2Kabari Banner
 
 
 Web  Majalah Kabari 
Eddy Fances

01/14/2011 - 4:59 a.m. GMT -- by Eddy Fances

Eddy Fances

MALAM NATAL 2010 DI IGNC

Apa yang Saudara takuti? Kesepian? Buruk Rupa? Miskin? Tidak Dikasihi? Sakit? Tua? Mati? Atau …?
Apa penyebab ketakutan atau kekuatiran hidup? Dosa! Ya, sejak dosa masuk melalui Adam dan Hawa,
tidak ada seorang manusia pun yang terlepas dari dosa (Roma 3:23). Dan, dosa tidak dapat diselesaikan
dengan usaha dan kemampuan manusia: perbuatan baik, amal, filsafat, agama, ilmu pengetahuan,
harta-benda, dan apapun dari diri manusia, tidak dapat melepaskannya dari dosa dan hukuman Allah
yang adil, yaitu Kematian (Efesus 2:8-9). Adakah jalan keluarnya untuk terlepas dari hukuman maut
ini? Ada! Natal adalah jawabannya! Kelahiran Kristus, yaitu penjelmaan Allah menjadi manusia dengan
tujuan untuk menggantikan hukuman bagi manusia, adalah satu-satunya jalan penyelesaian dosa.
Tidak heran berita Natal pertama yang dikumandangkan malaikat sorga adalah, “Jangan takut! Sebab
sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa. Hari ini telah
lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan di kota Daud.” (Lukas 2:10-11). “Kristus Datang Untuk
Segala Bangsa!” Inilah tema Natal 2010 yang diberitakan pada Malam Natal IGNC. Natal bukan ‘Untuk
Kalangan Sendiri’. Bukan! Tetapi Natal ‘Untuk Semua Kalangan’. Ya, semua orang tanpa diskriminasi apa
pun. Kristus mencintai Saudara, apapun latar belakang Saudara, dan bagaimana pun keadaan Saudara!
Maukah Saudara terlepas dari ketakutan dan kekuatiran dalam hidup Saudara? Terimalah Kristus
sebagai Juruselamatmu hari ini juga! Engkau pasti akan mendapatkan damai sejahtera, kebahagiaan
dan jaminan hidup kekal selama-lamanya (Yohanes 1:12; 3:16). Inilah “Good News” yang sesungguhnya!

SELAMAT NATAL DAN SELAMAT TAHUN BARU 2011! (Shalom: Pdt. Eddy Fances)

04/28/2010 - 7:00 p.m. GMT -- by Eddy Fances

Eddy Fances

JODOH TIDAK DITENTUKAN TUHAN!

Apakah Anda selama ini menganut “Teologi Takdir” yang percaya bahwa segala sesuatu di dunia ini sudah ditentukan oleh Tuhan yang Maha Kuasa? Termasuk jodoh (istri atau suami atau pacar) Anda sekarang ini? Dan juga setiap pernikahan yang ada di dunia ini, termasuk yang tidak cocok, banyak cekcok, diambang perpecahan, ataupun yang sudah bercerai? Semua pasangan itu ditentukan oleh Tuhan??

Saya yakin kalau keluarga Anda berbahagia, Anda akan bilang, “Betul, jodohku itu memang sudah ditentukan Tuhan. Bahkan sejak saya dari kandungan ibu, Dia sudah siapkan seorang jodoh yang terbaik sebagai pasangan hidupku”. Tetapi bila keluarga Anda sekarang ini amburadul, dan kritis ibarat telur di ujung tanduk, apakah Anda masih percaya semua itu sudah takdir Allah, atau nasib yang sudah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa? Yang benar aja! Mungkinkah Allah yang Maha Baik menakdirkan yang buruk dan jahat untuk Anda? Hati-hati! Jangan sampai Anda terjebak memfitnah Tuhan!

