaKu
Anonymous
Google