2Kabari Banner
 
 
 Web  Majalah Kabari 
Saumiman Saud

03/29/2008 - 7:41 p.m. GMT -- by Saumiman Saud


Enter your body text here.

HIDUP YANG BERKEMENANGAN
(Dalam rangka Kenaikan Kristus)
Mazmur 13:1-6

Sering kali di dalam kehidupan sehari-hari kita merasa ragu untuk menceritakan pada orang lain bahwa sesungguhnya kita ini kadang-kadang merasa ragu-ragu akan keberadaan Tuhan. Bagaimana kita tidak ragu? Kita merasa telah melakukan cukup banyak untuk Tuhan. berkorban untuk-Nya, tenaga sudah dicurahkan , waktu dan pikiran bahkan uang sudah diberikan. Sering kali juga pekerjaan dan keluarga menjadi korban dan terbengkalai gara-gara pelayanan di gereja. Lalu apa hasilnya? Mengapa segala persoalan, permasalahan dan kesulitan masih saja muncul dalam kehidupan ini? Mengapa gereja tidak bertumbuh? Apa kesalahannya? Apa yang kurang beres?

Pertanyaan ini kita simpan dalam hati, bungkam seribu bahasa; sebab kita tidak berani menceritakannya kepada siapapun. Resikonya sangat besar. Kita bisa dicap kurang rohani, kurang beriman dan kurang bersandar pada Tuhan. Apalagi yang mengalami persoalan ini adalah pengurus atau majelis gereja, terlebih-lebih hamba Tuhan. Orang-orang akan mencemooh kita. “Apa-apaan ini’? Sudah menjabat pengurus di gereja namun masih meragukan Tuhan?

Bila pendeta sempat mendengar mungkin anda akan dipanggil untuk konseling. Dan anda dikira belum bertobat. Lebih ekstrem lagi jika ada ada pendeta yang meminta anda mengikuti katekisasi ulang. Tatkala kita berada dalam posisi demikian, dan pada saat-saat kita merasa ragu. Pernahkah kita ragu atas keragu-raguan kita itu?

LIhatlah sedikit latar belakanag si penulis Mazmur ini. Setelah Saul mendengar para wanita Yerusalem bernyanyi memuji kemenangan Daud atas Goliat, maka mulai saat itu juga kehidupan Daud semakin terancam. Bayangkan saja , tatkala ia dengan santai memetik kecapi menghibur Saul, tiba-tiba saja sebuah tombak menghjujam ke arahnya; namun atas perlindungan TUHAN, Daud lolos. Krisis ini tidak terhenti sampai di situ, Saul dengan berbagai cara hendak m... [Read More]

03/29/2008 - 7:38 p.m. GMT -- by Saumiman Saud


WANITA YANG KREATIF
(2 Raja-raja 4:8-37, Keluaran 20 :12)
oleh Pdt. Saumiman Saud *)

Peringatan Hari ibu di awali oleh Anna M Jarvis (1864-1948) dari Piladelphia, USA, seorangi kepala Sekolah Minggu di Virginia. Mengenang kembali akan kasih ibu yang mengandung anak , menyusui, membesarkan , mendidik menyekolahkan, hingga anak itu dewasa kemudian menikah, menjaga cucu dan sebagainya. Anna J Jarvis kemudian mempopulerkan Hari Ibu pada 8 Mei 1908, tatkala acara Memorial Service mengenang sang ibunya. Tanggal 8 Mei 1914, Presiden Amerika Woodrow Wilson memproklamirkan Minggu ke dua bulan Mei secara Nasional sebagai Hari Ibu.

Tidak gampang menjadi ibu yang berhasil, sekadar menjadi ibu yang baik mungkin gampang. Ibu yang “baik” akan memberikan segala sesuatu buat anak-anaknya sehingga anak itu mengatakan ibuku baik sekali. Tetapi ibu yang “berhasil” bukan hanya memberi segala sesuatu yang baik , tetapi ia juga akan mendidik anak-anaknya takut akan Tuhan.