Sejak manusia pertama Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, Kitab Suci menyaksikan bahwa semua manusia di dunia ini juga lahir dengan pikiran dan hati yang tercemar oleh dosa (Roma 3:23). Hal ini membuat manusia meleset dalam pengenalannya terhadap Allah, terhadap manusia termasuk dirinya sendiri, dan terhadap alam semesta. Walaupun demikian Allah tetap menghargai “kehendak bebas” yang diberikanNya kepada manusia; termasuk dalam hal memilih dan menentukan jodoh dalam hidup pernikahannya. Namun sayang, manusia yang gagal dalam pernikahannya seringkali memakai konsep “jodoh ditentukan Tuhan” [Teologi Takdir] untuk membenarkan diri, dan melemparkan kesalahan kepada Allah dan orang lain, lalu mengambil keputusan untuk bercerai.

Coba perhatikan contoh dibawah ini. Sinyo yang sudah menikah dua tahun merasakan hubungannya dengan istrinya tidak harmonis. Hamp... [Read More]

04/28/2010 - 7:00 p.m. GMT


KRISTEN MUNAFIK!

Kasim adalah seorang peternak ayam. Andreas adalah temannya bermain tennis. Sudah berulang kali Andreas berusaha mengajak Kasim ke gerejanya. Tetapi Kasim selalu menolak dengan alasan bahwa di gereja penuh dengan orang-orang munafik. Andreas mencoba menjelaskan bahwa tidak semua orang Kristen itu munafik.

“Terus terang ya, saya muak dengan orang Kristen yang sok suci. Rajin ke gereja, tetapi pada munafik semuanya. Lihat saja si A yang tukang gossip, si B yang bermuka dua, si C yang suka bohong, ditambah si D yang berpura-pura, si E suka menipu, dan masih banyak lagi. Semua sama saja. Hanya belum ketahuan saja”, kata Kasim dengan ketus dan ketawa sinis.

Suatu hari, Andreas mengunjungi peternakan Kasim untuk membeli beberapa ekor ayam. Setelah melihat-lihat ayam yang ada, Andreas memilih seekor ayam yang berkaki satu, seekor yang buta, dua ekor yang sangat kurus, dan dua ekor lagi yang sakit.

“Lho temanku, mengapa engkau memilih ayam yang tidak bagus semua?. Pilihlah yang baik, gemuk dan sehat. Masih banyak yang lain kan?”, kata Kasim mencegah tindakan Andreas yang dianggapnya agak aneh.

“Oh, tidak apa-apa, saya memang mau yang ini saja”, jawab Andreas sambil tersenyum.

Setelah membayar harganya, Andreas berkata dengan tenang: “Nah, sekarang saya akan bercerita kepada siapa saja bahwa ayam-ayam yang kau ternak adalah ayam yang sakit, jelek, kurus, dan buta. Pastilah mereka akan memboikot membeli darimu.”

“Hei, itu sama sekali tidak benar dan tidak adil”, protes Kasim agak sewot. “Saya masih memiliki banyak ayam yang sehat, gemuk dan bagus. Hanya beberapa ekor saja yang sakit, kurus, buta atau cacat”, bela Kasim lebih bersemangat.

”Sahabatku, saya hanya memberikan contoh bagaimana sikapmu selama ini”, sahut Andreas tenang dan tersenyum ramah. “Engkau selalu menolak ke gereja, dan ‘sewot’ setiap kali dia... [Read More]

04/28/2010 - 6:59 p.m. GMT


JANGAN SALAH PILIH!

George, seorang turis asal Amerika Serikat ingin mendaki ke puncak gunung Sibayak di Sumatera Utara. Ada tiga orang “tour-guide” yang menawarkan diri untuk menemaninya. George bertanya kepada A: “Apakah Anda tahu betul jalan ke puncak gunung yang tinggi itu?”

“Jangan kuatir tuan, saya ahli membaca peta. Insya Allah kita akan tiba di sana”, kata A dengan suara merayu.

Tiba-tiba B menyeletuk: “Tuan, ikut saya saja. Perlengkapan yang kumiliki jauh lebih lengkap. Dan, menurut kakekku, lama perjalanan sekitar sehari semalam.”

