kabari flag 2
 
 
 Web  Majalah Kabari 
 
Umur 9 Tahun Jadi Dukun, Pasiennya Ribuan
Rate This Article:
4
Credit - kabarinews.com
ABOUT THE AUTHOR

Mohammad Ponari yang biasa dipanggil Ponari, dalam sehari bisa menerima ribuan pasien yang datang ke rumahnya di Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Jombang, Jawa Timur, untuk berobat.

Sebelumnya Polisi sempat menghentikan praktik dukun cilik ini, karena ada dua pasien yang meninggal dunia. Yang pertama saat sedang menjalani pengobatan dan yang kedua sebelum menjalani pengobatan. Namun Polisi akhirnya mengijinkan Ponari membuka Praktik, karena tak ada bukti kedua pasien tersebut meninggal akibat 'praktik'nya.

usai dibuka kembali, pasien yang datang semkain membludak. Bahkan antrian pasien mengular  hingga lima kilometer.  Pasien yang datang datang bukan hanya dari kawasan Jombang saja, melainkan dari barbagai kota di Jawa.

Batu Ajaib

Kemampuan  Ponari yang katanya dapat menyembuhkan penyakit, beredar cepat dari mulut ke mulut. Berita yang tersebar di masyarakat bahwa Ponari memiliki sebuah batu yang sebesar kepalan tangan orang dewasa dan berbentuk menyerupai kepala belut atau lindung yang dapat menyembuhkan segala macam penyakit.

Ponari mendapatkan batu tersebut saat dirinya bermain hujan-hujanan. Saat ada petir, Ponari mengaku seperti tersambar petir, tubuhnya merasakan hawa panas yang sangat di sekujur tubuh, dan kepalanya seperti ditimpuk batu. Di saat itu lah Ponari mendapatkan batu tersebut, saat ditemukan Ponari mengaku batu tersebut mengeluarkan cahaya merah, dengan rasa penasaran batu tersebut akhirnya dibawa pulang.

Kejadian ini tersebar ke telinga warga sekitar, warga yang mempercayai bahwa batu tersebut berkhasiat akhirnya meminta Ponari untuk mengobati warga yang sakit.

Pengobatan yang dilakukan Ponari cukup sederhana, dengan mencelupkan batu tersebut dalam gelas berisi air dan diminumkan ke  pasien.

Berita yang terus tersebar ini membuat lingkungan di sekitar rumah Ponari disesaki para pengunjung yang ingin membuktikan khasiat batu tersebut.

Mukaromah (40)-Kamsen(28) orang tua Ponari, mengaku banyak warga dari luar Jawa yang juga datang berobat. Pasien bahkan harus rela antri satu harian, bahkan tidak sedikit yang harus rela menginap agar dapat 'disembuhkan' Ponari.

Paeno, paman Ponari mengatakan, ”Ponari sebelumnya pernah dipindahkan ke lokasi lain, namun dirinya tidak dapat mengobati lagi. Maka kami memutuskan untuk tidak pindah, karena di sini Ponari mendapatkan kekuatannya.” ujarnya.

Sri Sumiati (42) salah satu pasien Ponari datang setelah mendengan berita pengobatan ini dari para tetangganya. Sri mengatakan dirinya sudah menunggu hampir 5 jam untuk mendapat giliran.

Beberapa pasien yang ditanyai, mengaku percaya atas kemampuan Ponari, meski mereka sendiri belum merasakan kesembuhan yang diharapkan. 

Dalam sehari, ribuan pasien datang ke rumah Ponari. Meraka tak dipungut biaya terntentu, hanya diminta mengisi kotak amal serelanya yang disediakan panitia. Dan dalam satu hari pendapatan dari kotak amal tersebut mencapai 50 juta rupiah.

Untuk share artikel ini klik www.KabariNews.com/?32608

Untuk melihat Berita Indonesia / Jakarta lainnya, Klik disini

Klik disini untuk Forum Tanya Jawab

Mohon beri nilai dan komentar di bawah artikel ini

______________________________________________________

Supported by :

Photobucket

Post A Comment
* Indicates required information
Comment Title:
* Comments:
Nickname:
* Validation:
Comments 3 comments for this article
Added: May 11, 2009. 02:04 AM GMT
Orang Indonesia suka yang instant
Anakku demam kemarin, karena cemas aku buru-buru mengajak dia ke Rumah Sakit untuk diperiksa.. dia menangis, "Aku gak mau di suntik lagi.. ihik..ihik...hua..hua..hua.. (umumnya setiap ke rumah sakit Dirgahayu di Samarinda, mereka mengharuskan ambil sample untuk check darah dengan suntikan) anakku agak trauma soal ini tenyata. sambil menenangkan dia, aku mencoba menjelaskan mengenai perlunya semua itu dilakukan, dan step-step yang harus dilalui untuk mendapat informasi mengenai penyakitnya, sehingga dokter bisa mendiagnosa dan memberi obat yang tepat. Setelah terdiam sejenak dia bilang "Aku mau ke Ponari aja..cuma disuruh minum air langsung sembuh". sekarang giliran aku yang terdiam. anakku terkena demam ponari rupanya!
smartnbeauty
Added: February 18, 2009. 02:58 PM GMT
Budaya Instant
Orang Kita memang suka yang serba instant... murah harganya n cepet hasilnya. seperti halnya makan mie instant, belinya murah, cepet masaknya and efeknya masih belum jelas... ada yang bilang bikin kangker ada yang bilang belum ada bukti ilmiyah Mie Instant bikin kangker... Begitu juga dengan praktek perdukunan... Murah, Cepet, and Efeknya gak ketahuan apakah bisa bikin masuk neraka atau nggak? karena orang dari kedua tempat itu belum pernah balik... n kasih tau kita, juga belum ada penelitian ilmiah kalo ke Dukun bisa mengakibatkan kita masuk neraka he..he..he...

http://www.smartnbeauty.blogspot.com/
Anonymous
Added: February 10, 2009. 01:24 AM GMT
semangat
mantap cuyy!!
dani
Google