Di dalam Alkitab ada dua macam wanita, yang satu idenya negatif dan yang lain idenya positif:

1. Sara (Kejadian 16:1-18, 21:8-21)

Ide Sara adalah mengusulkan agar Abraham kawin lagi (poligami) , sebab ia merasa usia lanjut dan tidak sanggup memberikan keturunan. Berkatalah Sara kepada Abraham: "Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampirilah hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak." (Kejadian 16:2) Inilah ide Sara untuk suaminya, akibatnya timbul masalah. Sara mulai dipandang rendah oleh Hagar (16:4), inilah ide kreatif Sara tujuannya baik, namun caranya salah. Hagar akhirnya “terpaksa” harus diusir keluar dari keluarga besar Abraham (lihat Kejadian 21:8-21).

2. Izebel (1 Raja-raja 21)

Tatkala Nabot orang Yizreel tidak mau menjual kebun Anggurnya kepada raja Ahab, maka timbul niat jahat yang diusulkan isterinya Izebel untuk merampas dengan paksa. Izebel berkata kepada Ahab. Singkat cerita, Nabot dib... [Read More]

07/26/2007 - 1:59 p.m. GMT -- by Saumiman Saud


JIKA RAKSASA ITU HENDAK DIKALAHKAN

( 1 Samuel 17)

Rev. Saumiman Saud *)

 

          Apabila kita mengingat kembali peristiwa-peristiwa besar dalam Alkitab, ternyata peristiwa-peristiwa yang besar bukan terletak pada perang antar negara atau bangsa, namun justru perang perorangan antara Daud dengan Goliat.  Sebenarnya pertempuran ini bukan pertempuran yang wajar, karena kekuatan mereka jika diukur di meja pertarungan tidaklah seimbang. Di atas kertas Goliat itu harus menang atas pertandingan ini. Mengapa? Karena tubuh Goliat itu lebih besar.  Alkitab mencatat  ukuran tubuh Goliat itu kira-kira 9 kaki dan 9 inci atau 2,97 meter, jadi hampir 3 meter. Lebih tinggi dari pemain basket yang bernama ... [Read More]

07/06/2007 - 6:36 p.m. GMT -- by Saumiman Saud


HIDUP YANG BERKEMENANGAN

Mazmur 13:1-6

 

Sering kali di dalam kehidupan sehari-hari kita merasa ragu untuk menceritakan pada orang lain bahwa sesungguhnya kita ini ragu-ragu akan keberadaan Tuhan. Bagaimana tidak ragu? Kita merasa telah melakukan cukup banyak untuk Tuhan. Kita berkorban untuk Dia. Kita menghabiskan tenaga , waktu dan pikiran bahkan uang. Sering kali juga pekerjaan dan keluarga menjadi korban gara-gara pelayanan  di gereja. Lalu apa hasilnya? Mengapa segala persoalan, permasalahan dan kesulitan masih saja muncul dalam kehidupan ini? Apa kesalahannya? Apa yang kurang beres? Pertanyaan ini kita simpan. Kita diam seribu bahasa. Kita tidak berani menceritakan kepada siapapun. Resikonya besar. Kita bisa dicap kurang rohani, kurang beriman. Apalagi yang mengalami persoalan ini adalah pengurus atau majelis gereja. Orang-orang akan mencemooh kita. “Apa-apaan ini’? Pengurus gereja namun meragukan Tuhan?  Bila pendeta sempat mendengar mungkin Anda akan dipanggil dan dikira belum bertobat. Lebih ekstrem lagi diminta katekisasi ulang. Tatkala kita berada dalam posisi demikian, dan pada saat-saat kita merasa ragu.  Pernahkah kita ragu atas keragu-raguan kita itu?