“Sebentar, sebentar”, kata George. “Saya ingin tanya, Anda berdua pernah mendaki gunung ini tidak?”, lanjut George sambil mengernyitkan dahinya.

“Ti-tidak pernah”, jawab si A dan si B serempak.

“Yakinlah tuan, saya jamin 100% pasti akan mengantarkanmu ke atas puncak gunung tanpa sedikitpun tersesat”, terdengar suara si C memecahkan keheningan.

“O ya? mengapa Anda begitu yakin?”, tanya George antusias.

“Rumah saya ada di atas puncak gunung itu”, jawab si C dengan senyum yang mantap.

Akhirnya George memilih si C sebagai “tour-guide”nya.

Saudara, pepatah kuno mengatakan: “Ada banyak jalan menuju ke Roma”. Betul! Namun ketika pepatah tersebut diartikan sebagai: “Ada banyak jalan menuju ke sorga”, sama sekali tidak betul. Karena agama pada dasarnya adalah usaha manusia yang berdosa untuk menemukan jalan ke sorga. Logikanya, manusia, ciptaan yang berdosa tidak mungkin dapat menemukan sorga, tempat Allah, Sang Pencipta yang tidak berdosa. Dan, memang faktanya, tidak ada seorang tokoh agama, tokoh filsafat, atau tokoh ilmu pengetahuan yang pernah pergi ke sorga dan kembali lagi ke bumi untuk menunjukkan jalan yang benar kepada manusia. Semua tawaran agama dan filsafat untuk mendapatkan sorga hanyalah sebuah imajinasi, spekulasi, atau ilusi s... [Read More]

04/28/2010 - 6:57 p.m. GMT


INGIN CEPAT KAYA? BAHAYA!

Seorang teman saya menceritakan pengalaman pahitnya karena ingin cepat menjadi kaya. Dia membawa uang jutaan dolar ke meja judi. Pertama kali dia disambut dan dilayani seperti raja. Namun, setelah uangnya ludes semua, dia diusir seperti seorang pengemis atau seorang kriminal. Karena nafsu keserakahannya, secara hurufiah, dia bangkrut bagaikan ‘homeless’ yang luntang lantung, rumah tangganya hancur berantakan, dan batinnya tertekan berat. Untunglah dia cepat bertobat. Sekarang bila ditanyakan kepadanya, dia akan berkata: “Tobat! Kapok! Ingin cepat kaya? Bahaya!”

Sebenarnya ingin menjadi kaya itu normal. Hidup lebih baik, lebih layak, dan lebih nyaman, tentunya idaman setiap insane. Namun, bila keinginan itu menjadi ‘nafsu ingin cepat kaya’, itu yang berbahaya. Bila Anda berpikir bahwa orang yang sukses adalah orang yang kaya raya dalam harta dan uang, Anda telah terjebak dalam dusta yang akan membahayakan hidup Anda. Memang uang itu penting, namun bukanlah hal yang terpenting dalam dunia ini. Uang jelas bukan segala-galanya. Coba perhatikan fakta dibawah ini:

- Uang bisa membeli makanan mahal dan enak, tetapi tidak bisa membeli selera makan.

- Uang bisa membeli ranjang yang berlapis emas, tetapi tidak bisa membeli tidur yang nyenyak.

- Uang bisa membeli sex, tetapi tidak bisa membeli cinta yang sejati.

- Uang bisa membeli hiburan dan kenikmatan dunia, tetapi tidak bisa membeli sukacita dan kebahagiaan sejati.

- Uang bisa membeli ‘body-guard’ yang gagah dan kuat, tetapi tidak bisa membeli perasaan aman dan damai di hati.

- Uang bisa membeli dokter yang genius, tetapi tidak bisa membeli kesehatan tubuh yang prima.

- Uang bisa membeli obat yang mujarab, tetapi tidak bisa membeli kesembuhan utuh dari sakit penyakit

- Uang bisa membeli buku yang berharga, t... [Read More]