07/01/2008 - 4:24 a.m. GMT
-- by Agusti Anwar
Seberapa kental rasa suka anda terhadap dunia persilatan? Baiklah, bukan soal ilmu bela diri per se, tetapi soal pengisahannya, hikayatnya, komiknya, filmnya dan sebagainya?
Saya termasuk penggemar berat.
Kalau anda menonton film animasi Kungfu Panda
(2008) yang dirilis di bioskop, tentu suasananya akan semakin
terasa. Bukan soal animasinya, atau fakta bahwa film ini dibuat oleh Dreamworks bukan Golden Harvest
berbasis Hongkong; oleh sutradara Barat, berbintangkan Joe Black
sebagai sang panda gemuk, Po, dan seterusnya. Sebagai film dengan rating PG, ini animasi lucu yang manis saja, termasuk penampilan sang guru (shifu)
oleh Dustin Hoffman yang dibuat mirip Obi Wan Kanobi-nya Star Wars.
Tetapi, bagaimana pun ini memang film silat, lengkap dengan pakem
persilatan yang sangat khas Daratan Cina.
Apapun
format penyuguhannya, termasuk film animasi, hikayat dunia persilatan
bagi saya sangat mengesankan. Ketika dulu kecil dan belum masuk
sekolah, ketertarikan saya untuk bisa membaca teks komik-komik
persilatan yang penuh gambar menarik itu telah memotivasi untuk
cepat-cepat pandai membaca. Hanya di kwartal pertama di kelas satu,
saya sudah langsung lancar membaca. Berkat komik persilatan.
Selain
komik, tentu semua tahu tentang deretan panjang cerita silat buah karya
Khoo Ping Ho. Berpuluh-puluh jilid cerita silat berbentuk stensilan itu
dilahap habis penggemar dunia persilatan dari tanah Tiongkok. Tak
usahlah disebutkan lagi nama-namanya atau jurus-jurusnya. Yang pasti
semua penuh kehebatan; lengkap dengan jurus-jurus mumpuni dengan ilmu
meringankan tubuh (ginkang) yang tinggi.
Memang
bagi saya, setiap kali disebutkan tentang dunia persilatan, ada sebuah
imagi otak yang selalu berulang. Kata orang yang mendalami psikologi,
kenangan pertama yang muncul dalam benak kita setiap kali
diruju... [Read More]