 

[Read More]

06/28/2007 - 6:07 p.m. GMT -- by Saumiman Saud


Pro dan Kontra? Bagaimana kita Menjawabnya?
(Red: Ditinjau dari sudut pandang agama Kristen)

Pada Zaman sekarang ini Aborsi menjadi suatu masalah yang semakin kabur nilainya; dilihat dari sisi agama Kristen hal ini menjadi tantangan iman yang cukup berat. Dari data statistik diperoleh bahwa Jepang saja negara yang sudah begitu maju, sejak tahun 1972 telah melakukan Aborsi 1,5 juta orang per-tahun, Inggris sampai tahun 1983 telah melakukakan Aborsi terhadap 2 juta orang, Amerika Serikat sampai tahun 1986 sudah mencapai 20 juta orang, sedangkan dari penelitian seorang dokter di Jakarta, dinyatakan bahwa pada tahun 1990 ada 400 orang melakukan pembunuhan dan 20% diantaranya melakukan dengan cara Aborsi.

Sejak peristiwa penemuan 13 mayat bayi bulan Nopember 1997 di Jakarta, dan ditangkapnya beberapa dokter yang diduga terlibat dalam praktek Aborsi ini, maka masalah Aborsi mencuat kembali di Indonesia. Apalagi ditambah dengan pernyataan seorang dokter Senior dr. Edward Armando (alias Dokter Robinhood) di Surabaya yang prakteknya di sekitar Gang Dolly (tempat Pelacuran), beliau mengatakan "Ia akan melakukan Aborsi sampai kapanpun", maka timbul berbagai pro dan kontra terhadap masalah ini, ketua IDI (Ikatan Dokter Indonesia) menyarankan agar polisi segera menangkap dokter tersebut, sebab dokter Edward dengan terang-terangan telah mengaku mempraktekkan Aborsi.


A. PENGERTIAN ABORSI

Aborsi menurut dr. Agus Abadi dari UPF/ Lab Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan RSUD Dr. Soetomo/ FK Unair, abortus (definisi yang lama) - adalah terhentinya kehidupan buah kehamilan pada usia kehamilan sebelum 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram. WHO memperbaharui definisi Aborsi yakni Aborsi adalah terhentinya kehidupan buah kehamilan di bawah 28 minggu atau berat janin kurang dari 1000 gram. Aborsi juga diartikan mengeluarkaan atau membuang baik embrio atau fetus secara prematur (sebelum waktunya). Istilah Aborsi disebut ju... [Read More]

06/28/2007 - 4:32 p.m. GMT -- by Saumiman Saud


Beberapa tahun yang lalu di Indonesia dan majalah-majalah populer terlihat lagi trend membicarakan masalah perceraian, khususnya para artis kelas atas. Misalnya saja Desy Ratnasari yang baru menikah sudah masuk di dalam persidangan dan gugat cerai terhadap suaminya. Lalu muncul lagi penyanyi Renold Pangabean yang juga mau bercerai dengan istrinya, padahal istri yang ini sudah merupakan istri yang kedua setelah yang pertama Camelia Malik. Lalu adalagi yang katanya pendeta menyiksa dan memukul istrinya Nur Afni Oktavia, merreka cerai dan si "pendeta" di penjara samapai saat ini. Masih banyak lagi berita-berita perceraian yang tentunya tidak dapat di pantau secara menyeluruh, itu artinya di dalam satu hari saja ada berapa ratus pasangan yang mau bercerai.

