2Kabari Banner
 
 
 Web  Majalah Kabari 
Agusti Anwar

07/10/2008 - 6:07 a.m. GMT -- by Agusti Anwar

Agusti Anwar

Pungkas Tri Baruna telah berpulang, dari gunung salju di Alaska.

Tengah malam hampir pagi Selasa di Los Angeles (8 Juli), tiba-tiba telepon genggam saya yang tidak pernah dimatikan berdering. Ketika diangkat, seorang mountain ranger dari Denali National Park, Anchorage, Alaska,  berbicara dengan bahasa yang jelas. Ia mengabarkan tentang musibah yang menimpa Tim Ekspedisi Indonesia di Alaska, bahwa Pungkas Tri Baruno (20 tahun) telah meninggal dunia dalam ekspedisi di Kutub Utara itu.

Saya tahu bahwa Alaska bukan wilayah kerja KJRI Los Angeles. Tetapi karena hanya nomor saya yang sempat diperoleh sang Ranger untuk dihubungi di dini pagi itu, saya tampung dulu semua informasi yang disampaikannya, agar dapat segera saya teruskan kepada sejawat di KJRI San Fransisco yang membawahi Alaska.

Segera setelah itu, dengan informasi yang ada saya menghubungi sejawat yang menangani bidang kekonsuleran (dan perlindungan WNI) di San Fransisco. Walau dini pagi, segala yang perlu dan mungkin, segera dilakukan dan  dihubungi sejawat yang bertugas itu. Ia pun telah terbang langsung ke Alaska. Dan sekarang ,informasi perkembangan musibah itu telah dapat dimuat oleh media massa. Berita pers juga sudah disiarkan oleh Departemen Luar Negeri.

Pungkas telah berpulang, pukul 09.40 malam waktu Alaska, 7 Juli 2008.

[Read More]

07/01/2008 - 4:24 a.m. GMT -- by Agusti Anwar

Agusti Anwar

Seberapa kental rasa suka anda terhadap dunia persilatan? Baiklah, bukan soal ilmu bela diri per se, tetapi soal pengisahannya, hikayatnya, komiknya, filmnya dan sebagainya?

Saya termasuk penggemar berat.

Kalau anda menonton film animasi Kungfu Panda (2008) yang dirilis di bioskop, tentu suasananya akan semakin terasa. Bukan soal animasinya, atau fakta bahwa film ini dibuat oleh Dreamworks bukan Golden Harvest berbasis Hongkong; oleh sutradara Barat, berbintangkan Joe Black sebagai sang panda gemuk, Po, dan seterusnya. Sebagai film dengan rating PG, ini animasi lucu yang manis saja, termasuk penampilan sang guru (shifu) oleh Dustin Hoffman yang dibuat mirip Obi Wan Kanobi-nya Star Wars. Tetapi, bagaimana pun ini memang film silat, lengkap dengan pakem persilatan yang sangat khas Daratan Cina.

Apapun format penyuguhannya, termasuk film animasi, hikayat dunia persilatan bagi saya sangat mengesankan. Ketika dulu kecil dan belum masuk sekolah, ketertarikan saya untuk bisa membaca teks komik-komik persilatan yang penuh gambar menarik itu telah memotivasi untuk cepat-cepat pandai membaca. Hanya di kwartal pertama di kelas satu, saya sudah langsung lancar membaca. Berkat komik persilatan.

Selain komik, tentu semua tahu tentang deretan panjang cerita silat buah karya Khoo Ping Ho. Berpuluh-puluh jilid cerita silat berbentuk stensilan itu dilahap habis penggemar dunia persilatan dari tanah Tiongkok. Tak usahlah disebutkan lagi nama-namanya atau jurus-jurusnya. Yang pasti semua penuh kehebatan; lengkap dengan jurus-jurus mumpuni dengan ilmu meringankan tubuh (ginkang) yang tinggi.

Memang bagi saya, setiap kali disebutkan tentang dunia persilatan, ada sebuah imagi otak yang selalu berulang. Kata orang yang mendalami psikologi, kenangan pertama yang muncul dalam benak kita setiap kali diruju... [Read More]