Sementara itu yang ironis banyak pula pasangan yang sedang menjalin cinta dan siap dipersatukan di dalam pernikahan. Apalagi menurut "kepercayaan orang Tionghoa" tahun ini tahun Naga Mas; semakin banyak orang berlomba-lomba menikah, banyak hokky nya

Sebenarnya, pada saat kedua insan yakni sang pria dan wanita menentukan pilihan untuk berpacaran, maka ia sudah seharusnya memperhitungkan konsekwensi yang harus dihadapi. Dengan berpacaran itu berarti ia sudah mempersiapkan diri untuk menikah, sebab tidak mungkin orang berpacaran seperti bermain-main gundu atau layangan yang ada musimnya, lalu besok lusa putus dan ganti yang baru lagi. Di luar sana orang-orang akan menertawai dan mengejek kita dengan menyebutnya "piala bergilir" bagi wanita atau "play boy" bagi yang pria. Nah, dengan adanya konsekuensi demikian maka mereka yang berpacaran adalah mereka yang sudah cukup umur atau dewasa, sudah bekerja atau mencari nafkah, jangan yang setiap mau keluar rumah masih minta uang pada orang tua, itu namanya "Cinta monyet". Ketika saya masih remaja saya pernah mendengar sebuah lagu pop sekuler yang berjudul "Cinta Monyet", isinya kira-kira demikian: "Malam Senin mulai bertemu, malam Selasa datang bertam... [Read More]

06/28/2007 - 4:17 p.m. GMT -- by Saumiman Saud


Kerja terus dan terus kerja, kapan berhentinya? Suatu pertanyaan yang selalu terngiang ditelinga kita bukan? Ada orang bilang ia harus kerja sampai tua kalau tidak sia-sia hidupnya, sebaliknya ada yang bilang kalau kerja terus sampai tua juga sia-sia, kapan santainya?. Ada lagi orang yang bekerja pagi, siang, sore dan malam, dan istirahatnya kalau sudah jatuh sakit, dan ada yang lebih ekstrem lagi biarlah kerja terus dan terus kerja sampai mati, yang penting banyak uang masuk, jadi uang dicari terus, namun tidak pernah memakainya.

Kita juga sering mendengar orang mengatakan bahwa "Waktu adalah uang", namun Jack Collis dalam bukunya Work Smarter Not Harder tidak setuju dengan prinsip ini. Menurut beliau, pada kenyataannya justru "Kerja adalah sama dengan uang", bila anda berpendapat bahwa waktu adalah uang cobalah berhenti bekerja, dan periksalah berapa banyak uang yang datang dengan sendirinya. Dengan kata lain "kerja" itu sangat penting, sehingga tidak heran ada orang yang sampai setengah mati kerja hanya untuk sesuap nasi, itu tidak salah, ketimbang ia tidak mau kerja tetapi tetap perlu sesuap nasi.

Di dalam dunia yang penuh persaingan bisnis ini, masing-masing orang diperhadapkan dengan berbagai perlombaan, untuk menciptakan prestasi dan prestise yang paling tinggi. Semua orang ingin sukses, semua orang ingin berhasil, tidak ada yang bercita-cita untuk gagal, dan bukan hanya itu bila perlu apabila saya berhasil maka engkau yang harus gagal, sebab engkau akan menjadi saingan bila engkau juga berhasil. Zaman sekarang ini, kalau orang bekerja selama dua belas sampai lima belas jam sehari bukan merupakan barang aneh lagi. Sebaliknya hal ini malah telah menjadi seperti suatu "keharusan". Bahkan sisa pekerjaan dari kantor di bawa pulang ke rumah sebagai bahan lembur.

Istilah "Cukup" dan "Puas" seakan-akan tidak berlaku lagi. Jadi yang muncul dalam benak masing-masing orang yakni bersaing, bersaing, dan bersaing terus. Jika kita ti... [Read More]

06/27/2007 - 6:43 p.m. GMT -- by Saumiman Saud


MIMPI KE AMERIKA
(sendiri datang sendiri rasa)

Oleh Saumiman Saud
 

 Saya sering mendapat pertanyaan yang sama melalui email dari orang-orang Indonesia tentang bagaimana caranya datang ke Amerika Serikat? Bagaimana mendapatkan Visa? Apakah bisa dibantu? Bagaimana mendapatkan pekerjaan? Tentu saya tidak bisa Bantu apa-apa, kecuali memberikan informasi saja tentang keadaan dan situasi yang saya ketah... [Read More]